Saham BUMI Masuk Pengawasan OJK

Terus anjloknya harga saham Grup Bakrie menuai khawatiran dari investor. Kondisi ini langsung disikapi serius Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang akan terus mengawasi segala yang ada di pasar, “Tidak ada pengawasan khusus untuk saham Grup Bakrie, karena kita akan mengawasi secara menyeluruh baik soal nilai saham yang turun dan penyebabnya,”kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan, Nurhaida di Bali, kemarin.

Menurutnya, pengawasan khusus akan dilakukan sepanjang aksi korporasi yang dilakukan manajemen Grup Bakrie diduga adan indikasi terhadap pelanggaran. Kemudian soal PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang diduga gagal bayar, kata Nurhaida, pihaknya sudah mengkomunikasikan dengan manajemen BUMI dan tinggal menunggu hasilnya dan klarifikasinya.

Sementara menurut analis pasar modal dari PT Astronacci Internasional, Gema Merdeka, memburuknya saham perusahaan-perusahaan Grup Bakrie yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dikarenakan masing-masing perseroan tidak menerapkan tata kelola perusahaan dengan baik,”Para pemimpin perusahaan yang tergabung dalam grup Bakrie merupakan penyebab utama hilangnya kepercayaan investor dan bukan karena sektor atau bisnis yang dijalankannya,”ujarnya.

Dia menjelaskan, seharusnya jika emiten mencari modal darimarketjagalah kepercayaan masyarakat dan jangan membuatcorporate governanceyang tidak benar. Oleh karena itu, dirinya berharap seluruh direksi yang ada di perusahaan grup Bakrie diganti oleh orang-orang yang lebih mampu membangun kepercayaan investor.

Dia menilai, hilangnya kepercayaan investor terlihat dari aksi korporasi yang dilakukan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) saat melakukan penerbitan saham baru, tetapi tidak ada yang membeli saham tersebut,”Investor kurang percaya dengan BUMI. Sekarang tuh investor sudah terkoneksi dengan dunia luar. Mereka sudah bisa menilai. Jadi, harus ada transformasi besar-besaran,”tandasnya. (bani)

BERITA TERKAIT

PTBA Berharap Masuk Daftar Indeks MSCI - Market Cap Tumbuh Besar

NERACA Jakarta – Kembali boomingnya bisnis pertambangan batu bara, diharapkan membawa dampak pada pertumbuhan bisnis dan kinerja PT Bukit Asam…

Transaksi Saham di NTB Tetap Tumbuh

Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Mataram, Nusa Tenggara Barat, I Gusti Bagus Ngurah Putra Sandiana menyatakan, transaksi pembelian saham…

BEI Ingatkan Soal Aturan Free Float Saham - Siapkan Sanksi Tegas

NERACA Jakarta - Meskipun meleset dari target, pihak PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengingatkan emiten untuk memenuhi kewajiban aturan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Transaksi Saham di NTB Tetap Tumbuh

Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Mataram, Nusa Tenggara Barat, I Gusti Bagus Ngurah Putra Sandiana menyatakan, transaksi pembelian saham…

Tawarkan Harga Rp 190-230 Persaham - HK Metals Bidik Dana IPO Rp 337,33 Miliar

NERACA Jakarta -PT HK Metals Utama menawarkan harga saham perdana antara Rp 190-230 per saham. Nantinya, dana  hasil IPO akan…

Siapkan Sanksi Tegas - BEI Ingatkan Soal Aturan Free Float Saham

NERACA Jakarta - Meskipun meleset dari target, pihak PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengingatkan emiten untuk memenuhi kewajiban aturan…