Akhir Pekan, IHSG Bergerak Konsolidasi

Jumat, 05/12/2014

NERACA

Jakarta – Lambat tapi pasti, itulah gambaran pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (4/12) yang naik tipis dan tidak bisa lari kencang. Masih dihantui sentiment negatif, akhirnya IHSG ditutup menguat 11,116 poin (0,22%) ke level 5.177,160. Sementara Indeks LQ45 tumbuh 1,750 poin (0,20%) ke level 892,182.

Kepala Riset Woori Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada mengatakan bahwa sebagian investor asing yang melakukan jual bersih dan kembali melemahnya mata uang rupiah terhadap dolar AS menahan kenaikan IHSG BEI lebih tinggi,”Aksi ambil untung sebagian investor menahan laju sebagian besar saham-saham berkapitalisasi besar, namun kondisi itu dapat diimbangi oleh masih menguatnya beberapa saham perkebunan dan pertambangan,”paparnya di Jakarta, Kamis (4/12).

Dia menambahkan bahwa mulai adanya aksi lepas saham oleh sebagian pelaku pasar asing dapat membuat kenaikan IHSG terbatas. Apalagi jika ditambah dengan adanya penilaian beberapa saham-saham di BEI sudah masuk dalam area jenuh beli (overbought).

Hal senada juga disampaikan analis HD Capital Yuganur Wijanarko, pelemahan rupiah akibat penguatan dolar AS secara global membatasi kenaikan IHSG BEI lebih lanjut,”Dalam kondisi seperti ini, pelaku pasar tetap bisa melakukan akumulasi saham secara selektif pada beberapa saham yang berkapitalisasi besar dan lapis dua," tuturnya.

Berikutnya, IHSG akhir pekan diproyeksikan masih bergerak konsolidasi dengan kencenderungan menguat. Dirinya merekomendasikan beberapa saham yang dapat diperhatikan yakni Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), Wijaya Karya Tbk (WIKA), Bank Mandiri Tbk (BMRI), Waskita Karya Tbk (WSKT).

Tercatat transaksi investor asing sore melakukan penjualan bersih (foreign net sell) tipis sebesar Rp 5,461 miliar di seluruh pasar. Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 252.494 kali dengan volume 7,879 miliar lembar saham senilai Rp 6,084 triliun. Sebanyak 170 saham naik, 140 turun, dan 74 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia mengakhiri perdagangan dengan kompak menguat. Bursa saham Tiongkok memimpin penguatan dengan lonjakan 4% atas harapan pemberian stimulus. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Siloam (SILO) naik Rp 625 ke Rp 14.225, Bukit Asam (PTBA) naik Rp 600 ke Rp 13.500, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 550 ke Rp 69.900, dan Samudera Indonesia (SMDR) naik Rp 500 ke Rp 14.500.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Merck (MERK) turun Rp 11.900 ke Rp 158.000, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 550 ke Rp 59.950, Goodyear (GDYR) turun Rp 500 ke Rp 16.000, dan Mayora (MYOR) turun Rp 300 ke Rp 23.400.

Perdagangan sesi pertama, IHSG ditutup naik tipis 9,799 poin (0,19%) ke level 5.175,843. Sementara Indeks LQ45 menguat tipis 2,745 poin (0,31%) ke level 893,177. Saham-saham yang kemarin melemah kini mulai menanjak kembali secara perlahan. Tiga sektor jatuh ke zona merah gara-gara aksi ambil untung, yaitu sektor konstruksi, infrastruktur, dan finansial.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 181.612 kali dengan volume 6,211 miliar lembar saham senilai Rp 5,209 triliun. Sebanyak 60 saham naik, 259 turun, dan 68 saham stagnan. Bursa regional masih kompak menguat hingga siang hari. Aksi beli masih ramai, mendorong bursa Tiongkok naik paling tinggi di antara bursa Asia.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Bukit Asam (PTBA) naik Rp 500 ke Rp 13.400, Astra Agro (AALI) naik Rp 450 ke Rp 23.575, Unilever (UNVR) naik Rp 400 ke Rp 31.675, dan United Tractor (UNTR) naik Rp 400 ke Rp 31.675. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Mayora (MYOR) turun Rp 700 ke Rp 23.000, Goodyear (GDYR) turun Rp 500 ke Rp 16.000, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 400 ke Rp 60.100, dan Lippo Cikarang (LPKCK) turun Rp 325 ke Rp 10.025.

Diawal perdagangan, IHSG dibuka menguat 5,99 poin atau 0,12% menjadi 5.172,04 menyusul adanya penegasan lembaga pemeringkat Fitch Ratings terhadap Indonesia, sedang indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 2,22 poin (0,25%) ke level 891,94.

Head of Research Valbury Asia Securities, Alfiansyah mengatakan, penegasan lembaga pemeringkat Fitch Ratings terhadap Indonesia memberikan optimisme bagi pelaku pasar terhadap prospek yang baik bagi iklim investasi Indonesia kedepannya. Kondisi itu menjadi salah satu penopang IHSG bergerak menguat,”Fitch menegaskan kembali peringkat sovereign Indonesia di BBB- (triple B minus) dengan prospek stabil," katanya.

Artinya, lanjut dia, peringkat yang diberikan oleh lembaga itu bagi Indonesia di "investment grade" masih bertahan sejak akhir 2011. Penilaian lembaga pemeringkat Fitch Ratings terhadap Indonesia itu juga dapat memberikan kepercayaan yang besar bagi investor asing terhadap Indonesia.

Dia mengemukakan bahwa Fitch menilai kebijakan makro ekonomi Indonesia konsisten dengan kebijakan 'stability over growth' yang dicanangkan oleh Bank Indonesia. Fitch memperkirakan defisit neraca berjalan tetap stabil di 3,2% dari PDB di 2014 dan membaik menjadi 2,9% di 2015 "Diharapkan, iklim investasi terus membaik dengan penekanan terhadap masalah infrastruktur, penghapusan birokrasi dan kenaikan upah sejalan dengan produktivitas,”ujarnya.

Tercatat bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng dibuka menguat 120,35 poin (0,51%) ke 23.548,97, indeks Nikkei naik 98,70 poin (0,54%) ke 17.816,75, dan Straits Times menguat 14,56 poin (0,44%) ke posisi 3.317,95. (bani)