Menikmati Data Inflasi, IHSG Menguat

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin awal pekan, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat 14,400 poin (0,28%) ke level 5.164,288. Sementara Indeks LQ45 ditutup naik 4,365 poin (0,49%) ke level 890,699. Data inflasi 1,5% secara bulanan oleh Badan Pusat Statik membawa IHSG balik arah ke zona hijau.

BPS mencatat inflasi secara tahunan (year-on-year) 6,23%. Kemudian inflasi sepanjang Januari-November 2014 (year to date) tercatat 5,75%,”Masih berlanjutnya aksi beli investor asing meski tidak terlalu tinggi cukup menopang penguatan IHSG BEI," kata Kepala Riset Woori Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada di Jakarta, Senin (1/12).

Reza Priyambada menambahkan bahwa data neraca perdagangan Indonesia yang mengalami surplus menambah sentimen positif bagi pasar saham di dalam negeri. Sementara inflasi, memang cukup tinggi namun sudah diprediksi sebagian kalangan pasar.

Berikutnya, IHSG Selasa berikutnya diproyeksikan kembali melanjutkan penguatannya. Tercatat transaksi investor asing hingga sore melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 67,711 miliar di seluruh pasar. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 218.731 kali dengan volume 6,346 miliar lembar saham senilai Rp 5,744 triliun.

Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng ditutup melemah 620,00 poin (2,58%) ke 23.367,45, indeks Nikkei naik 130,25 poin (0,75%) ke 17.590,10, dan Straits Times melemah 44,79 poin (1,34%) ke posisi 3.305,71. Sebanyak 134 saham naik, 170 turun, dan 79 saham stagnan. Harga minyak dunia yang masih dalam tren melemah membuat pelaku pasar khawatir, akhirnya banyak terjadi aksi jual. Bursa-bursa regional pun rata-rata berakhir di zona merah.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Indo Kordsa (BRAM) naik Rp 1.040 ke Rp 5.600, Indocement (INTP) naik Rp 750 ke Rp 25.425, Semen Indonesia (SMGR) naik Rp 675 ke Rp 16.675, dan Gowa Makassar (GMTD) naik Rp 675 ke Rp 7.825. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Agro (AALI) turun Rp 975 ke Rp 23.025, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 625 ke Rp 18.4000, Unilever (UNVR) turun Rp 475 ke Rp 60.700, dan United Tractor (UNTR) turun Rp 425 ke Rp 31.375.

Perdagangan sesi pertama, IHSG ditutup naik tipis 6,203 poin (0,12%) ke level 5.156,091. Sementara Indeks LQ45 menguat tipis 1,505 poin (0,17%) ke level 887,839. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 125.304 kali dengan volume 3,681 miliar lembar saham senilai Rp 2,807 triliun. Sebanyak 121 saham naik, 154 turun, dan 73 saham stagnan.

Bursa-bursa regional masih bergerak variatif hingga siang. Tren harga minyak yang melemah membuat pelaku pasar berhati-hati dalam bertransaksi. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Indocement (INTP) naik Rp 625 ke Rp 25.300, Maskapai Reasuransi (MREI) naik Rp 550 ke Rp 5.675, Goodyear (GDYR) naik Rp 500 ke Rp 16.500, dan Semen Indonesia (SMGR) naik Rp 475 ke Rp 16.475.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Agro (AALI) turun Rp 925 ke Rp 23.075, Lippo Insurance (LPGI) turun Rp 500 ke Rp 5.400, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 475 ke Rp 18.550, dan Samudera Indonesia (SMDR) turun Rp 450 ke Rp 12.350.

Diawal perdagangan, IHSG dibuka menguat 0,49 poin atau 0,01% menjadi 5.150,38 di tengah antisipasi investor terhadap data ekonomi Indonesia, sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 0,12 poin (0,01%) ke level 886,45. Kata Head of Research Valbury Asia Securities, Alfiansyah, investor sedang menanti data inflasi bulan November 2014,”Angka inflasi periode November 2014 itu menjadi acuan investor atas kebijakan moneter Bank Indonesia selanjutnya,”ujarnya.

Menurut dia, jika laju inflasi November 2014 tidak naik signifikan, maka pemerintah mampu mengatasi dampak kenaikan harga BBM dengan menjaga suplai bahan pokok dan bursa saham Indonesia diperkirakan bergerak 'mixed.

Sementara itu, Reza Priyambada menambahkan bahwa laju pergerakan IHSG BEI diperkirakan tidak banyak mengalami perubahan,”Dirilisnya data-data ekonomi makro Indonesia membuat pasar cenderung tertahan dan berpotensi kembali melemah jika rilis data-data tersebut di bawah perkiraan," katanya.

Oleh karena itu, dirinya sempat memproyeksikan bahwa pada perdagangan Senin (1/12), IHSG BEI diperkirakan bergerak pada rentang 5.128-5.164 poin. Tercatat bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng dibuka melemah 319,52 poin (1,33%) ke 23.667,93, indeks Nikkei naik 167,55 poin (0,96%) ke 17.627,59, dan Straits Times melemah 3,42 poin (0,10%) ke posisi 3.347,38. (bani)

BERITA TERKAIT

Kebijakan Publik - Perlu Perbaikan Data Pangan untuk Kurangi Kesemrawutan Impor

NERACA Jakarta – Pemerintah perlu melakukan perbaikan data pangan untuk mengurangi kesemrawutan impor. Perbaikan data pangan juga perlu dilakukan sebagai…

IHSG dan Nilai Kapitalisasi Tumbuh 1,22%

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat indeks harga saham gabungan (IHSG) pekan kemarin tumbuh sebesar 1,22% ke…

Sentimen Global Berikan Tenaga Bagi IHSG

NERACA Jakarta – Menutup perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (14/3), indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Jasa Marga Bukukan Utung Rp 2,2 Triliun

Sepanjang tahun 2018, PT Jasa Marga Tbk (JSMR) mencatatkan laba bersih sebesar Rp2,2 triliun atau sama dengan periode yang sama tahun…

Produksi Minyak Sawit ANJT Tumbuh 6,6%

Hingga Februari 2019, PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) memproduksi minyak sawit mentah sebanyak 34.750 ton atau naik 6,6% dari…

Pefindo Beri Rating AAA Obligasi Indosat

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan peringkat idAAA terhadap Obligasi Berkelanjutan II Tahap III/2019 seri A PT Indosat Tbk (ISAT)…