Archi Indonesia Tunda Rencana IPO

NERACA

Jakarta –Sejatinya sesuai rencana, perusahaan tambang emas PT Archi Indonesia bakal listing di pasar modal pada tanggal 15 Desember 2014. Namun dengan alasan kondisi marko ekonomi global dan volatilitas harga komoditas, khusunya harga emas yang belum kondusif naik menjadi alasan bagi perusahaan tambang emas milik Rajawali Grup ini menunda untuk penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO).

Kata Corporate Secretary PT Archi Indonesia, Edgar Affandi, perseroan masih melihat kondisi makroekonomi global dan volatilitas harga komoditas, khususnya harga emas,”Pada saat ini belum memberikan hasil maksimal terhadap rencana IPO dan kita tunda untuk aksi korporasi tersebut,”ujarnya dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (4/12).

Menurut Edgar, meski IPO ditunda, perseroan tetap melakukan kegiatan operasional dengan terus melakukan kegiatan penambangan dan produksi emas, fokus pada kesehatan dan keselamatan kerja serta kegiatan eksplorasi penambangan.

Dia menjelaskan, perseroan akan terus memonitor perkembangan pasar dan harga komoditas dan pada saat yang tepat saat perseroan akan kembali melakukan penawaran umum saham perdana. Sebagai informasi, PT Archi Indonesia berencana melakukan penawaran umum perdana saham dengan menawarkan harga sebesar Rp1.895-Rp2.445 per lembar saham.

Perseroan berencana melepaskan sabanyak-banyaknya 1.600.000.000 saham atau setara 40,41% dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh perseroan. Direktur Utama Archi Indonesia, Hendra Surya pernah bilang, target harga sebesar Rp1.895-Rp2.445 per lembar saham, maka perseroan bakal mendapatkan dana segar sebesar Rp3,02 triliun-Rp3,91 triliun,”Langkah besar ini guna mendukung pengembangan usaha dengan memperoleh dana segar. Di mana dalam tiga tahun dapatkan hasil kinerja yang baik, melebih ekspektasi dari pemegang saham," kata dia.

Menurut Hendra, dari dana hasil IPO yang didapatkan perseroan sebesar US$ 216,2 juta akan digunakan untuk membayar utang kepada Archipelago Resources Plc yang jatuh tempo pada 30 Desember 2014. Selain itu, sebanyak US$ 35,9 juta akan dialokasikan untuk mengakuisisi 99,98% saham PT Smart Mining Resources. Adapun sisanya akan digunakan untuk modal kerja dan keperluan perseroan serta entitas anak secara umum dalam membangun fasilitas kantor, mess, dan biaya operasional umum.

Kemudian dalam memasarkan saham perdananya, PT Archi Indonesia akan menjalankan roadshow internasional ke beberapa negara. Dijelaskan, langkah roadshow ini dilakukan dalam rangka menawarkan saham, agar saham perseroan banyak yang menyerap dari investor luar,”Roadshow dijalankan, tawarkan saham ke negara luar Singapura, Malaysia, Hong Kong, Inggris, Amerika Serikat, dan Kanada. Kami jalankan demi tarik investor,”ungkapnya.

Demi melancarkan langkah IPO ini, perseroan sudah menunjuk PT CIMB Securities Indonesia, PT Danareksa Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas dan PT Valbury Asia Securities sebagai penjamin emisi efek (underwriter).

Lanjut dia, perseroan menjalankan masa penawaran awal (bookbuilding) pada 12-25 November 2014, tanggal efektif 4 Desember 2014, perkiraan masa penawaran pada 8-9 Desember 2014. Perkiraan tanggal penjatahan pada 11 Desember 2014, perkiraan tanggal distribusi saham secara elektronik 12 Desember 2014, perkiraan tanggal pengembalian uang pemesanan (refund) pada 12 Desember 2014 dan perkiraan tanggal pencatatan listing Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 15 Desember 2014. (bani)

BERITA TERKAIT

Dosen: Perlu Rencana Kongkrit Berantas Korupsi

Dosen: Perlu Rencana Kongkrit Berantas Korupsi NERACA Depok - Dosen Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI), Vishnu…

Niaga Bilateral - Indonesia-Amerika Berkomitmen Tingkatkan Nilai Perdagangan

NERACA Jakarta – Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan Arlinda menyatakan Republik Indonesia dan Amerika Serikat berkomitmen meningkatkan…

Perbedaan Sebagai Kunci Toleransi Indonesia

Oleh : Grace Septiana, Mahasiswa FISIP Universitas Dharma Agung               Belakangan, spanduk penolakan gereja di Jagakarsa, Jakarta Selatan viral…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Transaksi Saham di Sumut Masuk 10 Besar

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Sumatera Utara (Sumut) mengungkapkan, transaksi investor pasar modal di Sumut masuk 10 besar nasional…

IPCC Serap Dana IPO Rp 525,28 Miliar

Sejak mencatatkan saham perdananya di pasar modal tahun kemarin, PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk. (IPCC) telah memakai dana penawaran umum…

Armada Berjaya Bidik Dana IPO Rp39 Miliar

Satu lagi perusahaan yang bakal IPO di kuartal pertama tahun ini adalah PT Armada Berjaya Trans Tbk. Perusahaan yang bergerak…