Hipmi Kecewa Ekonomi Kreatif Dipisah

NERACA

Jakarta - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia mengaku kecewa dengan keputusan pemerintah yang memisahkan ekonomi kreatif menjadi badan terpisah dari kementerian.

"Kalau sekarang, kami harus lebih kritis karena ada proses di pemerintahan yang tidak sejalan dengan Hipmi yaitu ekonomi kreatif dihilangkan. Padahal, sebagai organisasi kami kuat dalam pembentukan mentalitas kewirausahaan," kata Ketua Umum Hipmi, Raja Sapta Oktohari di Jakarta, Senin (8/12).

Kekecewaan itu, kata Raja Sapta, disebabkan karena industri kreatif dinilai sebagai motor penggerak para pengusaha baru. Dengan demikian, saat tak ada keberpihakan pemerintah pada industri yang membawahi sekitar 15 sektor itu, maka dikhawatirkan ada stagnansi hilirisasi industri di segala bidang.

"Sekarang ini trennya hilirisasi di segala sektor. Tapi hilirisasi membutuhkan semangat baru dan kreativitas baru. Dan pengusaha pemula dipastikan selalu membawa ide baru. Maka butuh keberpihakan pemerintah," ujarnya.

Dia juga menuturkan, perlakuan yang diberikan kepada pengusaha muda, yang kebanyakan berkecimpung di industri kreatif, berbeda dengan pengusaha di industri "mainstream". "Mereka butuh proteksi dan keberpihakan pemerintah untuk bisa maju dan mendukung pertumbuhan ekonomi," ucapnya.

Lebih lanjut, Raja Sapta mengaku khawatir jika nantinya ekonomi kreatif menjadi badan tersendiri maka kebijakannya akan terpecah-pecah. "Itu sebetulnya jadi tantangan baru juga. Tapi di tahun depan hal ini akan tetap kami kritisi," ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo memastikan akan membentuk Badan Ekonomi Kreatif sebagai keseriusan pemerintah menggarap ekonomi kreatif. Pada pemerintahan sebelumnya, ekonomi kreatif masuk dalam Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Jokowi memastikan pembentukan badan tersebut dalam satu bulan ke depan. Dia juga meyakinkan masyarakat bahwa badan tersebut akan bertanggung jawab langsung kepada presiden. [ardi]

BERITA TERKAIT

Harapan Ekonomi 2018 Tertuju pada Investasi

Oleh: Satyagraha Badan Pusat Statistik telah merilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2017 sebesar 5,07 persen (yoy) atau merupakan yang…

Tol Sumatra dan Pertumbuhan Ekonomi Regional

Oleh: Eddy Cahyono S,  Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden Strategi pembangunan ekonomi suatu bangsa sangat erat kaitannya dengan grand design…

Jokowi : Ekonomi Indonesia pada Jalur Benar - Sri Mulyani Diganjar Menteri Terbaik Dunia

    NERACA   Jakarta - Presiden Joko Widodo menyatakan penghargaan kepada Menkeu Sri Mulyani Indrawati sebagai menteri keuangan terbaik…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Proyek Kereta Cepat Diperkirakan Rampung 2020

      NERACA   Jakarta - Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan pembangunan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung membutuhkan waktu pengerjaan…

Indonesia Belum Miliki Cadangan BBM Nasional

      NERACA   Jakarta - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengusulkan harus adanya pengadaan…

CEPA Jangan Batasi Kebijakan Pemerintah Kelola Ekonomi

    NERACA   Jakarta - Perjanjian Kemitraan Komprehensif yang sedang dibahas antara Republik Indonesia dan Uni Eropa, yang kerap…