Soechi Lines Incar Pendapatan Tumbuh 60% - Tambah Tujuh Kapal Baru

NERACA

Jakarta – Kebijakan pemerintah tentang pembangunan poros maritim, disambut baik pelaku usaha transportasi pelayaran minyak dan gas. Hal ini dinilai memberikan angin segar terhadap potensi bisnis lebih besar lagi, maka guna memenuhi potensi pasar dan daya angkut yang lebih besar lagi, perusahaan pelayaran PT Soechi Lines Tbk (SOCI) bakal menambah tujuh armada kapal tanker baru yang akan terealisasi hingga akhir tahun 2015.

Kata Direktur Keuangan PT Soechi Lines, Paula Marlina, dengan penambahan armada baru tahun depan diharapkan mampu meningkatkan pendapatan perseroan tumbuh 60% dan target laba tahun ini diyakini akan tumbuh dua kali lipat dari realisasi laba semester pertama mencapai US$ 15,6 juta,”Kita optimis target pendapatan akhir tahun tumbuh lebih dua kali lipat dari realisasi pendapatan semester pertama,”ujarnya di Jakarta, Rabu (3/12).

Dia menuturkan, diharapkan dengan penambahan kapal baru diharapkan perseroan bisa mendapatkan kontrak jasa angkutan migas yang lebih besar lagi. Asal tahu saja, perseroan berencana menyiapkan dana sebesar US$ 80 juta untuk membeli tujuh armada kapal tanker baru. Dimana dua kapal didatangkan pada tahun ini dan sisanya semester satu di tahun depan.

Menurut Paula, saat ini perseroan memiliki 33 unit kapal tanker, dengan adanya penambahan tujuh kapal tanker hingga tahun depan, maka perseroan memiliki 40 kapal tanker. Dia mengungkapkan, dana pembelian kapal tanker didapatkan dari dana segar IPO yang baru dijalankan perseroan pada hari ini yang mencapai sekitar Rp582 miliar, sebesar 55 persen dana IPO akan digunakan pembelian kapal tanker,”Kapal ini akan digunakan mengangkut minyak. Kapal ini memiliki kapasitas angkut 300-400 ribu Dead Weight Tonnes (DWT),”ungkapnya.

Lanjut Paula, total angkut tujuh kapal memiliki kapasitas sebesar 300-400 ribu Dead Weight Tonnes (DWT). Dengan daya angkut per kapalnya memiliki rata-rata 20 ribu-100 ribu DWT. Dalam penawaran saham perdananya, perseroan merevisi jumlah saham yang ditawarkan ke publik. Awal mulanya dilepas sebesar 2,57 miliar saham atau setara 30%, menjadi hanya sejumlah 1,05 miliar atau setara 15% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

Revisi Target IPO

Direktur Utama SOCI, Go Darmadi mengungkapkan, pasar saham memiliki pandangan yang kurang baik terhadap pelayaran di Tanah Air. Lantaran banyak bisnis yang sama dengan perseroan mengalami gangguan kinerja keuangannya, padahal hal itu tidak berlaku pada kinerja SOCI yang berhasil membawa kinerjanya terus meningkat setiap tahunnya,”Investor banyak memandang, kalau perusahaan pelayaran kurang baik. Tidak bagi SOCI. Dari trauma itu membuat investor ragu untuk menyerap saham SOCI. Jadi ketimbang saham SOCI terserap sedikit dengan harga saham murah yang tidak mencerminkan perusahaan," kata Darmadi.

Tidak hanya jumlah saham saja yang dikoreksi oleh perseroan, bahkan sampai harga saham ikut terkoreksi. Adapun harga sebelumnya Rp600-800 per lembar saham menjadi Rp550 per lembar saham. Sementara itu di tempat yang sama, Komisaris Independen SOCI, Eddy Sugito menambahkan, dengan melihat bisnis pelayaran di Tanah Air yang pastinya terkait dengan harga minyak dunia.

Di saat itu, SOCI melakukan IPO, harga minyak dunia berada di level terendah sebesar US$ 80 per barel. Jadi, tambah dia, sangat wajar jika respons pasar kurang baik disaat SOCI menjalankan IPO,”Kami lakukan roadshow, saat itu harga minyak jatuh ke level rendahnya sebesar USD80 per barel. Jadi wajar jika investor kurang merespons saat penawaran kemarin,”tandasnya. (bani)

BERITA TERKAIT

Laba Pembangunan Jaya Ancol Tumbuh 1,4%

PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) membukukan laba tahun 2018 sebesar Rp223 miliar atau tumbuh 1,4% dibandingkan dengan periode yang…

Kredit Bank DKI Tumbuh 27,9%

      NERACA   Jakarta – Sepanjang 2018, Bank DKI mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 27,95 dari semula sebesar Rp27,1…

Mengkritisi Upaya Membuka Pasar Baru Dunia

Oleh: Pril Huseno Forum “Seminar Perdagangan Nasional dan Dialog Gerakan Ekspor Nasional” yang digagas Kadin, Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia dan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Pembangunan Jaya Ancol Tumbuh 1,4%

PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) membukukan laba tahun 2018 sebesar Rp223 miliar atau tumbuh 1,4% dibandingkan dengan periode yang…

Laba Bersih Indocement Menyusut 38,3%

NERACA Jakarta – Pasar semen dalam negeri sepanjang tahun 2018 mengalami kelebihan pasokan, kondisi ini berdampak pada performance kinerja keuangan…

Pacu Pertumbuhan Investor di Sumbar - BEI dan OJK Edukasi Pasar Modal Ke Media

NERACA Padang - Dalam rangka sosialisasi dan edukasi pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Padang bekerja sama dengan…