Kunci Sukses Kualitas Anak

Sabtu, 06/12/2014

NERACA

Proses tumbuh kembang anak yang begitu bervariasi di tiap waktu, bulan, dan tahun, menuntut orang tua jeli terhadap setiap tahapan tumbuh kembang anak. Agar anak balita dapat tumbuh dan berkembang secara optimal baik fisik, mental dan sosial, orang tua perlu menerapkan pola manajemen tumbuh kembang yang tepat.

Dalam pola manajemen tersebut, orang tua meletakkan dasar-dasar kesehatan, fisik dan mental, kemampuan penalaran, pengembangan kepribadian dan nilai-nilai, kemandirian dan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan sosial budayanya secara benar sehingga menghasilkan balita berkualitas.

Di samping itu, di tengah maraknya produk-produk untuk balita yang tersedia di masyarakat, orang tua juga perlu memperhatikan kualitas produk serta standar kesehatan produk-produk yang dipakai dan dikonsumsi oleh balita mereka.

Orang tua harus jeli dalam memilih material yang dirancang khusus untuk balita agar balita terhindar dari iritasi kulit serta efek samping penggunaan produk dalam jangka panjang. Namun demikian, tanpa disadari orang tua sering melakukan hal-hal yang salah dalam perawatan balita, misalnya menggunakan bahan yang terlalu keras untuk kulit bayi, penggunaan bawang dicampur balsam saat bayi sakit, tidak mengerti seberapa sering seharusnya mengganti popok bayi sehingga sering terjadi ruam popok, dsb.Demikian beberapa kesimpulan yang mengemuka pada Seminar Media hari ini.

dr. Bernie Endyarni Medise, Sp.A (K), MPH, konsultan tumbuh kembang FKUI-RSCM mengatakan, anak bukanlah bentuk miniatur dari orang dewasa. Anak memiliki ciri khas yaitu selalu tumbuh dan berkembang. Tahapan pertumbuhan dan perkembangan emosi, spiritual, kognitif serta perilaku anak berbeda di setiap periode usia.

“Balita dikatakan berkualitas apabila balita tidak saja sehat, namun pertumbuhan, perkembangan, perilaku, emosi, kognitif dan perkembangan spiritualnya harus berkembang sesuai dengan usianya. Untuk menjadi sehat, balita harus terlindungi dari penyakit yang dapat menyerangnya, tercukupi nutrisinya dan hidup di lingkungan yang sehat dan aman,” cetus dr. Bernie di Jakarta.

Kebutuhan dasar tumbuh kembang anak agar tumbuh secara optimal adalah kebutuhan fisis biologis (nutrisi, imunisasi, kebersihan badan & lingkungan, pengobatan, olahraga, bermain). Kebutuhan stimulasi (sensorik, motorik, emosi, kognitif, mandiri, kepemimpinan) dan kebutuhan akan kasih sayang (rasa aman dan nyaman, dilindungi, pola asuh demokratik).

“Lingkungan berperan besar dalam tumbuh kembang anak. Pada fungsi kognitif anak usia 2-4 tahun, sebanyak 20 % ditentukan faktor genetik sedangkan 70% ditentukan lingkungan asuhan bersama. Agar stimulasi maksimal, orangtua berkewajiban untuk memberikan perawatan dan perlindungan yang aman dan nyaman untuk anak saat memberikan stimulasi,” katanya.