Kembangkan Pola Pikir Analytic Sejak Dini - SAS Peduli Dunia Pendidikan

Dalam dunia akademisi, SAS Indonesia terus menunjukkan komitmen untuk ikut serta dalam membangun sumber daya manusia dalam bidang analytics yang mampu menjawab tantangan di dunia bisnis

NERACA

Dalam dunia usaha business analytic memiliki peranan yang penting, hal ini ditunjang dari segi perubahan iklim ekonomi yang cepat berubah/fluktuatif, sehingga dibutuhkan solusi pendukung dalam pengambilan keputusan untuk menghadapi isu-isu bisnis yang cukup kompleks pada era kompetisi saat ini.

Solusi yang dibutuhkan adalah suatu cara dalam memanfaatkan aset data yang sudah dimiliki dan dijadikan sebagai bahan pengambilan keputusan yang tepat sasaran dalam mengatasi maupun mengantisipasi serta dapat digunakan untuk memaksimal produktifitas yang berkelanjutan.

Business analytics itu sendiri merupakan suatu solusi dari teknik analitik yang digunakan untuk memahami dan menganalisa serta menyelesaikan isu-isu bisnis dan permasalahannya. Solusi ini disertai dengan framework yang berguna untuk proses pengambil keputusan.

Business analytic membantu institusi untuk menyelesaikan permasalahan kompleks, meningkatkan kinerja serta mendorong pada terciptanya inovasi. Solusi ini juga dapat digunakan untuk merencanakan dan mengantisipasi perubahan serta mengatur dan mengurangi risiko bisnis yang ada.

Demi membangun budaya analytics di kalangan akademisi serta melengkapi para akademisi dengan teknologi analytics sehingga mampu membantu menjawab kebutuhan sumber daya analytics yang memahami bisnis, SAS, pemimpin software dan layanan business analytics menggelar kompetisi karya ilmiah dengan menggunakan SAS sebagai teknologi analytics untuk menganalisa dan memecahkan persoalan bisnis yang pertama kali diadakan di Indonesia. Kompetisi ini mengusung tema “Analytics for Business Decision Making.”

“Ajang kompetisi ini diharapkan dapat dipergunakan sebagai sarana untuk berlatih menggunakan teknologi analytic dan mengembangkan pola pikir analytic sejak dini. Ajang ini juga selaras dengan komitmen SAS pada dunia pendidikan, khususnya untuk berkontribusi dalam hal perkembangan business analytic di Indonesia. Peserta dalam perlombaan ini dapat berupa individu maupun grup maksimal dua orang baik mahasiswa maupun dosen,” ujar Kristianus Yulianto, Consulting and Services Manager SAS Indonesia saat memberi sambutan di sela-sela International Conference on Statistics and Mathematics 2014 di Surabaya beberapa waktu lalu.

Antusiasme terhadap kompetisi ini telah mengundang beberapa perwakilan mahasiswa dan dosen dari seluruh Indonesia. Antusiasme para akademisi dalam inovasi bisnis terlihat dari materi karya tulis yang telah masuk sebagai peserta.

“Para peserta kompetisi ini tidak hanyaberasal dari mahasiswa saja melainkan juga dari para dosen. Adapun kriteria penilaian dalam lomba ini terdiri atas penilaian tahap pertama yakni karya tulisnya. Dalam karya tulis, kami menilai dari segi konten topik yang diangkat, aspek pengambilan keputusan, inovasi, pengaruh penggunaan SAS, serta aturan dan metodologi ilmiah. Kemudian pada tahap kedua yakni penilaian terhadap presentasi yang dilakukan oleh peserta. Aspek yang dinilai dari tahap kedua ini adalah kejelasan ide & artikulasi; kemampuan untuk mempertahankan ide; dan kualitas dalam penyajian presentasi,” ujar Muljo Witono, Ketua Dewan Juri SAS Competition 2014

Setelah melalui tahap presentasi final, akhirnya terpilih dua pemenang yakni I. Made I. M.Brunner dengan karya yang berjudul “Rail Transit System Alignment Determination using Geographic Information Systems and SAS Procedures” yang membahas mengenai penggunaan SAS dan Geographic Information Systems dalam menentukan rute terbaik untuk penyelarasan jalur transit kereta api.

Sedangkan Hidayatul Khusna dengan karya yang berjudul “Short Term Electricity Load Demand Forecasting by Using Percentile ErrorBootstrap Approach on Double Seasonal ARIMA Model” yang membahas mengenai penggunaan SAS dalam memprediksi data permintaan beban listrik jangka pendek di provinsi Jawa Timur dan Pulau Bali, yang dapat digunakan untuk pengoptimalan distribusi pada wilayah kerja PLN Jawa Timur – Bali. Dua tim pemenang pada SAS Competition ini akan memperoleh kesempatan menghadiri SAS Forum yang akan berlangsung di salah satu Negara Asia pada 2015.

Pada forum yang berlangsung selama dua hari ini, para pemenang mendapatkan pengalaman berharga dari sudut pandang industri yang berbeda-beda lewat kegiatan presentasi, workshop, hingga diskusi panel yang membahas mengenai fungsi analytics dan penerapannya; seperti apa ilustrasi dan pendekatan yang dilakukan lewat penggunaan analytics; dan kenapa analytics menjadi berharga untuk diterapkan.

“Kami juga selaku tuan rumah penyelenggaraan International Conference on Statistics and Mathematics 2014 mengapresiasi SAS Competition ini. Besar harapan kami bahwa penyelenggaraan ini dapat memberikan kontribusi kepada dunia akademisi tentang pemanfaatan teknologi analytics seperti SAS dalam berbagai bidang keilmuan. Dan tentunya kompetisi semacam ini juga sekaligus menjadi tolok ukur (benchmark) kemampuan para akademisi kita dan kami harapkan dapat mengharumkan nama bangsa kita dalam bidang statistika di tingkat dunia,” kata Prof. Dr. R. Y. Perry Burhan, MSc, Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Related posts