Masih Ada Ruang IHSG Lanjutkan Penguatan

Rabu, 03/12/2014

NERACA

Jakarta – Seharian laju perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) terus menguat seiring aksi beli investor. Positifnya data ekonomi yang di rilis Badan Pusat Statistik (BPS) menjadi pemic menguatnya indeks BEI. Mengakhiri perdagangan Selasa sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat 11,505 poin (0,22%) ke level 5.175,793. Sementara Indeks LQ45 melaju 2,879 poin (0,32%) ke level 893,578.

Analis HD Capital, Yuganur Wijanarko mengatakan, data ekonomi Indonesia yang diumumkan oleh BPS pada awal pekan yang cukup positif masih memberikan sentimen positif bagi pergerakan indeks BEI,”Beberapa katalis positif dalam negeri yakni neraca perdagangan Indonesia periode Oktober yang mencatatkan surplus sebesar US$ 23,2 juta serta data inflasi November sebesar 1,5%, atau di bawah ekspektasi 2% menjadi salah satu pendorong indeks BEI,”ungkapnya di Jakarta, Selasa (2/12).

Dia menambahkan cukup positifnya data itu, membuat prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2015 dapat lebih baik, apalagi pemerintah juga gencar mendorong infrastruktur. Sementara itu, analis Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya mengatakan bahwa secara teknikal, indeks BEI yang dalam perjalanannya sempat menembus level batas atas di 5.178 poin menunjukkan pola tren penguatan jangka pendeknya,”Potensi untuk melanjutkan kenaikan semakin membesar, target batas atas berikutnya berada pada level 5.202 poin diperkirakan tercapai. Apalagi, diiringi oleh stabilnya data ekonomi dalam negeri,”ujarnya.

Menurutnya, stabilnya data ekonomi Indonesia akan meningkatnya minat investor asing masuk ke pasar saham domestik. Dana asing masih mengalir masuk lantai bursa meski tidak banyak. Transaksi investor asing hingga sore terpantau melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 161,76 miliar di seluruh pasar. Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 254.351 kali dengan volume 7,177 miliar lembar saham senilai Rp 6,051 triliun. Sebanyak 156 saham naik, 121 turun, dan 100 saham stagnan.

Bursa saham Tiongkok memimpin penguatan dengan lonjakan lebih dari 3%. Bursa regional pun kompak membuntuti penguatan ini. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Gudang Garam (GGMR) naik Rp 425 ke Rp 61.125, Samudera Indonesia (SDMR) naik Rp 400 ke Rp 14.000, Indocement (INTP) naik Rp 250 ke Rp 25.675, dan Goodyear (GDYR) naik Rp 200 ke Rp 16.500. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gowa Makassar (GMTD) turun Rp 800 ke Rp 7.025, Mayora (MYOR) turun Rp 700 ke Rp 24.300, SMART (SMAR) turun Rp 500 ke Rp 7.500, dan HM Sampoerna (HSMP) turun Rp 350 ke Rp 69.375.

Perdagangan sesi pertama, IHSG ditutup menguat 22,570 poin (0,44%) ke level 5.186,858. Sementara Indeks LQ45 melaju 4,657 poin (0,52%) ke level 895,356. Aksi beli berhasil menahan Indeks di zona hijau. Saham-saham di sektor konstruksi memimpin penguatan, dibuntuti saham-saham komoditas.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 137.869 kali dengan volume 3,281 miliar lembar saham senilai Rp 2,614 triliun. Sebanyak 180 saham naik, 96 turun, dan 67 saham stagnan. Bursa-bursa regional yang diawal melemah kini kompak menguat. Koreksi saham yang sudah terjadi kemarin dan pagi langsung dimanfaatkan untuk aksi beli.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Gudang Garam (GGMR) naik Rp 725 ke Rp 6.1425, Samudera Indonesia (SDMR) naik Rp 300 ke Rp 13.900, Astra Agro (AALI) naik Rp 300 ke Rp 23.325, dan Indocement (INTP) naik Rp 225 ke Rp 25.650. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Multi Prima (LPIN) turun Rp 250 ke Rp 5.400, Danayasa (SCBD) turun Rp 225 ke Rp 1.850, Matahari (LPPF) turun Rp 175 ke Rp 15.025, dan XL Axiata (EXCL) turun Rp 110 ke Rp 4.990.

Diawal perdagangan, IHSG dibuka menguat 5,32 poin atau 0,10% menjadi 5.169,61 terimbas data ekonomi Indonesia yang dinilai cukup positif oleh pelaku pasar, sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 1,34 poin (0,15%) ke level 892,03.

Kata analis Asjaya Indosurya Securities, William Suryawijaya, indeks BEI bergerak melanjutkan penguatan masih terimbas sentimen positif dari data neraca perdagangan Indonesia yang mengalami perbaikan,”Rilis data neraca perdagangan Indonesia yang dirilis Senin awal pekan, menjadi salah satu sentimen positif bagi IHSG BEI sehingga mendorong investasi asing masih masuk ke pasar saham,”ujarnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Oktober 2014 mengalami surplus sebesar US$ 23,2 juta, dimana kinerja ekspor mencapai US$ 15,35 miliar dan impor sebesar US$ 15,33 miliar. Menurut William, membaiknya data itu mengindikasikan bahwa potensi IHSG BEI untuk terus bergerak naik masih cukup kuat, seiring dengan kepercayaan investor yang juga masih cukup tinggi terhadap ekonomi Indonesia.

Dirinya menuturkan, secara teknikal, IHSG telah berada pada jalur tren penguatan dan hanya tinggal menunggu waktu untuk melanjutkan 'rally' lenaikan. Indeks BEI diperkirakan bergerak di kisaran 5.132-5.178. Tercatat bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng dibuka melemah 20,54 poin (0,09%) ke 23.346,91, indeks Nikkei turun 13,88 poin (0,07%) ke 17.577,31, dan Straits Times menguat 29,44 poin (0,88%) ke posisi 3.334,68. (bani)