Anak Usaha Saratoga Rencanakan IPO - Jika Kondisi Pasar Kondusif

NERACA

Jakarta - PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) memiliki dua anak usaha yang akan melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) di kuartal II/2015,”Dua anak usaha kami yang akan kita lakukan IPO yaitu PT Medco Power Indonesia (MPI) dan PT Tri Wahana Universal (TWU)," kata founder SRTG, Sandiaga Uno di Jakarta, Senin (1/12).

Menurut dia, rencana IPO ini akan dikaji ulang, melihat keadaan market dan perusahaan yang kondusif terlebih dahulu. Jika keadaan itu benar-benar kondusif, maka rencana itu bisa lebih dipercepat pada kuartal I/2015.

Dia menjelaskan, jika kedaaan perusahaan di kuartal I/2015 tidak kondusif, maka rencana IPO bisa dijalankan pada pada pertengahan semester satu tahun depan, bahkan bisa di akhir-akhir 2015,”Ketika rencana itu bisa lebih matang di paruh kedua tahun depan. Maka kita bisa lebih siap,”paparnya.

Pada Kuartal III 2014, Saratoga mampu mencetak laba bersih senilai Rp762 miliar, meningkat tajam dibandingkan periode sama 2013 dimana masih mencatat rugi Rp91 miliar. Posisi pendapatan SRTG meningkat 105% menjadi Rp4,7 triliun, jika dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp2,3 triliun. Hal ini terutama didorong oleh peningkatan kapasitas produksi pada PT Tri Wahana Universal, anak perusahaan konsolidasi yang bergerak di bisnis kilang minyak.

Sementara itu, Nilai Aktiva Bersih (NAV) Saratoga meningkat sebesar 22% menjadi Rp21,8 triliun, jika dibandingkan sebesar Rp17,8 triliun di akhir 2013. Nilai Aktiva Bersih dihitung berdasarkan nilai pasar (market value) dari perusahaan investasi yang sahamnya tercatat di bursa dan nilai buku (book value) dari perusahaan investasi yang non-listed.

"Kinerja positif ini membuktikan bahwa strategi investasi Saratoga sudah tepat dan didukung oleh fundamental bisnis perusahaan-perusahaan investasi yang sangat solid. Kami optimis mampu melanjutkan tren positif ini ke depan,”kata Chief Financial Officer Saratoga, Jerry Ngo.

Pada tahun 2015, perusahaan akan tetap menjalankan strategi investasi aktif untuk meningkatkan value perusahaan di sektor-sektor strategis. Kebijakan pemerintah untuk memperkuat dan mempercepat pembangunan infrastruktur dan kelistrikan merupakan sejumlah peluang bisnis yang akan dioptimalkan oleh Saratoga,”Kami akan tetap fokus pada tiga sektor bisnis yaitu konsumer, infrastruktur dan sumber daya alam. Dengan strategi pertumbuhan yang akan dijalankan oleh pemerintah baru, kami optimis tiga lini bisnis tersebut akan tumbuh positif, terutama infrastruktur yang akan menjadi fokus dan perhatian pemerintah,”ujarnya. (bani)

BERITA TERKAIT

Jaga Kondisi Pasar - OJK Hentikan Reksadana Investor Tunggal

NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghentikan sementara penerbitan produk baru reksa dana investor tunggal seiring cukup banyaknya jumlah…

Sikapi Kasus Pemalsuan Deposito - BTN Yakinkan Nasabah Kondisi Kinerja Masih Solid

NERACA Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) menyatakan perseroan dalam kondisi kinerja yang solid dengan performa perusahaan…

ADHI Catatkan Kontrak Baru Rp 6,8 Triliun

NERACA Jakarta – Sampai dengan Agustus 2019, PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) mencatatkan perolehan kontrak baru senilai Rp6,8 triliun.…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Presiden Bakal Membuka Munas HIPMI Ke-XVI

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan akan membuka musyawarah nasional (Munas) Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda (BPP HIPMI)…

CEO Asia Aero Technology - Mengusung Hipmi 4.0 Agar Lebih Familiar

Jiwa muda dengan sederet perstasi adalah harapan pimpinan di masa mendatang, hal inilah yang menggambarkan Bagas Adhadirgha seorang Founder sekaligus CEO…

Jaga Kondisi Pasar - OJK Hentikan Reksadana Investor Tunggal

NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghentikan sementara penerbitan produk baru reksa dana investor tunggal seiring cukup banyaknya jumlah…