FKUI Ujung Tombak Riset Kedokteran di Indonesia

Sabtu, 13/12/2014

Semenjak berdirinya Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) pada tahun 1950, FKUI sudah menjadi andalan Indonesia dan sebagai pelopor Rumah Sakit (RS) salah satu Universitas dibidang kedokteran.

NERACA

Keberhasilan FKUI sebagai Universitas yang mengedepankan Pendidikan dan Riset Kedokteran telah menorehkan penemuan-penemuan dibidang kedokteran diantaranya, penemuan teknik pemeriksaan kuman penyakit TBC oleh Dr Tan Thiam Hok, penemuan jenis parasit penyebab penyakit kaki gajah yang khas hanya di Indonesia oleh Prof Dr Sri Oemijati.

Sedangkan Prof. Poorwosoedarmo yang menemukan menu 4 sehat - 5 sempurna, pemisahan bayi kembar dengan selamat oleh Prof Padmosantjojo, penggunaan stem cell untuk pengobatan penyakit jantung oleh prof T.Santoso, dan masih banyak lainnya yang sangat banyak untuk disebut satu persatu.

Dari hasil penemuan ini, FKUI sudah melakukan hak paten dan HAKI dalam bentuk obat, alat kesehatan, software dan guideline tata laksana penanggulangan penyakit. Semua hasil penemuan ini sudah diperkenalkan dari dalam negeri dan luar negeri sudah mengakui ini.

Keberhasilan yang sudah didapat oleh FKUI tak merasa puas diri untuk terus melakukan penemuan-penemuan baru dibidang kedokteran, hal ini bisa dilihat dari FKUI akan melakukan integrasi pusat pelayanan dan pendidikan kedokteran sebagai fondasi yang kokoh untuk meningkatkan kualitas pendidikan, pelayanan maupun riset kedokteran Indonesia ke depan.

Dekan FKUI, Dr. Ratna Sitompul, SpM(K) mengatakan, sebagai langkah awal, dilakukan integrasi seluruh sumber daya yang dimiliki FKUI, dengan membangun Academic Health System (AHS) Universitas Indonesia. AHS UI ditetapkan oleh keputusan bersama Menkes dan Mendikbud, yang mencakup satu Fakultas Kedokteran (FKUI) dan 9 rumah sakit pendidikan (RSCM, RSUI, RSHK, RSKD, RSF, RSP, RSPI, RS PON, RSAB) yang diproyeksikan untuk menjadi kekuatan besar dalam menciptakan pelayanan kedokteran dan kesehatan yang paripurna atau outstanding service.

“AHS UI diproyeksikan juga akan memiliki kekuatan luar biasa untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan riset kedokteran di Indonesia di masa mendatang. Betapa tidak, dengan didukung oleh ribuan dokter spesialis yang berkualitas dan jumlah pasien yang sangat banyak di ke-9 RS AHS UI, tentu akan menjadikan AHS UI sebagai center of excellence di bidang pelayanan, pendidikan dan riset kedokteran di Indonesia,” cetus Dr. Ratna Sitompul di FKUI Salemba.

Dr. Ratna mengatakan, pagelaran riset kedokteran di Indonesia yang dilakukan oleh FKUI bertujuan untuk mengenalkan dan mendekatkan hasil-hasil riset FKUI kepada masyarakat, lembaga penelitian, pemerintah maupun industri.

“Kami berharap pagelaran ini akan makin meningkatkan motivasi para peneliti FKUI serta meningkatkan peran kemitraan antara Universitas, pemerintah, masyarakat dan swasta/industri dalam riset kedokteran,” pungkasnya.

Menurut Dr. Ratna FKUI akan memfokuskan diri pada berbagai penelitian yang berorientasi pasar, yaitu penelitian- penelitian yang berbasis pada berbagai masalah yang timbul di masyarakat, sehingga nantinya hasil penelitian tersebut dapat memecahkan berbagai masalah di masyarakat secara konkret.

Sebut saja misalnya saat ini FKUI mengembangkan sistem tele-medicine di bidang ultrasonografi yang akan berkontribusi terhadap penurunan angka kematian ibu di Indonesia, pengembangan terapi stem cell pada pasien cedera medula spinalis yang mengalami kelumpuhan, serta pengembangan vaksin penyakit infeksi seperti DHF, HIV dan Tuberkulosis yang diyakini akan sangat bermanfaat menurunkan angka kejadian penyakit infeksi di Indonesia.

Topik Terkait

ui ahs