Express Group Tengah Lakukan Investigasi

Express Group telah menerima laporan mengenai dugaan perampokan yang terjadi di dalam unit taksi berwarna putih. Untuk itu, tim Express Group telah bekerja sama dengan pihak Kepolisian melakukan investigasi mendalam mengenai kasus ini.

Dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin. General Manager Operational Express Group, Sutiarto mengatakan, saat ini pihaknya bersama Kepolisian sedang mengumpulkan fakta dan data terkait kasus ini,”Kami juga sudah menghubungi pihak korban untuk memastikan kronologis kejadian untuk memastikan peristiwa yang sebenarnya, karena insiden semacam ini sangat merugikan reputasi perseroan,” ungkapnya.

Menurutnya, perseroan selalu berusaha untuk menciptakan lingkungan kerja yang positif dan mendorong para pengemudinya untuk mencapai potensi penuh dan menumbuhkan nilai bersama-sama. Salah satu core value yang selalu dipegang erat adalah perhatian dan peduli terhadap konsumen (Care and concern about our customers).

Kemudian terkait masalah ini, Sutiarto berjanji akan memberikan informasi perkembangan terbaru kepada publik, apabila sudah menemukan titik terang untuk pemecahan kasus ini. “Kami akan terus melakukan tindakan proaktif untuk dapat menjerat pelaku kriminal ini, dan kepada pengguna taksi Express kami pastikan sekali lagi bahwa bagasi taksi Express dilengkapi sekat pengaman, sehingga tidak memungkinkan perampokan terjadi dengan mengunakan modus bersembunyi didalam bagasi dikarenakan akses dari bagasi ke kursi penumpang bagian belakang telah ditutup secara permanen,”tandasnya.

Sebelumnya, Korban perampokan dalam taksi, RP (30), karyawati salah satu perusahaan di Jakarta menyebutkan bahwa pelaku perampokan menggunakan Taksi Express dengan nomor pintu DP-8012,”Saya pastikan itu taksi Express karena ada LED (lampu) merah di depan dashboard dan terdapat logo 'Express' pada jok belakang," kata RP.

Dia mengaku terbiasa menggunakan jasa dua operator taksi, yakni Bluebird atau Express saat pulang kerja di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan. Sesaat setelah kejadian, RP juga sempat menghubungi pusat penerangan taksi Express yang membenarkan nomor pintu DP-8012 merupakan armada taksi tersebut. (bani)

BERITA TERKAIT

Bidik Penjualan Rp 5 Triliun - Produksi CPO Mahkota Group Capai 41.767 Ton

NERACA Jakarta -PT Mahkota Group Tbk. (MGRO) membukukan produksi minyak sawit mentah Januari—Februari 2019 sebanyak 41.767 ton. Pada Januari 2019,…

Memberikan Kepastian Hukum - Kajian Regulasi Zakat Saham Tengah Digodok

NERACA Jakarta – Berinvestasi memburu cuan sambil bersedekah, saat ini tengah menjadi tren di industri keuangan dan termasuk di pasar…

KY Lakukan Tindakan Represif Bagi Hakim Langgar KEPPH

KY Lakukan Tindakan Represif Bagi Hakim Langgar KEPPH NERACA Medan - Komisi Yudisial (KY) telah melakukan tindakan represif bagi hakim…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Pembangunan Jaya Ancol Tumbuh 1,4%

PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) membukukan laba tahun 2018 sebesar Rp223 miliar atau tumbuh 1,4% dibandingkan dengan periode yang…

Laba Bersih Indocement Menyusut 38,3%

NERACA Jakarta – Pasar semen dalam negeri sepanjang tahun 2018 mengalami kelebihan pasokan, kondisi ini berdampak pada performance kinerja keuangan…

Pacu Pertumbuhan Investor di Sumbar - BEI dan OJK Edukasi Pasar Modal Ke Media

NERACA Padang - Dalam rangka sosialisasi dan edukasi pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Padang bekerja sama dengan…