Bank India Indonesia Gelar Rights Issue

Ketatnya likuiditas antar bank, terlebih menjelang tutup tahun memacu perbankan nasional terus meningkatkan modal guna ekspansi bisnis di awal tahun. Langkah inilah yang dilakoni PT Bank of India Indonesia Tbk (BSWD) yang memilih tambah modal dengan menerbitkan saham baru melalui penawaran umum terbatas II (PUT II) alias right issue sebanyak 173,6 juta lembar dengan nilai nominal Rp 200 per saham.

Dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (1/12), disebutkan, setiap saham ditawarkan dengan harga Rp 2.800 sehingga bank tersebut akan meraup dana sebesar Rp 486 miliar. Perseroan menjelaskan, right issueini menawarkan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) kepada pemegang saham.Dimana setiap pemegang lima saham berhak atas satu HMETD untuk membeli satu saham baru dengan harga penawaran sebesar Rp 2.800 per saham.

Manajemen menjelaskan, dana right issueakan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan dan meningkatkan aset produktif dalam bentuk penyaluran kredit. Saat ini saham Bank of India Indonesia dimiliki oleh Bank of India sebesar 76%, PT Panca Mantra Jaya 17,12%, Prakash Rupchand Chugani 1,61% dan masyarakat 5,27%. Terkait right issue,perseroan akan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 3 Desember 2014.

Pada semester satu, Bank of India Indonesia berhasil meraih pertumbuhan laba bersih cukup besar, yakni 54,52% secara year on year (YoY). Laba bersih Bank of India Indonesia meningkat dari Rp 36,22 miliar di bulan Juni 2013 menjadi Rp 55,97 miliar di bulan Juni 2014.

Sementara total aset Bank of India Indonesia mencapai Rp 4,09 triliun. Jumlah ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 58,52% secara YoY karena total aset Bank of India Indonesia di bulan Juni 2013 mencapai Rp 2,58 triliun. (bani)

BERITA TERKAIT

Kemendesa Gelar Festival Pranata Adat dan Forum Perdamaian di Situbondo

NERACA Situbondo – Direktur Jenderal Pengembangan Daerah Tertentu (PDTu) Kementrian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT), Aisyah…

Indonesia-Papua Nugini Bermitra Awasi Peredaran Produk Ilegal

Indonesia-Papua Nugini Bermitra Awasi Peredaran Produk Ilegal NERACA Jakarta - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menjalin kemitraan dengan otoritas…

Peluang Mata Uang Digital Libra Di Pasar Indonesia

  NERACA Jakarta - Ketua Indonesia Blockchain Society, Ery Punta H, menjelaskan mata uang digital (cryptocurrency) "Libra" besutan Facebook memiliki peluang untuk digunakan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Patok Harga Rp 221 Saham - GOLD Raup Rights Issue Rp 212,715 Miliar

NERACA Jakarta - Perusahaan penyedia jasa infrastruktur telekomunikasi, PT Visi Telekomunikasi Infrastruktur Tbk (GOLD) menetapkan harga pelaksanaan penambahan modal dengan…

Investasikan Dana Rp 20 Miliar - Phapros Rambah Lini Bisnis Kosmetik

NERACA Jakarta – Kembangkan ekspansi bisnis dan masuk ke bisnis kosmetik, emiten farmasi PT Phapros Tbk. (PEHA) menyiapkan investasi sebesar…

Gelar Rights Issue - Central Omega Bidik Dana Rp 2,4 Triliun

NERACA Jakarta — Perkuat modal dan pengembangan smelter, PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) bakal menggelar penerbitan hak memesan efek…