BTN Bayar Bunga Obligasi Rp 39,5 Miliar

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) akan membayar bunga obligasi gross sebesar Rp39,5 miliar. Adapun pembayaran itu terdiri dari bunga neto Rp38.141.200.000 dan pajak bunga Rp1.358.800.000. Ini merupakan pembayaran bunga ke-10 obligasi berkelanjutan I BTN Tahap I Tahun 2012.

Dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (8/12) disebutkan, jumlah obligasi yang tercatat sebesar Rp2.000.000.000.000 dengan bunga sebesar 7,9% per tahun dan jumlah pemegang obligasi yang berhak atas bunga sebanyak 71 pihak. Pada kuartal tiga tahun ini, Bank BTN mengalami penurunan laba bersih sebesar 28,09% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Direktur Utama BTN Maryono pernah bilang, perseroan mengalami penurunan laba bersih menjadi Rp 755 miliar dari laba bersih akhir September 2013 sebesar Rp 1,05 triliun. Dijelaskan, penurunan ini bersumber dari pengetatan likuiditas. Di sisi lain, beban operasional membengkak.

Kenaikan biaya dana, salah satunya digunakan untuk membayar bunga simpanan nasabah sepanjang September 2013-September 2014 mencapai 11%. Namun, tidak diimbangi oleh pendapatan bunga dari pemberian kredit,”Dana pihak ketiga sepanjang sembilan bulan terakhir mengalami kenaikan. Namun tidak dibarengi dengan peningkatan bunga KPR bersubsidi. Bunga KPR non subsidi memang naik, namun angkanya tidak drastis dibandingkan dengan biaya dana yang harus dikeluarkan untuk bunga deposito," jelas Maryono.

Lebih lanjut Maryono menguraikan, perseroan juga meningkatkan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) dari Rp 325 miliar pada September 2013, menjadi Rp 490 miliar per September 2014. Meski mengalami penurunan pertumbuhan laba bersih, namun rasio kredit bermasalah alias non performing loan (NPL) BTN mengalami penurunan. NPL gross BBTN pada triwulan III-2014 menjadi 4,85% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 4,88%. (bani)

BERITA TERKAIT

BTN Telah Kucurkan KPR Rp230,2 triliun

  NERACA   Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-41 Kredit Pemilikan Rumah…

Kebijakan Suku Bunga Bakal Dipengaruhi Dolar

    NERACA   Jakarta - Kebijakan suku bunga nasional mendatang dinilai sangat dipengaruhi nilai penguatan mata uang dolar Amerika…

Manulife Sebut Pasar Obligasi Masih Positif

  NERACA   Jakarta - PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) memandang beberapa faktor positif dari domestik masih akan terus…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Desa Nabung Saham Hadir di Monokwari

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mencanangkan "Desa Nabung Saham" di wilayah Kabupaten Manokwari, Papua Barat,”Desa Nabung Saham akan dibentuk…

BEI Suspensi Perdagangan Saham MNCN

Mengendus adanya transaksi yang mencurigakan melalui Nomura Sekuritas Indonesia, PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) mengajukan penghentian sementara (suspensi) perdagangan…

Link Net Targetkan 150 Ribu Pelanggan

Kebutuhan jaringan internet di Indonesia memacu PT Link Net Tbk (LINK) gencar ekspansi jaringan. LINK optimistis bisa memenuhi target 2,8…