ATM BNI Hadir di Singapura

NERACA

Jakarta - Nasabah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk yang memiliki kartu debit, kartu kredit dan kartu debit BNI Syariah dapat bertransaksi pada Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yang berlokasi di Robinson Road, Singapura.

Corporate Secretary BNI Tribuana Tunggadewi dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (9/12) menyebutkan, terdapat dua ATM BNI yang dapat digunakan di Kantor Cabang Luar Negeri BNI di Robinson Point #01-02, 39 Robinson Road, Singapura.

Menurut Tunggadewi, ATM BNI dapat digunakan untuk beragam fitur antara lain seperti penarikan uang tunai dengan pecahan 50 dolar Singapura. Seperti ATM BNI di Indonesia, ATM BNI di Singapura juga dapat digunakan untuk cek saldo, transfer antar rekening BNI atau dengan bank lain yang tergabung di jaringan Link, ATM Bersama, dan Prima.

ATM ini juga dapat digunakan untuk pembelian pulsa telepon dan internet, pembayaran tiket pesawat dan kereta api, melunasi tagihan listrik (PLN), tagihan air bersih (PDAM), tagihan kartu kredit, pinjaman, premi asuransi, hingga pelunasan pajak.

BNI menghadirkan jaringan ATM tersebut bagi nasabah yang sedang bekerja maupun sedang bepergian ke Singapura, serta yang telah memiliki rekening BNI agar memiliki kenyamanan dalam melakukan transaksi.

Tunggadewi mengungkapkan, salah satu keunggulan yang ditawarkan dari ATM BNI di Singapura ini adalah nasabah tidak dikenakan biaya apapun untuk transaksi penarikan tunai karena nilai tukar yang digunakan adalah kurs yang berlaku pada saat transaksi dilaksanakan.

BNI Cabang Singapura didirikan sejak 14 Oktober 1955 serta berlokasi di jantung pusat bisnis Singapura. BNI Cabang Singapura adalah satu-satunya Bank milik Indonesia yang memiliki lisensi FullBranch di Singapura.

BNI Cabang Singapura memberikan layanan perbankan yang meliputi kiriman uang (remittance), rekening giro (current account) dan deposito berjangka (fixed deposit) serta tabungan dalam dolar Singapura (BNI SingPlus).

Selain itu, juga memberikan layanan pinjaman (commercial/ corporate lending/ loan syndication), jaminan rumah sakit (hospital guarantee), trade financing, transaksi tresuri (treasury activities) serta jasa kustodian (custodian services). [ardi]

BERITA TERKAIT

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi NERACA Denpasar - Sebanyak 12 lembaga keuangan yang menghimpun dana masyarakat secara ilegal di…

Farad Cryptoken Merambah Pasar Indonesia

  NERACA Jakarta-Sebuah mata uang digital baru (kriptografi) yang dikenal dengan Farad Cryptoken (“FRD”) mulai diperkenalkan ke masyarakat Indonesia melalui…

OJK: Kewenangan Satgas Waspada Iinvestasi Diperkuat

NERACA Bogor-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengharapkan Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi dapat diperkuat kewenangannya dalam melaksanakan tugas pengawasan, dengan payung…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Serapan Lelang SBSN Capai Rp7,04 Triliun

    NERACA   Jakarta - Direktorat Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu)…

60% Pengguna Dapatkan Akses Pertama Kredit dari Kredivo

    NERACA   Jakarta - Kehadiran teknologi finansial telah memberikan ruang untuk turut mendorong peningkatan inklusi keuangan di Indonesia…

Palapa Ring Bikin Akses Fintech Tembus ke Daerah Terpencil

  NERACA   Jakarta - Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menilai kehadiran Palapa Ring akan memudahkan peminjaman berbasis teknologi…