Radana Finance Raih Pinjaman Rp 80 Miliar

NERACA

Jakarta - Danai ekspansi bisnis kedepan, perusahaan pembiayaan PT Radana Bhaskara Finance Tbk (HDFA) lebih memilih memanfaatkan pinjaman bank. Belum lama ini, perseroan meraih fasilitas pinjaman dari PT Bank Permata Tbk (BNLI) senilai Rp80 miliar.

Dalam siaran siaran persnya di Jakarta, Rabu (3/12), Corporate Secretary Radana Bhaskara Finance Novita Frestiani mengatakan, perseroan dan Bank Permata telah menandatangani Perjanjian Kredit dan Fasilitas Perbankan serta akta Jaminan Fidusia, di mana total penerimaan fasilitas kredit dari bank sebesar Rp80 miliar.

Disebutkan, penandatanganan Perjanjian Kredit dan Fasilitas Perbankan serta akta Jaminan Fidusia tersebut telah dilakukan pada 2 Desember 2014. Adapun jangka waktu maksimal selama 36 bulan sejak tanggal penarikan. Fasilitas kredit ini dijamin dengan tagihan atau piutang pembiayaan sebesar 100% dari total jumlah pokok fasilitas kredit yang masih terutang (outstanding).

Perjanjian kredit dan akta jaminan fidusia tersebut dibuat di hadapan notaris di Jakarta, masing-masing berturut-turut berdasarkan akta nomor 09,10,11 dan 12. Sebelumnya, perseroan menerbitkan surat utang jangka menengah atau medium terms notes Radana Finance Tahun 2014 Seri B (MTN Seri B) senilai US$ 8,5 juta.

Dijelaskan bahwa surat utang tersebut memiliki jangka waktu selama 18 bulan sejak tanggal penerbitan. Penerbitan ini merupakan rangkaian dari penerbitan MTN Radana Finance Tahun 2014, dengan total nilai pokok MTN mencapai US$ 9,9 juta, yang diterbitkan secara berseri. Adapun arranger dan agen pembayaran dari MTN tersebut adalah PT Mandiri Sekuritas. Sedangkan agen pemantau dan agen penjamin adalah PT Bank Mandiri Tbk. Perseroan, yang dulunya bernama PT HD Finance ini akan menggunakan dana hasil penerbitan MTN tersebut untuk modal kerja.(bani)

BERITA TERKAIT

Adira Finance Rilis Obligasi Rp 1,5 Triliun

NERACA Jakarta – Masih positifnya pertumbuhan otomotif, mendorong perusahaan pembiayaan untuk mengejar pertumbuhan bisnis lebih gesit lagi. Ambisi inilah yang…

Baruprana Finance Merugi Rp 56,48 Miliar

NERACA Jakarta – Perusahaan pembiayaan alat berat, PT. Intan Baruprana Finance Tbk (IBFN) mencatat kerugian sebesar Rp 56,48 miliar pada…

LPDB Sederhanakan Persyaratan Pengajuan Pinjaman Dana Bergulir

  NERACA   Tangerang - Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) menyederhanakan kriteria dan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BRPT Siapkan Belanja Modal US$ 1,19 Miliar

Dalam rangka meningkatkan kapasitas produksi pabrik petrokimia sebesar 900 ribu ton menjadi 4,2 juta ton per tahun, PT Barito Pacific…

Gandeng Binar Academy - Telkomsel Edukasi Digital Anak Muda di Timur

NERACA Jakarta - Dalam rangka pemerataan dan menggejot partisipasi anak muda di kawasan Timur Indonesia dalam kompetisi The NextDev, Telkomsel…

Juli, Fast Food Baru Buka 6 Gerai Baru

Ekspansi bisnis PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) dalam membuka gerai baru terus agresif. Tercatat hingga Juli 2018, emiten restoran…