Awal Pekan, Penguatan IHSG Masih Berlanjut

Senin, 08/12/2014

NERACA

Jakarta – Derasnya aksi ambil untung di perdagangan saham Jum’at akhir pekan kemarin, menghambat laju pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) menguat lebih tajam. Namun demikian, IHSG berhasil ditutup menguat 10,834 poin (0,21%) ke level 5.187,994. Sementara Indeks LQ45 naik 1,595 poin (0,18%) ke level 893,777.

Director of Investment of PT Valbury Asia Asset Management Andreas Yasakasih mengatakan, faktor "window dressing" menjadi salah satu penopang indeks BEI,”Ada faktor 'window dressing', sebagian perusahaan pengelola investasi masih melakukan aksi beli," katanya di Jakarta, kemarin.

Kendati demikian, menurut dia, penguatan indeks BEI masih terbatas dikarenakan sebagian harga saham di BEI cenderung sudah masuk dalam area jenuh jual (overbought). Sementara Kepala Riset Woori Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada menambahkan bahwa laju IHSG tertahan oleh aksi ambil untung sebagian pelaku pasar asing di akhir pekan.

Akan tetapi, lanjut dia, saham-saham sektor perkebunan, dan aneka industri yang masih bergerak menguat mampu menopang laju kenaikan IHSG,”Mulai berbalik positifnya harga sejumlah komoditas turut memberikan imbas positif,”jelasnya.

Berikutnya, indeks BEI Senin awal pekan diproyeksikan masih akan melanjutkan penguatan terbatas. Asal tahu saja, IHSG akhir pekan banyak diburu aksi ambil untung investor. Untungnya, aksi jual ini tidak sampai membuat IHSG jatuh ke zona merah. Aksi ini terjadi di saham-saham tambang, konsumer, dan konstruksi.

Transaksi investor asing hingga sore tercatat melakukan penjualan bersih senilai Rp 737,081 miliar di seluruh pasar. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 215.861 kali dengan volume 6,032 miliar lembar saham senilai Rp 4,830 triliun. Sebanyak 141 saham naik, 152 turun, dan 95 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Merck (MERK) naik Rp 3.000 ke Rp 161.000, Astra Agro (AALI) naik Rp 975 ke Rp 24.400, Elang Mahkota (EMTK) naik Rp 700 ke Rp 6.700, dan Samudera Indonesia (SMDR) naik Rp 400 ke Rp 14.900. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Mayora (MYOR) turun Rp 725 ke Rp 22.675, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 375 ke Rp 59.575, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 325 ke Rp 18.000, dan United Tractor (UNTR) turun Rp 225 ke Rp 17.675.

Perdagangan sesi pertama, IHSG ditutup menguat tipis 9,562 poin (0,18%) ke level 5.186,722. Sementara Indeks LQ45 bertambah 1,387 poin (0,16%) ke level 893,569. Laju penguatan Indeks mulai melambat setelah mencapai titik tertingginya di 5.206. Aksi ambil untung terjadi di saham-saham yang sudah naik tinggi.

Untungnya, aksi jual ini tidak sampai membuat IHSG jatuh ke zona merah. Aksi ini terjadi di saham-saham tambang dan konstruksi. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 121.723 kali dengan volume 3,731 miliar lembar saham senilai Rp 2,717 triliun. Sebanyak 136 saham naik, 120 turun, dan 90 saham stagnan.

Pergerakan bursa-bursa regional masih seperti diawal, bergerak variatif. Beberapa bertahan di zona merah, seperti pasar saham Hong Kong dan Singapura. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Merck (MERK) naik Rp 3.000 ke Rp 161.000, Astra Agro (AALI) naik Rp 650 ke Rp 24.075, Matahari (LPPF) naik Rp 300 ke Rp 15.750, dan Elang Mahkota (EMTK) naik Rp 300 ke Rp 6.300.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 400 ke Rp 59.550, Lionmesh (LION) turun Rp 400 ke Rp 6.600, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 250 ke Rp 18.075, dan Gowa Makassar (GMTD) turun Rp 200 ke Rp 6.800.

Diawal perdagangan, IHSG dibuka naik 8,09 poin atau 0,16% menjadi 5.185,25. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak menguat 2,04 poin (0,23%) menjadi 894,22. Analis Samuel Sekuritas Tiesha Narandha Putri mengatakan bahwa sentimen positif dari dalam negeri menjadi salah satu faktor pendukung indeks BEI berada di area positif,”Dalam acara outlook ekonomi Indonesia tahun 2015, Bank Indonesia menyatakan ekonomi Indonesia dapat tumbuh lebih baik di 2015 yaitu sebesar 5,4-5,8% dibandingkan pencapain di tahun ini yang diperkiraan 5,1-5,2%,”paparnya.

Di sisi lain, lanjut dia, saham-saham sektor batu bara di BEI diperkirakan kembali mengalami penguatan seiring ekspektasi kebijakan pelonggaran ekonomi Tiongkok dan juga upayanya untuk menaikan harga jual batubara. Kebijakan itu diharapkan dapat meningkatkan impor batubara Tiongkok sehingga Indonesia yang merupakan salah satu mitra dagang mendapatkan imbas positif.

Di sisi lain, lanjutnya, menjelang akhir tahun, investor juga menanti "window dressing" yang biasanya dilakukan oleh perusahaan pengelola investasi atau "Fund Manager", Dana Pensiun dan investor besar lainnya. Tercatat bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng dibuka menguat 220,82 poin (0,93%) ke level 24.053,38, indeks Nikkei turun 46,29 poin (0,26%) ke level 17.840,92 dan Straits Times menguat 13,15 poin (0,40%) ke posisi 3.317,97. (bani)