Target Penyaluran Rp30 Triliun Pada 2012 - Kredit Usaha Rakyat (KUR)

Jakarta - Pemerintah akan terus meningkatkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan akan mendorong bank pelaksana untuk meningkatkan penyaluran KUR. "Target 2012 akan terus ditingkatkan menjadi Rp30 triliun per tahun, untuk itu pemerintah sudah memikirkan menambah Penyertaan Modal Negara (PMN) Rp1 triliun," kata Menteri Koperasi dan UKM, Sjarifuddin Hasan, di Jakarta, Rabu..

Pihaknya juga akan mendorong pengikutsertaan 13 BPD yang belum menjadi pelaksana KUR untuk ditetapkan sebagai bank penyalur KUR pada 2012.

Menkop mengatakan, pihaknya juga akan mendorong perusahaan penjaminan daerah untuk ikut serta dalam penjaminan KUR. "Kami mendorong gubernur untuk membentuk tim pemantau KUR guna lebih meningkatkan lagi perluasan KUR di daerah masing-masing," katanya.

Pihaknya akan mengembangkan penyaluran KUR melalui lembaga linkage (BPR, BPRS, koperasi, dan BMT). Ia menambahkan, hal penting lain akan dilakukan adalah menyosialisasikan KUR ke daerah agar lebih banyak koperasi dan UMKM memiliki persepsi sama tentang KUR.

Sementara itu, penyaluran KUR sampai 31 Agustus 2011 telah mencapai Rp20,282,4 triliun dan diperkirakan akan mencapai Rp23 triliun-Rp25 triliun sampai tutup tahun ini. "Realisasi KUR meningkat pesat bila dibandingkan tiga tahun terakhir atau melebihi realisasi tiga tahun terakhir dari 2008 sampai 2010," kata

Dalam acara jumpa pers tentang KUR, Ia mengatakan, dengan tercapainya angka itu maka target realisasi KUR 2011 sebesar Rp20 triliun telah terlampaui. Pihaknya mencatat per-31 Agustus 2011 penyaluran KUR mencapai Rp20,282,4 triliun dengan jumlah debitur mencapai 1.386.044 nasabah.

BRI menjadi bank penyalur terbanyak KUR Rp11,723 triliun dengan 1.227.147 debitur. Bank Mandiri menjadi bank penyalur kedua terbanyak dengan Rp2,668 triliun dan 80.419 debitur. "BPD menunjukkan kinerja yang baik dengan menjadi tiga besar penyalur KUR terbanyak, jadi ke depan kita akan dorong semua BPD di Indonesia untuk salurkan KUR, masih ada 13 BPD belum menjadi penyalur KUR," katanya.

BPD per-31 Agustus 2011 tercatat telah menyalurkan Rp2,663 triliun dengan 34.234 debitur.

Menurut Menteri, meningkatkan realisasi KUR disebabkan antara lain adanya kebijakan KUR oleh pemerintah melalui Addendum MoU II pada 12 Januari 2010 dan Addendum III MoU pada 16 September 2010.

Addendum itu di antaranya memuat penurunan tingkat suku bunga dua persen, KUR mikro ditingkatkan menjadi Rp20 juta, dan penambahan jumlah maksimal KUR linkage menjadi Rp2 miliar. "Meningkatkan realisasi KUR juga disebabkan ditambahnya bank pelaksana KUR yang semula hanya enam bank ditambah 13 BPD," katanya.

Pihaknya memonitor melalui KUR, pelaku koperasi dan UMKM memperoleh manfaat, antara lain 5.198.602 debitur telah mendapatkan akses permodalan dari perbankan dalam membiayai modal kerja dan investasi bagi pengembangan usahanya. "Koperasi dan UMKM yang mendapatkan KUR secara kualitatif akan meningkat omzetnya dan mampu menciptakan lapangan kerja baru," katanya.

Selain itu, pihaknya memantau lebih dari 450 ribu nasabah KUR telah bermigrasi menjadi nasabah kredit komersil.

Related posts