Archi Indonesia Tunda Rencana IPO

Jumat, 05/12/2014

NERACA

Jakarta –Sejatinya sesuai rencana, perusahaan tambang emas PT Archi Indonesia bakal listing di pasar modal pada tanggal 15 Desember 2014. Namun dengan alasan kondisi marko ekonomi global dan volatilitas harga komoditas, khusunya harga emas yang belum kondusif naik menjadi alasan bagi perusahaan tambang emas milik Rajawali Grup ini menunda untuk penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO).

Kata Corporate Secretary PT Archi Indonesia, Edgar Affandi, perseroan masih melihat kondisi makroekonomi global dan volatilitas harga komoditas, khususnya harga emas,”Pada saat ini belum memberikan hasil maksimal terhadap rencana IPO dan kita tunda untuk aksi korporasi tersebut,”ujarnya dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (4/12).

Menurut Edgar, meski IPO ditunda, perseroan tetap melakukan kegiatan operasional dengan terus melakukan kegiatan penambangan dan produksi emas, fokus pada kesehatan dan keselamatan kerja serta kegiatan eksplorasi penambangan.

Dia menjelaskan, perseroan akan terus memonitor perkembangan pasar dan harga komoditas dan pada saat yang tepat saat perseroan akan kembali melakukan penawaran umum saham perdana. Sebagai informasi, PT Archi Indonesia berencana melakukan penawaran umum perdana saham dengan menawarkan harga sebesar Rp1.895-Rp2.445 per lembar saham.

Perseroan berencana melepaskan sabanyak-banyaknya 1.600.000.000 saham atau setara 40,41% dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh perseroan. Direktur Utama Archi Indonesia, Hendra Surya pernah bilang, target harga sebesar Rp1.895-Rp2.445 per lembar saham, maka perseroan bakal mendapatkan dana segar sebesar Rp3,02 triliun-Rp3,91 triliun,”Langkah besar ini guna mendukung pengembangan usaha dengan memperoleh dana segar. Di mana dalam tiga tahun dapatkan hasil kinerja yang baik, melebih ekspektasi dari pemegang saham," kata dia.

Menurut Hendra, dari dana hasil IPO yang didapatkan perseroan sebesar US$ 216,2 juta akan digunakan untuk membayar utang kepada Archipelago Resources Plc yang jatuh tempo pada 30 Desember 2014. Selain itu, sebanyak US$ 35,9 juta akan dialokasikan untuk mengakuisisi 99,98% saham PT Smart Mining Resources. Adapun sisanya akan digunakan untuk modal kerja dan keperluan perseroan serta entitas anak secara umum dalam membangun fasilitas kantor, mess, dan biaya operasional umum.

Kemudian dalam memasarkan saham perdananya, PT Archi Indonesia akan menjalankan roadshow internasional ke beberapa negara. Dijelaskan, langkah roadshow ini dilakukan dalam rangka menawarkan saham, agar saham perseroan banyak yang menyerap dari investor luar,”Roadshow dijalankan, tawarkan saham ke negara luar Singapura, Malaysia, Hong Kong, Inggris, Amerika Serikat, dan Kanada. Kami jalankan demi tarik investor,”ungkapnya.

Demi melancarkan langkah IPO ini, perseroan sudah menunjuk PT CIMB Securities Indonesia, PT Danareksa Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas dan PT Valbury Asia Securities sebagai penjamin emisi efek (underwriter).

Lanjut dia, perseroan menjalankan masa penawaran awal (bookbuilding) pada 12-25 November 2014, tanggal efektif 4 Desember 2014, perkiraan masa penawaran pada 8-9 Desember 2014. Perkiraan tanggal penjatahan pada 11 Desember 2014, perkiraan tanggal distribusi saham secara elektronik 12 Desember 2014, perkiraan tanggal pengembalian uang pemesanan (refund) pada 12 Desember 2014 dan perkiraan tanggal pencatatan listing Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 15 Desember 2014. (bani)