Lagi, Waskita Karya Terbitkan Saham Baru

NERACA

Jakarta –Guna melibatkan peran serta publik, PT Waskita Karya Tbk (WSKT) akan mencatatkan 1.826.000 saham baru sebagai bagian dari pelaksanaan opsi Management and Employee Stock Option Plan (MESOP) tahap pertama.

Dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin, PT Datindo Entrycom selaku Biro Administrasi Efek Waskita Karya telah membantu pencatatan saham baru tersebut pada Jumat (28/11). Pencatatan ini akan berimplikasi pada penambahan jumlah saham yang tercatat di papan utama Bursa Efek Indonesia hingga mencapai 9.702.885.905 saham, setelah sebelumnya Waskita Karya sudah memiliki 9.701.059.195 saham yang tercatat.

Pencatatan ini dilakukan di Bursa Efek Indonesia mulai Senin awal pekan ini dan diperdagangkan di hari yang sama. Dengan demikian, hak Opsi MESOP yang belum dikonversi untuk tahap I sebanyak 102.730.805 lembar saham dan tahap II sebesar 115.587.000 lembar saham.

Program pemberian opsi kepemilikan saham bagi karyawan di Waskita Karya sendiri telah berlangsung selama dua tahun terakhir dimana Waskita Karya memberikan umur opsi selama lima tahun kepada pekerjanya. Sebagai tambahan, Waskita Karya berencana mengalokasikan sebanyak-banyaknya 288.967.000 lembar saham atau sebesar 3 persen dari modal ditempatkan dan disetor setelah pelaksanaan Initial Public Offering (IPO) pada 2012.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, Waskita Karya juga telah melakukan aksi penawaran obligasi sebesar Rp 500 miliar pada bulan Oktober lalu. Aksi korporasi tersebut dilakukan sebagai tahapan pertama dari penawaran umum berkelanjutan yang bernilai Rp 2 triliun.

Direktur Keuangan Waskita Karya Tunggul Rajagukguk sempat mengatakan bahwa kebijakan ini merupakan salah satu langkah Waskita Karya untuk pembiayaan-pembiayaan konstruksi seperti pembangunan Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta yang menelan biaya sebesar Rp 5 triliun.

Sebagai informasi, perseroan segera merampungkan 60% saham PT Kresna Kusuma Dyandra Marga (KKDM), pemegang konsesi tol layang Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu), menjelang tutup tahun 2014. Sambil menunggu proses tersebut rampung, perseroan juga tengah menjajaki pinjaman hingga Rp 3 triliun.

Kata Karya Tunggul Rajagukguk, perseroan sudah melewati tahap perjanjian jual beli bersyarat (PPJB) dengan para pemegang saham KKDM. Proses akuisisi diharapkan rampung pada Desember ini,”Persiapan konstruksi Becakayu sebenarnya sudah dimulai, tapi pihak perbankan yang akan mengucurkan pinjaman menunggu kepastian dari akuisisi KKDM. Jadi, tinggal selangkah lagi,” ujar dia.

KDM sebelumnya sudah meminta izin pemerintah untuk pengalihan saham perusahaan kepada Waskita. Menurut Tunggul, sebelum perseroan dan KKDM menyelesaikan sejumlah syarat jual beli saham, perseroan belum dapat menyebutkan nilai dari akuisisi tersebut. Namun, perseroan telah mengantongi sumber pendanaan yang mencukupi. (bani)

BERITA TERKAIT

Waskita Targetkan Kontrak Baru Rp 55 Triliun

NERACA Jakarta – Tahun ini, PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) menargetkan total kontrak baru sekitar Rp55 triliun,”Total kontrak baru…

Layani Pasien BPJS Kesehatan - Siloam Tambah Tujuh Rumah Sakit Baru

NERACA Jakarta – Tidak hanya sekedar mencari bisnis semata di industri health care, PT Siloam International Hospital Tbk (SILO) terus…

Nusa Raya Incar Kontrak Baru Rp 3,5 Triliun

NERACA Jakarta – Tahun ini, PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA) perusahaan jasa konstruksi swasta di Indonesia menargetkan kontrak baru…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Tiga Anak Usaha BUMN Bakal IPO di 2019

Menyadari masih sedikitnya perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang go public atau tercatat di pasar modal, mendorong Kementerian Badan…

Impack Pratama Beri Pinjaman Anak Usaha

Dukung pengembangan bisnis anak usaha, PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) melakukan perjanjian hutang piutang dengan anak usahanya PT Impack…

Layani Pasien BPJS Kesehatan - Siloam Tambah Tujuh Rumah Sakit Baru

NERACA Jakarta – Tidak hanya sekedar mencari bisnis semata di industri health care, PT Siloam International Hospital Tbk (SILO) terus…