Hipmi Desak Jokowi “Rebut” DHE Orang Kaya Indonesia

NERACA

Jakarta - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia mengapresiasi ketegasan pemerintah menenggelamkan kapal-kapal asing yang kedapatan mencuri ikan di laut Indonesia.Pasalnya, pencurian itu telah berlangsung lama dan merugikan negara sampai ratusan triliun rupiah.

Tak hanya itu, Hipmi juga meminta pemerintah “merebut” Devisa Hasil Ekspor (DHE) maupun dana orang kaya asal Indonesia yang di parkir di Singapura. “Kami mendesak agar ratusan hingga ribuan triliun rupiah DHE komoditas, tambang, serta minyak dan gas yang di parkir di luar negeri, terutama Singapura, ditarik dan disimpan ke bank lokal BUMN (Badan Usaha Milik Negara) di dalam negeri,” ujar Ketua Hipmi Bidang Infrastruktur Bahlil Lahadalia, di Jakarta, Senin (8/12).

Bahlil mengatakan, tidak adil bila DHE yang jelas-jelas merupakan hasil eksploitsi dari kekayaan Indonesia malah diparkir dan dinikmati oleh negara tetangga. DHE ini sebaiknya diparkir di bank pemerintah dan dapat bermanfaat untuk membantu likuiditas bank BUMN dalam melakukan pembiayaan pembangunan infrastruktur.

Calon Ketua Umum Hipmi ini juga menegaskan bahwa landasan hukum untuk menarik DHE ini sudah tersedia. Hanya saja implementasinya yang sangat lemah.“Kalau kita lihat aturannya sudah ada, tapi implementasinya lemah. Padahal ini penting untuk memperkuat devisa kita dan memperkuat likuiditas perbankan pemerintah untuk membiayai infrastruktur,” ujar Bahlil.

Sebelumnya, Bank Indonesia merilis aturan DHE melalui Peraturan Bank Indonesia No. 13/20/PBI/2011. Di sana bank sentral mewajibkan eksportir menerima melalui bank nasional. Dengan kebijakan tersebut, devisa hasil ekspor hanya bisa disimpan di bank yang berbadan hukum Perseroan Terbatas. Sebaliknya, bank diluar negeri akan dilarang untuk mengelola devisa hasil ekspor dalam negeri.

Tujuannya, agar devisa hasil ekspor masuk kembali ke Indonesia dan tidak terparkir di luar negeri. Namun, aturan ini kemudian berjalan tidak efektif. Pasalnya, BI belum menerapkan peraturan ini dengan tegas. Bahlil yakin Pemerintahan Jokowi-JK akan mampu menerapkan aturan ini.

”Dari keberanian pak Jokowi, kita optimistis aturan ini akan diimplementasikan. Sayang, banyak devisa kita terbuang di luar negeri, padahal yang diekspor sumber daya alam kita, terus negara lain yang nikmati,” kata Bahlil.

Singapura masih merupakan negara paling aman dan strategis menampun DHE Indonesia. Tak hanya DHE, negara ini juga tempat yang paling aman untuk menyimpan kekayaan orang Indonesia. Bukan jumlah kecil, diperkirakan dana milik perusahaan dan orang Indonesia yang ada di Singapura saat ini sekitar US$140 miliar atau sekitar Rp1.441 triliun. [ardi]

BERITA TERKAIT

Insiden Surabaya : Momentum Bangsa Indonesia Memiliki Satu Musuh Bersama

    Oleh : Teguh Wibowo, Peneliti di Lembaga Studi Informasi Strategis Indonesia (LSISI) Setelah aksi penyanderaan di Markas Komando…

Legislator: Peluang Ekspor Indonesia Kian Besar

NERACA Jakarta – Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Dito Ganinduto melihat adanya peluang yang semakin besar bagi para eksportir…

Upaya Smesco Indonesia Melawan Produk China

Upaya Smesco Indonesia Melawan Produk China NERACA Jakarta - Inisiasi Direktur Utama Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan Usaha Kecil Menengah…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Bappenas : Asian Games 2018 Harus Bebas dari Teror

      NERACA   Jakarta - Asian Games ke-18 yang akan berlangsung pada tanggal 18 Agustus - 2 September…

Konsumsi Premium Di Jawa Madura dan Bali Turun 50%

    NERACA   Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat bahwa konsumsi bahan bakar minyak (BBM)…

BPK Jadi Auditor Anti Korupsi Internasional

    NERACA   Jakarta - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI kembali menerima mandat sebagai auditor Akademi Anti Korupsi International…