BKPM Proyeksikan Investasi Naik 15%

NERACA

Jakarta - Deputi Bidang Pengendalian dan Penanaman Modal Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Azhar Lubis memperkirakan pada tahun 2015 akan terjadi peningkatan iklim investasi sebesar 15 persen. Pada tahun 2014 target investasi yang masuk di BKPM adalah Rp 450 triliun, tahun depan diperkirakan target investasi naik menjadi Rp 524 triliun.

Dirinya menuturkan tahun 2015 merupakan tahun penuh harapan bagi perbaikan perekonomian karena banyak proyek pemerintah yang akan segera diimplementasikan terutama proyek infrastruktur seperti jalan tol. Dana pembangunan proyek infrastruktur diperoleh dari dana penghematan kenaikan harga BBM.

Menurut Azhar, jika pemerintah serius membangun proyek infrastruktur maka investasi terutama investasi asing akan banyak datang dan tertarik masuk ke Indonesia. "Hal utama yang dilihat investor kan infrastruktur, jika sudah baik maka investasi akan masuk," katanya di Jakarta, kemarin.

Azhar mengatakan, BKPM juga akan terus mendorong pertumbuhan iklim investasi terutama dalam mempermudah perizinan.

BKPM akan menjadi pusat perizinan satu pintu (one single window), semua perwakilan instansi dan daerah akan bekerja sama dengan BKPM. Menurut Azhar bila semua perizinan akan difokuskan ke BKPM, ke depannya proses perizinan akan menjadi lebih sederhana.

Ia menargetkan proses perizinan satu pintu ini benar-benar bekerja optimal pada Februari tahun depan, karena pada bulan Desember dan awal tahun depan, BKPM dan pemerintah daerah fokus pada koordinasi dan penyelarasan ide.

Dia mengatakan, selain mempermudah masalah perizinan, BKPM juga akan mempemudah pembebasan lahan. Azhar mengatakan, sektor-sektor yang masih menjadi incaran investasi tahun depan adalah pengolahan, makanan dan minuman, infrastruktur, juga properti.

Sebelumnya, mantan Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan sektor investasi bisa menjadi salah satu komponen utama penyumbang pertumbuhan ekonomi 2015 yang diproyeksikan pada kisaran 5,8 persen. "Potensi dan minat investor besar untuk Indonesia, tinggal kita merealisasikannya bagaimana," katanya.

Menkeu mengatakan untuk mewujudkan pertumbuhan investasi tersebut, pemerintahan baru harus mampu menyediakan iklim investasi dan birokrasi yang memadai, agar Indonesia dapat benar-benar menarik minat investor asing. "Kalau mau direalisasikan isu-isu yang dari dulu menjadi masalah harus diselesaikan seperti tanah dan listrik, seperti itu. Hambatan birokrasi juga, mudah-mudahan BKPM akan membantu," ujarnya. [agus]

BERITA TERKAIT

Tidak Ada Alasan Harga Beras Naik, Stok Cukup - SATGAS PANGAN POLRI KEJAR PELAKU PENGUBAH SPESIFIKASI BERAS

Jakarta-Kementerian Pertanian mengklaim kenaikan harga beras kualitas medium merupakan anomali, karena stok beras di gudang milik Bulog maupun di Pasar Induk…

Pengembang Minta Target Rumah Bersubsidi Naik di 2019

      NERACA   Jakarta - Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (Apersi) meminta Pemerintah menaikkan jatah unit…

Cadangan Devisa Naik US$400 Juta

    NERACA   Jakarta - Cadangan devisa Indonesia naik sekitar 400 juta dolar AS menjadi 115,2 miliar dolar AS…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Tol Trans Jawa, Jakarta-Surabaya Ditempuh 10 Jam

    NERACA   Surabaya - Waktu tempuh antara Jakarta ke Surabaya yang berjarak 760 kilometer dapat ditempuh paling lama…

93 Juta Sedotan Digunakan Setiap Harinya

    NERACA   Jakarta - Sebanyak 93 juta batang sedotan plastik digunakan dalam sehari di seluruh Indonesia yang akan…

Sebelum ERP Diterapkan, Ganjil Genap Tetap Berlaku

      NERACA   Jakarta - Kepala Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihantono menyatakan kebijakan ganjil-genap akan terus belaku…