PTBA Bakal Akuisisi Penambangan Emas - Genjot Kinerja Akhir Tahun

NERACA

Jakarta – Guna menjaga cadangan tambang emas, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) melalui anak usahanya, PT Bukit Multi Investama, berencana mengakuisisi perusahaan jasa penambangan emas menjelang tutup tahun ini. Aksi korporasi tersebut untuk meningkatkan nilai tambah atau sinergi antara anak usaha dan induk usaha,”Kami masih dalam proses uji tuntas (due diligence) perusahaan jasa penambangan ini. Nilai dan hasilnya masih dalam proses, jadi belum bisa dijelaskan secara detail,”kata Sekretaris Perusahaan Bukit Asam, Joko Pramono di Jakarta, kemarin.

Aksi ini bakal menambah rangkaian aksi akuisisi yang dilakukan Bukit Multi sebelumnya. Menurut Joko, hal ini seiring dengan rencana anak usaha tersebut untuk meningkatkan nilai tambah atau sinergi dengan Bukit Asam, sebagai induk usaha.

Belum lama ini, Bukit Multi mengakuisisi 100 persen saham PT Bumi Sawindo Permai. Nilai akuisisi mencapai Rp 861,3 miliar. Joko menjelaskan, pihaknya juga segera membentuk perusahaan patungan (joint venture/JV) dalam rangka menggarap proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) bersama PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum).

Bukit Asam dan Inalum akan membangun PLTU berbahan bakar batu bara dengan kapasitas 1.000 MW atau 3 x 350 MW. Saat ini, perseroan masih dalam proses feasibility study (FS). Diharapkan semester I-2015, kajian tersebut akan selesai. “Pengkajian ini juga diikuti dengan pembahasan pendanaan secara optimum,” jelas dia.

Sebelumnya, Bukit Multi Investama menyampaikan rencana pengembangan bisnis atau diversifikasi pada usaha perkebunan kelapa sawit dengan mengakuisisi seluruh saham perusahaan perkebunan kelapa sawit, PT Bumi Sawindo Permai (BSP).

Perusahaan Bumi Sawindo Permai memiliki luas lahan mencapai 8.346 hektare (ha) dan merupakan bagian dari wilayah Izin usaha Pertambangan (IUP) PTBA di area Banko, Tanjung Enim, Sumatera Selatan. Di dalam lahan tersebut, BSP juga memiliki pabrik pengolahan sawit dengan kapasitas 45 ton per jam tandan buah segar dan pembangkit listrik milik sendiri berbahan bakar limbah kelapa sawit dengan kapasitas 5 megawatt (MW) untuk menunjang operasional pabrik.

Disebutkan, dalam lahan yang diakuisisi itu terdapat cadangan batu bara sebanyak 580 juta ton dari total cadangan sebanyak 1,99 miliar ton milik PTBA,”Dengan begitu, akuisisi ini merupakan upaya perusahaan untuk pemenuhan pasokan batu bara bagi pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) mulut tambang, yang dalam persiapan pembangunan dan sejumlah proyek PLTU mulut tambang berikutnya," kata Joko Pramono.

Sampai dengan September 2014, PT Bukit Asam Tbk telah menyerap sekitar 70% dana belanja modal atau sebesar Rp797 miliar. Dana belanja modal tersebut telah digunakan perseroan untuk investasi pengembangan mencapai Rp757 miliar dan investasi rutin senilai Rp40 miliar. (bani)

Related posts