AEI Tolak Kenaikan Biaya Tahunan - Dinilai Jadi Hambatan

NERACA

Bali –Keputusan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) yang tetap bakal menaikkan biaya tahunan atau annual listing fee hingga Rp 250 juta di tahun 2015, menuai penolakan dari Asosiasi Emiten Indonesia (BEI) yang menilai punggutan tersebut terlalu memberatkan.

Ketua Umum Asosiasi Emiten Indonesia (AEI), Franciscus Welirang mengatakan, pihaknya keberatan terkait rencana kenaikan biaya tahunan atau annual listing fee yang dinilai menghambat pengembangan jumlah emiten di pasar modal,”Sangat keberatan. Fee tahunan di bursa mau dinaikkan, saya nggak tahu dasarnya apa,”ujarnya di Bali, kemarin.

Dia bilang, bursa di luar negeri saja tidak ada pemberlakuan biaya tahunan kepada emiten dan di Indonesia sebaliknya bakal menaikkan biaya tersebut yang justru membebani emiten dan terlebih emiten sudah di bebankan biaya atas iuran Otoritas Jasa Keuangan (OJK),”Di luar negeri pungut iuran begitu tidak ada. Ini gara-gara OJK ada iuran, bursa jadi ikutan. Kalau listing fee yang dibayar sekali saat listing saja, itu wajar sekali, tapi kalau tahunan nggak wajar, apalagi dinaikkan, makin nggak ada emitennya nanti. Gayanya BEI sudah kayak gayanya OJK. Ujung-ujungnya emiten yang sengsara,”tandasnya.

Terkait hal itu, Franky mengaku, pihaknya telah melayangkan surat keberatan kepada BEI untuk mengkaji kembali aturan tersebut. Namun, BEI tetap pada pendiriannya untuk menaikkan biaya tahunan emiten di tahun depan,”Kita sudah kirim surat keberatan 2 kali Februari dan November. Kita minta supaya lebih soft untuk ditinjau lagi. Jawaban bursa, tetap diberlakukan,”kata Ishaka Yoga, Sekretaris Asosiasi Emiten Indonesia.

Direktur Utama BEI, Ito Warsito mengungkapkan, pihaknya bakal menerapkan kenaikan biaya tahunan atau annual listing fee, nilainya hingga Rp 250 juta mulai tahun depan. Kenaikan ini dilakukan, karena biaya tahunan para emiten di pasar modal yang tidak naik dalam 14 tahun.

Disebutkannya, kebijakan kenaikan biaya tahunan emiten sudah tertuang dalam peraturan BEI tanggal 30 Januari 2014,”Annual listing fee naik mulai tahun depan. Aturannya sudah ada 30 Januari 2014. Kita akan mulai penagihan di 2015. Bursa dari tahun 2001 tidak pernah menaikkan biaya tahunan, sudah 14 tahun,"jelasnya.

Ito menjelaskan, sebelumnya, maksimum biaya tahunan ditarik sebesar Rp 150 juta untuk batas atas. Penarikan biaya tahunan dihitung berdasarkan nilai kapitalisasi pasar sebuah perusahaan."Sebelumnya maksimum Rp 150 juta, peraturan baru naik jadi Rp 250 juta, mulai berlaku 2015. Perhitungannya berdasarkan kapitalisasi pasar, paling tinggi hanya bayar Rp 250 juta saja," kata Ito.

Dia menilai, kebutuhan investasi BEI sebagai otoritas pasar modal setiap tahun selalu naik, ini menjadi salah satu pertimbangan untuk menerapkan kenaikan biaya tahunan kepada para emiten di pasar modal Indonesia,”Kebutuhan investasi BEI juga kan meningkat," tegasnya. (bani)

BERITA TERKAIT

Rencanakan Divestasi Saham - Vale Indonesia Matangkan Transaksi Dengan Inalum

NERACA Jakarta – Setelah pertemuannya dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di istana September lalu mendapatkan dukungan soal rencana divestasi, kini…

Ketapatan Laporan Keuangan - BEI Catatkan 12 Emiten Belum Rilis Keuangan

NERACA Jakarta – Meskipun kepatuhan dan kedispilinan emiten dalam penyampaian laporan keuangan terus meningkat, namun pihak PT Bursa Efek Indonesia…

Adaro Eksplorasi Tambang di Tutupan dan Paringin

NERACA Jakarta – PT Adaro Energy Tbk (ADRO) akan melanjutkan pengeboran di area Tutupan dan Paringin pada bulan ini. Dalam…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Gandeng Kerjasama HIPMI - ModalSaham Siap Bawa Perusahaan IPO

NERACA Jakarta – Dukung pertumbuhan industri pasar modal dengan mengajak pelaku usaha go public, ModalSaham sebagai perusahaan starup akan menggandeng…

Produksi Nikel Vale Indonesia Terkoreksi 6,81%

NERACA Jakarta –Besarnya potensi kenaikan permintaan nikel di pasar, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) terus memacu produksi nikel, meskipun di…

Progres Pabrik di Sumses Capai 30% - Buyung Poetra Perbesar Kapasitas Produksi Beras

NERACA Jakarta – Meskipun tengah dihadapkan pada kondisi musim kemarau yang berkepanjangan, emiten produsen beras PT Buyung Poetra Sembada Tbk…