Dorong Peningkatan Daya Saing Indonesia Hadapi MEA

OSN Pertamina

Sabtu, 06/12/2014

NERACA

Globalisasi, sebuah kecendrungan yang sulit dihindari. Dalam sekejap, satu negara dengan negara lain tidak lagi ada batasan, termasuk persaingan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sudah tidak lagi dibatasi wilayah geografis. Dalam hal ini, SDM yang berdaya saing tinggi merupakan salah satu faktor kunci keberhasilan untuk memenangkan dan menangkap peluang yang ada.

Oleh karena itu, pengembangan SDM harus ditekankan pada penguasaan kompetensi yang fokus pada suatu bidang tertentu, yang pada gilirannya akan mampu meningkatkan daya saing di tingkat nasional maupun internasional. Tingginya kualitas SDM Indonesia terlihat dari gelaran Olimpiade Sains Nasional (OSN) yang telah menjelma menjadi barometer penguasaan kompetensi yang fokus pada suatu bidang tertentu di Perguruan Tinggi di Tanah Air.

Hal tersebut dapat dilihat dari peningkatan jumlah peserta dari tahun ke tahun, dimana pada tahun ini mencapai 37.757 peminat dari kategori teori serta kategori proyek sains. Rektor UI Muhammad Anis mengatakan, Olimpiade Sains Pertamina merupakan salah satu sarana bagi para mahasiswa untuk mempersiapkan diri berkompetisi menghadapi era globalisasi.

“Besar harapan kami bahwa peserta dan juga pemenang dapat meningkatkan kualifikasi diri dan mampu menerapkan ilmu sains ke berbagai bidang yang bermanfaat,” ujar dia dalam sambutan pengumuman pemenang sekaligus penutupan OSN Pertamina 2014.

OSN Pertamina merupakan ajang kompetisi ilmiah bagi mahasiswa Indonesia sekaligus wadah untuk mengekspresikan diri, menampilkan karya cipta, dan mengukir prestasi. Karena itu sejak dua tahun lalu, penyelenggaraan OSN semakin beragam dengan ditambahkannya kategori proyek sains Aplikasi Perangkat Lunak, Rancang Bangun, serta Produk Unggulan. Sejalan dengan itu, Afdal berharap hasil karya inovatif yang lahir dari Olimpiade Sains Nasional (OSN) Pertamina dapat diterapkan di masyarakat luas dan menjadi milestone penting bagi upaya meningkatkan daya saing menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN pada 2015. “Munculnya kreativitas dan inovasi yang lahir dari OSN Pertamina diharapkan tidak menjadi dokumen mati, tetapi juga bisa diaplikasikan dalam kehidupan masyarakat luas. Hal tersebut sangat sejalan dengan komitmen Pertamina untuk dapat mendukung bagi peningkatan daya saing nasional, terutama jelang berlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN pada 2015,” tutur dia. Pemenang OSN Pertamina 2014 didapat melalui beberapa proses.

Ujian Seleksi Provinsi diselenggarakan serentak di 10 Regional diikuti peserta dari 42 Universitas, pada tanggal 25 September 2014. Dari 35.804 peserta kategori sains dan 651 peserta kategori proyek sains, terjaring 73 Finalis Seleksi Nasional untuk kategori teori dan 15 tim untuk kategori proyek sains. Para Finalis terpilih kemudian berlomba untuk menjadi pemenang kategori teori dan kategori proyek sains pada 23 November 2014 di Wisma Makara UI. Para pemenang mendapatkan hadiah beasiswa total Rp 2 miliar rupiah.