18 Grup Ramaikan Festival Teater Jakarta 2014

Festival Teater Jakarta 2014 akan kembali digelar pada Taman Ismail Marzuki. Acara tersebut akan berlangsung pada 5-15 Desember 2014. Festival Teater Jakarta telah diselenggarakan sejak 1973 dan konon merupakan festival teater terlama di Indonesia. Acaranya akan menghadirkan 18 grup teater yang unjuk kebolehan di panggung Teater Kecil dan Teater Luwes.

Event seni yang digelar untuk ke-42 kalinya tersebut, kali ini akan mengambil tema "Bebas". Melalui tema itu, dimaknai bahwa ‘bebas’ akan luas, kebebasan tidak hanya kebebasan tetapi juga harapan. Acara ini bukan sekedar perlombaan teater melainkan juga merupakan refleksi dari pencapaian setiap kelompok dalam mengembangkan teater.

Beberapa kelompok teater yang akan tampil antara lain Sindikat Aktor Jakarta, Teater Lugas, Teater SNEPTU, dan Komunitas Ranggon Sastra. Selain itu, ada juga grup Bumi Kalamantra, Teater Indonesia, Teater 21 April, Teater Merah Maroon, Teater Galaxy, Teater el-Nama, Teater Samudra Indonesia, Teater baRu, Sketsa Act, Teater Fatima, Teater Nonton, Teater Hijau 51, Teater Alamat, dan Teater Ghanta.

Peserta nantinya akan memperebutkan beberapa kategori. Di antaranya adalah: grup terbaik 1 sampai 3, naskah asli drama tebaik, sutradara, musik, tim artistik, aktris, aktor, aktris pembantu, dan aktor pembantu terbaik.

Kota Jakarta sendiri merupakan satu-satunya kota di Indonesia yang mengurus dunia perteaterannya dengan serius dan terpola. Hal tersebut dapat dilihat tidak saja dari infrastruktur yang cukup representatif untuk pertunjukan bertaraf internasional namun juga pola pembinaan dan pengembangan kelompok-kelompok teater amatir yang berjalan sistematis dan berkesinambungan.

Dalam melaksanakan pola pembinaan perteateran Komite Teater Dewan Kesenian Jakarta bekerja bersama dengan asosiasi-asosiasi teater di lima wilayah DKI Jakarta dan didukung oleh pihak pemerintah provinsi DKI Jakarta dalam hal ini Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta.

Festival Teater Jakarta 2014 akan dibuka dengan penampilan Teater Stasiun dan ditutup pertunjukan tari dari koreografi Yola Yulfianti. Ada juga workshop teater dan sajian presentasi hasil riset dua kelompok teater berjudul “Kota yang Tenggelam”.

BERITA TERKAIT

HIPMI Inginkan Jakarta Lebih Baik - Punya Gubernur Baru

    NERACA   Jakarta - Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Jakarta Raya (BPD Hipmi Jaya) mengharapkan Gubernur…

Perpres No 191/2014 Tentang BBM Minta Direvisi

  NERACA Jakarta - Pengamat Energi yang juga Direktur Puskepi, Sofyano Zakaria mendesak Perpres No. 191/2014 tentang Penyedian, Pendistribusian dan…

Selamat Datang Pemimpin Baru Jakarta

Oleh: Susylo Asmalyah Gedung Balaikota Jakarta mulai berbenah karena terlihat panitia dan segala perangkat telah bersiap menyambut kedatangan Gubernur dan…

BERITA LAINNYA DI WISATA INDONESIA

Galeri Nasional Pamerkan Karya Seni Rupa Pascareformasi

Galeri Nasional Indonesia bekerjasama dengan Japan Foundation Asia Center menyelenggarakan pameran "Resipro(vo)kasi: Praktik Seni Rupa Terlibat di Indonesia Pascareformasi" pada…

Prosesi Sedekah Laut di Cilacap dihadiri Ribuan Orang

Ribuan orang dari berbagai wilayah di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, menyaksikan prosesi sedekah laut yang merupakan tradisi budaya nelayan setempat…

Jogja Street SculptureProject 2017 Hadirkan 54 Karya Patung

Jogja Street Sculpture Project (JSSP) 2017 akan digelar di Kawasan Kotabaru, Yogyakarta, dengan menghadirkan sebanyak 54 karya patung dari 50…