Target Penjualan POMA Meleset

Dampak Kenaikan BBM

Sabtu, 06/12/2014

Hajatan Pameran Otomotif Makassar (POMA) 2014 yang telah berakhir pada 01 Desember kemarin, tidak berhasil memenuhi target penjualan sebesar Rp. 250 miliar, yang hanya mencatatkan transaksi sebesar Rp. 121 miliar.

NERACA

Menurut Branch Manager Dyandra Promosindo Mawarda DJ, tidak capainya target tersebut dipengaruhi beberapa faktor, diantaranya faktor makro serta kondisi Makassar yang tidak kondusif di dua minggu menjelang dan selama pameran. Hal tersebut sangat mempengaruhi keputusan konsumen.

“Tadinya, kami optimis karena ada market yang tidak akan terpengaruh dengan kondisi kenaikkan BBM. Namun, pengaruh aksi demo justru memberi pengaruh besar dalam membuat konsumen memutuskan untuk bertransaksi di lokasi pameran,”ujarnya.

Dikatakan Warda sapaan akrabnya, apa yang telah dicapai dalam pameran kali ini, tentunya akan menjadi bahan evaluasi bagi POMA untuk terus memperbaiki dan meningkatkan diri, baik dari jumlah luas area pameran, acara, hingga jumlah peserta.

Warda menjelaskan, dari sisi penjualan beberapa brand mencatatkan penjualan yang signifikan, hal itu juga dipengaruhi bagaimana brand ini mengemas tampilan stand mereka sehingga memikat pembeli.

Setelah sukses di tahun pertamanya 2012 lalu, Pameran Otomotif Makassar (POMA) sukses mencatatkan diri sebagai pameran pertama otomotif terbesar dan terlengkap di Indonesia Timur, lalu di tahun keduanya 2013, POMA mengukuhkan diri sebagai Barometer Industri Otomotif di Indonesia Timur. Di tahun 2014 saat ini, POMA masih membuktikan dirinya masih layak menyandang prestasi sebagai barometer industri otomotif di Indonesia Timur.

Sebelumnya Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia(Gaikindo)menunjukkan angka penjualan mobil di pasar domestik hingga tutup tahun 2013lalumencapai angka 1.229.903 unit, menembus target penjualan Gaikindo yang menyasar angka 1,1 juta unit.

Pertumbuhan penjualan di industri ototmotif juga terasa di beberapa daerah di Indonesia, termasuk di Makassar. Dimana pada tahun 2012 penjualan unit mobil di Makassar mencapai kisaran 2,450 unit dan tahun 2013 meningkat 2,768 unit atau sekitar 13%. Di tahun 2014 industri otomotif Indonesia pun positif akan kembali mencatatkan pertumbuhan.

POMA 2014 diresmikan langsung oleh bapak Walikota Makassar, Bapak Ir. H. Ramdhan Pomato. Dalam sambutannya beliau menyampaikan dukungan penuhnya terhadap pameran yang digadang menjadi barometer pameran otomotif di Indonesia Timur.

Ia juga mengungkapkan harapannya agar POMA 2014 dapat menjadi sebuah wadah bagi industri otomotif untuk memperkenalkan produk dan teknologi terkini mereka kepada masyarakat Makassar.

Menggunakan lahan seluas 9.000 m2, POMA 2014 diikuti 17 Agen Pemegang Merek (APM), yang terdiri dari 15 merekpassengers cars, yakniChevrolet, Chrysler, Daihatsu, Datsun, Dodge, Fiat, Honda, Jeep, Kia, Mitsubishi Motor, Nissan, Peageut, Renault, Suzuki dan Toyota.Serta 2 merekcommercial caryakni Isuzu dan Mitsubishi Fuso serta dihadiri berbagai industri pendukung lainnya, yakni dari industritwo wheelsKaisar Motorcycle dan industri lokal yaitu Auto Sound Gallery, DJ Auto Fashion, Ice Station dan Surya Variasi.

Khusus di tahun ini, POMA 2014 menargetkan jumlah transaksi sebesar 15% dan pengunjung 8-10% dari tahun lalu, yakni 40,000 pengunjung dan target transaksi diharapkan akan dapat menembus angka lebih dari Rp. 250 milliar rupiah, namun kenyataannya target yang dicanangkan sebelumnya tidak mencapai target.