"Culinary Cinema"Jakarta International Film Festival 2014

Jakarta International Film Festival(JIFFest) 2014 kembali menghadirkan Open Air Cinema yang berlangsung pada 5 - 6 Desember 2014. Acara tersebut dimulai pukul 18.00 WIB dengan dua sesi pemutaran film setiap harinya di Taman Lapangan Banteng Jakarta Pusat. Meskipun demikian, pengunjung sudah memenuhi dan hadir sejak siang hari untuk mencicipi makanan dari beberapafoodtruck. Untuk menyaksikan acara ini pengunjung cukup memberikan donasi ke dalam kotak khusus.

Meski mengangkat tema “Culinary Cinema” (Sinema Kuliner) namun tidak semua film yang diputar dalam acara terbuka JIFFest itu bercerita tentang makanan. Film yang ditayangkan dalam acara gratis dan terbuka untuk umum itu meliputi kompilasi film pendek berjudul “2B” yang disutradarai Yuanita Puspitasari dan film “Vampire” yang disutradarai Fitro Dizianto. Kedua film ini membuka hari pertama Open Air Cinema pukul 19.00 WIB. Dilanjutkan film India berjudul Bhaag Milkha Bhaag dengan sutradara Rakeysh Omprakash Mehra.

Hari kedua ikut diputar film Spanyol karya sutradara Oscar Santos berjudul “Zip&Zap and The Marble Gang” ditayangkan pukul 18.30 WIB. Setelah itu, film Taiwan berjudul “Zone Pro Site: The Movable Feast karya sutradara Yu-Hsun Chen” menutup Open Air Cinema 2014.

Open Air Cinema adalah rangkaian acara JIFFest yang tahun ini dimulai dengan acara Road to JIFFest di 10 kampus dan diikuti dengan berbagai acara termasuk Indonesia Filmmakers Gathering 2014 yang dihadiri sutradara, produser, dan aktor Indonesia serta penayangan dan diskusi film. Open Air Cinema menggunakan layar dengan ukuran 12mx6m dan panitia menyiapkan 1.000 kursi penonton termasuk bangku auditorium Taman Lapangan Banteng.

Sementara JIFFest sendiri merupakan salah satu film festival besar berskala internasional. Event ini didirikan oleh Shanty Harmayn dan Natacha Devillers pada 1999 dimana di tahun itu pula JIFFest pertama kali diadakan selama delapan hari dari 20 - 28 November 1999. JIFFest diharapkan dapat menginspirasi dan menjadi jembatan antara sineas Indonesia dengan luar negeri.

BERITA TERKAIT

HIPMI Inginkan Jakarta Lebih Baik - Punya Gubernur Baru

    NERACA   Jakarta - Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Jakarta Raya (BPD Hipmi Jaya) mengharapkan Gubernur…

Perpres No 191/2014 Tentang BBM Minta Direvisi

  NERACA Jakarta - Pengamat Energi yang juga Direktur Puskepi, Sofyano Zakaria mendesak Perpres No. 191/2014 tentang Penyedian, Pendistribusian dan…

Selamat Datang Pemimpin Baru Jakarta

Oleh: Susylo Asmalyah Gedung Balaikota Jakarta mulai berbenah karena terlihat panitia dan segala perangkat telah bersiap menyambut kedatangan Gubernur dan…

BERITA LAINNYA DI WISATA INDONESIA

Galeri Nasional Pamerkan Karya Seni Rupa Pascareformasi

Galeri Nasional Indonesia bekerjasama dengan Japan Foundation Asia Center menyelenggarakan pameran "Resipro(vo)kasi: Praktik Seni Rupa Terlibat di Indonesia Pascareformasi" pada…

Prosesi Sedekah Laut di Cilacap dihadiri Ribuan Orang

Ribuan orang dari berbagai wilayah di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, menyaksikan prosesi sedekah laut yang merupakan tradisi budaya nelayan setempat…

Jogja Street SculptureProject 2017 Hadirkan 54 Karya Patung

Jogja Street Sculpture Project (JSSP) 2017 akan digelar di Kawasan Kotabaru, Yogyakarta, dengan menghadirkan sebanyak 54 karya patung dari 50…