Pendidikan Berbasis STEM, Amunisi Pembangunan Bangsa

NERACA

Saat ini ilmu eksakta, terutama di bidangScience,Technology,EngineeringdanMath(STEM) memegang peranan penting di dalam dunia pendidikan. Bidang tersebut digadang-gadang sebagai kunci sukses bagi pembangunan suatu negara, terutama negara berkembang seperti Indonesia.

Menurut data yang dirilis olehNational Science Foundation, dalam 10 tahun ke depan 80% lapangan pekerjaan akan membutuhkan kemampuan kompetensi STEM yang memadai. Bahkan, Biro Statistik Tenaga Kerja Amerika Serikat melansir dalam empat tahun ke depan (tahun 2018), hampir 30 pekerjaan yang berkembang pesat akan memerlukan tenaga kerja dengan pengetahuan dan keterampilan yang memadai di bidang STEM

Indonesia sendiri, mengalami kelangkaan insinyur saat ini,berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum, Indonesia baru bisa memproduksi 42.000 dari 175.000 insinyur per tahun. Di sisi lain, Tiongkok dan India sudah dapat menghasilkan masing-masing 764.000 dan 498.000 insinyur per tahun. Berkenaan dengan pasar bebas ASEAN 2015, bisa jadi Indonesia terpaksa harus mengandalkan insinyur asing jika belum bisa memenuhi kebutuhannya. Akibat ketimpangan tersebut, pekerja asing akan banyak menduduki posisi strategis di beberapa perusahaan dalam negeri.

Kelangkaan ini juga memunculkan krisis lain dalam pendidikan. Jelas bahwa Indonesia belum mendidik siswa dengan STEM secara memadai untuk mengisi lowongan di masa depan. Tambah lagi, para siswa umumnya kurang tertarik dengan dunia teknik yang identik dengan kekakuan.

Melihat hal tersebut, Putera Sampoerna Foundation mengembangkan sebuah perjalanan pendidikan bernama Sampoerna Schools System yang merupakan perjalanan pendidikan yang memberikankesempatan kepada generasi muda Indonesia untuk mengenyam pendidikan yang berkualitas dan berstandar internasional dengan harga yang terjangkau.

Sampoerna Schools System menawarkan pendidikan dengan kurikulum berkelas internasional dengan fokus pendidikan berbasis STEM untuk membentuk dan memperkuat karakter siswa yang tangguh dalam memecahkan masalah denganmengasahpemikiran kritis, keuletandan ketekunan.

“Pendidikan berbasis STEM membentuk sumber daya manusia yang mampu bernalar dan berpikir kritis, logis, dan sistematis sehingga mereka nantinya mampu menghadapi tantangan global serta mampu meningkatkan perekonomian negara,” ujarNenny Soemawinata, Managing Director Putera Sampoerna Foundation.

Pendidikan STEM mengasah kemampuan generasi muda Indonesia untuk memahami isu yang lebih kompleks sehingga dapat mencari solusi yang kreatif. Kemampuan untuk menyelesaikan masalah dan keterampilan kreatif sangat dibutuhkan oleh perusahaan-perusahaan guna meningkatkan produktivitas.

“Keberhasilan Indonesia di masa sekarang dan mendatang bergantung pada keahlian dan kemampuan generasi penerus bangsa, terutama di bidang STEM. Dengan pendidikan berbasis STEM yang kuat, Indonesia memiliki amunisi yang efektif untuk menghadapi berbagai tantangan di bidang infrastruktur, energi, keamanan nasional serta kesehatan lingkungan,” ungkapNenny Soemawinata.

“Putera Sampoerna Foundation percaya bahwa pendidikan berbasis STEM yang diterapkan melalui Sampoerna Schools System dapat meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia di Indonesia, mempersiapkan mereka dalam menyongsong MEA 2015 dan mewujudkan proyeksi Indonesia sebagai negara perekonomian terbesar ke-7 di dunia pada tahun 2030”, imbuh dia.

BERITA TERKAIT

Didorong, Replikasi Pembangunan Poltek Berbasis Industri

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian terus mendorong replikasi pembangunan politeknik yang link and match dengan industri dalam upaya menciptakan sumber…

KKP Pacu Budidaya Udang Vaname Berkelanjutan Berbasis Klaster

NERACA Jakarta – Buol – Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP, Slamet Soebjakto dalam acara “workshop pengembangan klaster budidaya perikanan kerjasama…

Saudagar Bugis: - Kembangkan Pariwisata Berbasis Kearifan Lokal

Menteri PANRB Syafruddin mengajak seluruh pengusaha yang tergabung dalam Saudagar Bugis Makassar untuk mengembangkan potensi wisata yang dimiliki Sulawesi Selatan…

BERITA LAINNYA DI PENDIDIKAN

PPDB Zonasi Banyak Dikeluhkan

      Sejumlah warganet mengeluhkan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) berbasis zonasi yang diterapkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud)…

Waspadai Anak Bermain Gawai Keseringan

    Dokter Spesialis Anak DR. dr. Meita Dhamayanti, Sp.A(K) mengatakan bayi di bawah umur lima tahun (balita) yang cenderung…

Merajut Jaring Literasi Baca Anak

    "Halo, perkenalkan, namaku Ceta. Aku mau ajak teman-teman di sini untuk bermain tebak-tebakan. Mulai dari kelompok perempuan dulu,…