Akhir Tahun, Reksa Dana Masih Menguat

Manfaatkan Window Dressing

Senin, 08/12/2014

NERACA

Jakarta –Jelang tutup tahun yang tinggal menghitung hari, PT Infovesta Utama optimistis bahwa industri reksa dana di akhir tahun ini masih dapat menguat dibanding akhir November. Kata riset analis PT Infovesta Utama Yosua Zisokhi, penguatan tersebut terutama terjadi di pasar saham karena didorong oleh aksi window dressing,”Namun memang pasar reksa dana, baik saham, campuran maupun pendapatan tetap memiliki tantangan dari kenaikan inflasi akibat imbas pengurangan subsidi BBM (bahan bakar minyak),”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Menurut dia, jika inflasi kembali meningkat dan Bank Indonesia (BI) kembali mengerek tingkat suku bunga (BI rate), maka ada peluang terjadi koreksi dari ketiga jenis reksa dana tersebut. Kendati demikian, aksi window dressing di akhir tahun dapat mendorong pasar saham untuk kembali menguat. Sentimen-sentimen tersebut juga akan mempengaruhi kinerja reksa dana.

Infovesta memproyeksikan imbal hasil (return) reksa dana hingga akhir tahun ini untuk reksa dana saham sekitar 22,8%-25,8%, reksa dana campuran sekitar 15,4%-18%, dan reksa dana pendapatan tetap sekitar 5,8%-8,3%.

Sementara untuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih memiliki potensi untuk menyentuh level 5.340 pada penghujung tahun ini seiring membaiknya kondisi ekonomi dan politik di Tanah Air,”Potensi tersebut terkait sentimen mulai kembali masuknya dana asing ke pasar saham dan obligasi Indonesia yang mengisyaratkan kondisi ekonomi-politik negeri ini mulai stabil," jelasnya.

Tercatat sampai dengan 11 bulan tahun ini, total dana kelola reksa dana mencapai Rp218,44 triliun. Jumlah itu naik sekitar Rp6,17 triliun dibanding posisi akhir Oktober sebesar Rp212,27 triliun. Disebutkan, naiknya dana kelolaan reksa dana hingga akhir November 2014 didukung naiknya jumlah unit penyertaan. Pada bulan lalu, jumlah unit penyertaan reksa dana naik sekitar 2,92 miliar menjadi 136,62 miliar dibanding posisi bulan sebelumnya sebanyak 133,70 miliar.

Sementara dana kelolaan reksa dana hingga akhir bulan lalu, mayoritas masih dikontribusi dari reksa dana saham. Dana kelolaan reksa dana berbasis saham tercatat mencapai Rp95,57 triliun atau 43,27% dari total dana kelolaan reksa dana. Sedangkan, reksa dana terproteksi mengontribusi 18,91% atau senilai Rp41,76 triliun.

Posisi ketiga adalah reksa dana pendapatan tetap senilai Rp32,46 triliun atau sekitar 14,70%. Reksa dana campuran membukukan dana kelolaan sebesar Rp18,76 triliun atau 8,49% terhadap keseluruhan dana kelolaan. Reksa dana pasar uang mencatat dana kelolaan senilai Rp18,92 triliun atau 8,57%, dan reksa dana indeks Rp534,36 miliar atau 0,24%.

Sementara reksa dana syariah berbasis campuran mencatat dana kelolaan sebesar Rp1,67 triliun atau 0,78%6, reksa dana syariah berbasis terproteksi sebesar Rp1,11 atau 0,50%, reksa dana syariah berbasis saham Rp6,24 triliun atau 2,82%.

Sedangkan, reksa dana syariah berbasis indeks sebesar Rp149,35 miliar atau 0,07%, reksa dana syariah berbasis pendapatan tetap Rp394,71 miliar atau 0,18%, dan reksa dana syariah pasar uang sekitar 0,16% atau Rp361,48 miliar. (bani)