Alam Karya Suplai Batu Bara Beringin Jaya

PT Alam Karya Unggul Tbk (AKKU) telah melakukan tanda tangan perjanjian suplai batu bara dengan PT Beringin Jaya Abadi melalui pembayaran uang muka sebesar US$ 3,6 juta atau setara Rp43,2 miliar (Rp12.000/USD). Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Presiden Direktur AKKU, Bambang Adhi Pratomo mengatakan, penandatangan kedua perusahaan telah berlangsung pada hari ini yaitu tanggal 5 Desember 2014,”Sehubungan perjanjian tersebut, perseroan telah membayar uang muka untuk jaminan suplai batubara sebesar US$ 3,6 juta,”ujarnya.

Adapun jumlah tersebut untuk memenuhi suplai sebanyak 2,5 juta metrik ton batubara. Perjanjian ini berlaku untuk jangka waktu selama setahun terhitung tanggal 5 Desember 2014 hingga 5 Desember 2015,”Kami berpendapatan bahwa perjanjian suplai batu bara ini bukan merupakan transaksi afilasi dan bukan merupakan transaksi material,”kata Bambang. (bani)

BERITA TERKAIT

Pendapatan Toba Bara Tumbuh 43,95%

Di kuartal tiga 2018, PT Toba Bara Sejahtra Tbk (TOBA) membukukan pendapatan sebesar US$ 304,10 juta, naik 43,95% dari periode…

Trada Alam Bukukan Laba US$ 6,65 Juta

PT Trada Alam Minera (TRAM) pada kinerja kuartal III-2018 mencatatkan kenaikan tajam pada pertumbuhan pendapatan. Dengan begitu, perusahaan perkapalan ini…

Perdana Karya Raup Untung Rp 24,70 Miliar

NERACA Jakarta – Perusahaan konstruksi, PT Perdana Karya Perkasa Tbk (PKPK) membukukan laba bersih hingga kuartal III-2018 sebesar Rp 24,70 juta.…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BSDE Serap Belanja Modal Rp 2,4 Triliun

NERACA Jakarta - Selain penjualan tumbuh 12% di kuartal tiga 2018, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) juga mengungkapkan telah…

Laba Bersih Tower Bersama Turun 4,10%

PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) mencetak laba bersih yang didistrisbusikan kepada entitas induk di kuartal III 2018 sebesar Rp…

PGN Bukukan Untung Rp 3,21 Triliun

NERACA Jakarta – Sepanjang kuartal tiga 2018, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) membukukan pertumbuhan laba melesat tajam 122,79%. Dimana…