1,8 Milyar Generasi Muda Siap Mendorong Perubahan

Sabtu, 06/12/2014

Potensi pertumbuhan ekonomi dapat diwujudkanmelalui ‘bonusdemografis‘ ketika negara dengan populasi pemuda yang besar berinvestasi pada potensi pemuda.

NERACA

Negara berkembang denganjumlahpemudayang tinggidapat menikmati pertumbuhan ekonomi luar biasa besar jika mereka melakukan investasi serius di bidang pendidikan dan kesehatan generasi mudanya serta melindungi hak mereka, demikian kesimpulanLaporan Kependudukan Dunia2014 oleh Dana Kependudukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations Population Fund/UNFPA).

Setiap tahun, UNFPA menyusun Laporan Kependudukan Dunia (SWOP) dengan tema berbeda berdasarkan atas persoalan kependudukan, yang muncul selama masa itu. LaporanSituasi Kependudukan Duniapada tahun ini mengangkat tema “Kekuatan 1,8 Milyar: remaja, pemuda dan transformasi masa depan”. Laporan itu secara resmidisiarkan28 November lalu oleh UNFPA bekerja sama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Sebanyak 1,8 milyar pemuda—jumlah terbesar dalam sejarah—merupakan kesempatan luar biasa besar untuk mengubah masa depan. Mereka adalah penemu, pencipta, pembangun, dan pemimpin masa depan. Namun, semua hal tersebut hanya dapat terlaksana jika mereka memiliki keterampilan, kesehatan, kesempatan dalam membuat keputusan dan pilihan dalam hidupnya.

"Dengan kebijakan dan investasi tepatdi bidangsumber daya manusia, negara dapat memberdayakan pemuda untuk mendorong perkembangan ekonomi dan sosial serta meningkatkan pendapatan per kapita," kataJose Ferraris,PerwakilanUNFPA untuk Indonesia, mengutip laporan SWOP 2014.

Laporan tersebut menyatakan bahwa peluang pertumbuhan ekonomidapatdiwujudkan melalui “bonus demografi”, yang dapat terjadi ketika jumlahpendudukusia kerja di suatu negara lebih besar daripada jumlahpendudukmuda danjumlah tanggungan. Namun, untuk memaksimalkan bonus demografi tersebut, tiap negara harus memastikan bahwapendudukusiaproduktiftersebut dibekali dengan baik untuk dapat meraih peluang kerja dan kemungkinanmendapat penghasilanlain. Di Indonesia,berbagaiupaya telah dilakukan untuk menyiapkan pemuda.

"Program pemerintah secara ajek ditujukan untuk mengembangkan potensi pemuda, yang berjumlah 65 juta atau sekitar 28% dari jumlah penduduk berdasarkan atas sensus 2010. Tentu saja, Indonesia akan menggunakan kesempatan tersebut," kata Kepala BKKBNProf. Fasli Jalal.

Kepala BKKBNProf Fasli Jalalmenambahkan bahwa Indonesia memilikijumlah besar muda dan bersemangat. Oleh karena itu, pemerintah merancang program, yang membekali generasi muda dengan pendidikan dan keterampilan tepat, kesadaran hidup sehat, kemampuan mengambilkeputusan, serta kesempatan lebih luasuntuk tumbuh.

"Investasiuntukgenerasi muda tersebut merupakan langkah tepat. Untuk berbagai alasan, investasi tersebutjuga merupakan langkah cerdas. Sebagai contoh, investasi untuk generasi muda memungkinkan negara berkembang menikmati bonus demografi, yang dapat membantu mengurangi kemiskinan dan meningkatkan taraf hidup," tambahJose Ferraris.

Laporan UNFPA menunjukkan bahwa peralihan demografi, yang berlangsung di 60 negara, membuka peluang bagi bonus demografi. Besar-kecil bonus itu bergantung pada bagaimana setiap negara melakukan investasikepadapemuda, sehingga mereka dapatmemaksimalkan seluruhpotensi mereka.

Menurut laporan tersebut, bonus demografi sebesar itu memiliki peluang membebaskanratusanjuta orang dari kemiskinan dan meningkatkan taraf hidup serta mendorong kemajuan ekonomi. Investasi untuk generasi muda, yang dibutuhkan untuk menghasilkan bonus demografi, adalah perlindungan hak, termasuk hak reproduksi, peningkatan kesehatan, termasuk kesehatan reproduksi dan seksual, dan memberikan keterampilan serta pengetahuan untuk membangun kemampuan pemuda. Investasi tersebut juga dapat mempercepat penurunan angka kelahiran,yangdapat mempercepat peralihan demografi.