Produksi Minyak Medco Bakal Stagnan

PT Medco Energi International Tbk (MEDC) menargetkan akan memproduksi sebesar 60.000 barel setara minyak per hari (BOEPD) pada 2015, atau stagnan dibandingkan proyeksi akhir tahun ini di level yang sama,”Target kita sekitar itu. Tetap 60.000 boepd saja. Apalagi tren harga minyak masih turun," kata Direktur Utama (Dirut) PT Medco E & P Indonesia, Frilla B. Yaman di Jakarta, kemarin.

Frilla menjelaskan, produksi Medco hingga akhir tahun ini diperkirakan sekitar 60.000 boepd yang terdiri dari 43.000 boepd dari blok yang dikelola di dalam negeri. Sedangkan sisanya 17.000 boepd diproduksi di luar negeri. Oleh karena itu, lanjutnya, tren pengelolaan minyak dan gas oleh operator ke depan akan menggunakan pola seefisien mungkin. "Istilahnya, akan kencangkan ikat pinggang sama-sama," katanya.

Frilla juga menjelaskan, belanja modal (capital expenditur/capex) 2015 tetap berada di kisaran US$ 400-500 juta. Sementara Sekretaris Perusahaan PT Medco Energi International Tbk, Imron Gazali menyebut, Medco mengoperasikan dan mengelola 14 blok di dalam negeri dan enam blok di luar negeri. "Enam blok di luar negeri itu seperti di Papua Nugini, Oman, AS, Yamen, Tunisia, Tunisia, Libia dan Oman," katanya.

Kontirbusi Medco terhadap negara yang bersumber dari hasil minyak dan gas serta pajak selama 13 tahun terakhir sekitar US$ 11,1 miliar atau sekitar US$ 1 miliar per tahun. Pada bagian lain, Imron menyebutkan, pihaknya berharap dapat mengelola kembali Blok Kampar, setelah pada 2013 blok itu diserahkan ke pemerintah. "Saat ini kami mendapatkan penugasan sementara hingga masa transisi selesai pada 1 Desember 2015," katanya.

Imron mengaku, blok itu sudah mampu memproduksi 1.700 boepd/ "Itu sudah bagus karena di blok itu adalah lapangan lama," kata dia. (bani)

BERITA TERKAIT

Mandiri Investasi Bakal Rilis Tiga KIK EBA - Targetkan Dana Kelola Tumbuh 20%

NERACA Jakarta – Tahun depan, PT Mandiri Manajemen Investasi (Mandiri Investasi) menargetkan pertumbuhan total dana kelolaan atau asset under management…

DWGL Kejar Produksi 8 Juta Ton Batu Bara - Pasok Permintaan PLN

NERACA Jakarta – Resmi mencatatkan saham perdananya di pasar modal pada perdagangan Rabu (13/12), PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL)…

GJTL Genjot Produksi Jadi 3.500 Ban Perhari - Permintaan Ban TBR Meningkat

NERACA Jakarta - Mengandalkan pasar ekspor dalam menggenjot pertumbuhan penjualan, PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) terus meningkatkan kapasitas produksi dan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Desa Nabung Saham Hadir di Monokwari

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mencanangkan "Desa Nabung Saham" di wilayah Kabupaten Manokwari, Papua Barat,”Desa Nabung Saham akan dibentuk…

BEI Suspensi Perdagangan Saham MNCN

Mengendus adanya transaksi yang mencurigakan melalui Nomura Sekuritas Indonesia, PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) mengajukan penghentian sementara (suspensi) perdagangan…

Link Net Targetkan 150 Ribu Pelanggan

Kebutuhan jaringan internet di Indonesia memacu PT Link Net Tbk (LINK) gencar ekspansi jaringan. LINK optimistis bisa memenuhi target 2,8…