Aksi Jual Berlanjut, Bikin IHSG Meradang

Kamis, 04/12/2014

NERACA

Jakarta –Mengakhiri perdagangan, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Rabu kembali tertekan dan ditutup melemah 9,907 poin (0,19%) ke level 5.165,886. Sementara Indeks LQ45 ditutup terpangkas 2,796 poin (0,31%) ke level 890,782. Derasnya aksi ambil untung investor terhadap saham-saham unggulan menjadi pemicunya.

Director of Investment of PT Valbury Asia Asset Management, Andreas Yasakasih menilai, pelemahan indeks BEI cukup wajar untuk menyesuaikan risiko investasi saham ke depannya,”Untuk sementara waktu koreksi pada indeks BEI dibutuhkan sebagai 'risk adjustment', karena dalam beberapa hari terakhir pergerakannya terus naik, dikawatirkan menimbulkan 'bubble'”ujarnya.

Dia menambahkan bahwa setelah adanya koreksi maka akan muncul keseimbangan baru pada harga saham di Bursa Efek Indonesia, sehingga industri pasar modal ke depan akan menjadi stabil. Sementara itu, Analis Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya mengatakan, terkoreksinya indeks BEI bisa dimanfaatkan investor untuk kembali melakukan akumulasi pembelian saham.

Dirinya memperkirakan, IHSG Kamis berpotensi melemah terbatas karena dalam jangka pendek IHSG masih berada dalam jalur penguatan. Pada perdagangan kemarin, dana asing pun mulai keluar dari lantai bursa. Transaksi investor asing hingga sore tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 284,411 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 242.906 kali dengan volume 6,652 miliar lembar saham senilai Rp 5,574 triliun. Sebanyak 126 saham naik, 180 turun, dan 83 saham stagnan. Bursa-bursa di Asia bergerak variatif hingga siang. Aksi ambil untung mulai muncul, membuat bursa Hong Kong jatuh ke zona merah.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Multi Prima (LPIN) naik Rp 550 ke Rp 6.200, SMART (SMAR) naik Rp 475 ke Rp 7.975, Blue Bird (BIRD) naik Rp 400 ke Rp 7.700, dan Tower Bersama (TBIG) naik Rp 325 ke Rp 9.700. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 625 ke Rp 60.500, Mayora (MYOR) turun Rp 600 ke Rp 23.700, United Tractor (UNTR) turun Rp 550 ke Rp 17.400, dan Indocement (INTP) turun Rp 475 ke Rp 25.200.

Perdagangan sesi pertama, IHSG ditutup melemah 15,368 poin (0,30%) ke level 5.160,425. Sementara Indeks LQ45 turun 3,733 poin (0,42%) ke level 889,845. Setelah sampai di titik tertingginya di 5.187, indeks langsung terkena koreksi. Hanya sektor agrikultur yang masih bertahan di zona hijau, sembilan sektor lainnya melemah.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 136.017 kali dengan volume 3,111 miliar lembar saham senilai Rp 2,789 triliun. Sebanyak 101 saham naik, 151 turun, dan 96 saham stagnan. Bursa-bursa di Asia bergerak variatif hingga siang. Aksi ambil untung mulai muncul, membuat bursa Hong Kong jatuh ke zona merah.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah SMART (SMAR) naik Rp 475 ke Rp 7.975, Matahari DS (LPPF) naik Rp 300 ke Rp 15.350, Matahari Putra (MPPA) naik Rp 135 ke Rp 3.510, dan Humpuss (HITS) naik Rp 130 ke Rp 650. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Mayora (MYOR) turun Rp 600 ke Rp 23.700, United Tractor (UNTR) turun Rp 600 ke Rp 17.350, Indocement (INTP) turun Rp 450 ke Rp 25.225, dan Lippo Cikarang (LPCK) turun Rp 300 ke Rp 10.175.

Diawal perdagangan, IHSG dibuka menguat sebesar 4,46 poin atau 0,09% menjadi 5.180,26 sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 1,16 poin (0,14%) ke level 895,12,”Faktor positif dari ekternal menjadi katalis bagi indeks BEI sehingga melanjutkan penguatan," kata Head of Research Valbury Asia Securities, Alfiansyah.

Dia mengemukakan bahwa penurunan harga minyak dunia di pasar internasional yang mencapai level US$ 69,01 per barel diperkirakan dapat mendorong membaiknya neraca perdagangan Indonesia dalam beberapa bulan ke depan.

Berkenaan dengan penurunan harga minyak mentah dunia, lanjut dia, pemerintah akan membicarakan hal itu termasuk pengaruhnya terhadap anggaran subsidi BBM hingga akhir tahun. Pasar akan menantikan pembahasan kebijakan pemerintah berkenaan dengan turunnya harga minyak mentah dunia.

Di sisi lain, katanya, penguatan atas indeks saham di Amerika Serikat juga menjadi salah satu sinyalemen positif bagi pasar saham Asia, ternasuk IHSG BEI. Sementara analis HD Capital Yuganur Wijanarko mengatakan, data ekonomi Indonesia yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada awal pekan kemarin (Senin, 1/12) cukup positif dan masih memberikan sentimen positif bagi laju indeks BEI,”Beberapa katalis positif dari dalam negeri yakni neraca perdagangan Indonesia yang mencatatkan surplus sebesar US$ 23,2 juta serta data inflasi November sebesar 1,5%, atau di bawah ekspektasi 2%," paparnya.

Dia menambahkan bahwa cukup positifnya data itu, membuat prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2015 mendatang dapat lebih baik, apalagi pemerintah juga gencar mendorong infrastruktur. Tercatat bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng menguat 185,02 poin (0,78%) ke 23.839,32, indeks Nikkei naik 177,73 poin (1,01%) ke 17.840,95, dan Straits Times menguat 1,73 poin (0,05%) ke posisi 3.324,05. (bani)