Semester I-2011, Premi Sun Life Capai Rp370,2 M

Jakarta - PT Sun Life Financial Indonesia (Sun Life) mencatatkan total premi di semester I-2011 sebesar Rp 370,2 miliar. Kontribusi terbesar didapat dari unitlink sebesar Rp 229,5 miliar atau 62% dan sisanya dari produk asuransi tradisional yang berjumlah Rp 140,6 miliar.

Menurut Direktur Utama Sun Life Financial Indonesia, Bert Paterson, perseroan juga membukukan aset kelolaan (assets under management/AUM) sebesar Rp 5 triliun, dan Rp 4,6 triliun disumbang oleh Sun Life Financial Indonesia di tengah tahun ini.

“Kami memiliki nasabah sebanyak 200 ribu orang. Kalau digabung dengan CIMB Sun Life, maka totalnya menjadi 1 juta nasabah,” kata dia di Jakarta, Rabu (7/9). Sementara itu, produk unitlink andalan perseroan, Brilliance High Watermark Protection Plus Maxi Fund 1 dan 2, menyumbang total premi income senilai Rp 150 miliar, yang dijual melalui agensi perseroan.

Sedangkan Brilliance High Watermark Protection Plus Maxi Fund 3, lanjut Bert yang diluncurkan pada 10 Agustus 2011 lalu, belum bisa dipublikasikan, namun, dirinya menjanjikan segera diumumkan ke media massa paling lambat akhir September 2011 ini.

Seakan tidak mau ketinggalan, CIMB Sun Life juga akan meluncurkan produk Brilliance High Watermark Protection Plus Maxi Fund 1 di pertengahan bulan ini dengan menggandeng mitra perbankan baru. “Kita tinggal tunggu keputusan dari Bank Indonesia (BI). Oleh karena itu, belum bisa disebutkan waktu dan mitra banknya. Saya berharap September sudah diluncurkan,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Head of Syariah PT Sun Life Financial Indonesia, Srikandi Utami menuturkan, meskipun Sun Life Syariah baru berdiri pada 1 Desember 2010 lalu tidak menutup kemungkinan akan berdiri sendiri dan terpisah dari induk perusahaan (spin-off) di masa mendatang.

“BI sudah menyerahkan rancangan undang-undang (RUU) pemisahan asuransi syariah ke DPR untuk disahkan. Kalau perbankan kan sudah ada sejak 2008. Dan ini harus menunggu kurang lebih setahun, jadi ya, tiga tahun lagilah kita siap (spin-off),” tegas Srikandi.

Selain itu, pihaknya juga akan meluncurkan produk asuransi tambahan (Rider) di bulan September ini, yaitu pembebasan kontribusi karena cacat total dan meninggal dunia. Dijelaskan Srikandi, jika nasabah mengalami cacat permanen maka dirinya tidak perlu lagi membayar asuransi. Tetapi dibayarkan hingga usia maksimal 65 tahun.

Sedangkan bagi nasabah yang wafat, pihak keluarga yang ditinggalkan akan ditanggung hingga usianya mencapai 88 tahun. “Jika tidak ada halangan, rider diluncurkan minggu depan. Karena kami asuransi syariah jadi sifatnya kolektif antarnasabah. Kami hanya sebagai tempat menyalurkan saja atau pihak ketiga,” tandasnya. (ardi)

BERITA TERKAIT

Integrasi Jamkesda Sumsel ke JKN Capai 77,5 Persen

Integrasi Jamkesda Sumsel ke JKN Capai 77,5 Persen NERACA Palembang - Integrasi kepesertaan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) Sumatera Selatan (Sumsel)…

Perputaran Uang Pemudik Capai Rp10,3 Triliun

      NERACA   Jakarta - Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan melalui Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Jalan dan…

Tagihan Tunggakan PDAM Tangerang Capai Rp1,069 Miliar

Tagihan Tunggakan PDAM Tangerang Capai Rp1,069 Miliar NERACA Tangerang - Tagihan tunggakan pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kerta…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Pemerintah Harusnya Turun Tangan Bikin Bank Syariah

  NERACA   Jakarta – Indonesia yang merupakan penduduk muslim terbesar di dunia mestinya menjadi kiblat ekonomi syariah dunia. Nyatanya…

OJK Komitmen Dukung Pembiayaan Berkelanjutan

    NERACA   Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berkomitmen untuk menjalankan program pengembangan pembiayaan berkelanjutan untuk mendorong kinerja…

BCA Dinobatkan The World's Best Banks 2019

      NERACA   Jakarta - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dinobatkan sebagai The World’s Best Banks 2019…