Pemerintah Terus Pacu Konsumsi Ikan

Selasa, 02/12/2014

NERACA

Jakarta – Sebagai upaya membangun kesadaran nasional tentang peran penting sektor kelautan dan perikanan dalam pembangunan Indonesia, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggelar perayaan acara puncak Peringatan Hari Ikan Nasional (HARKANNAS). “Hari ini (Minggu, 30 November-red) diperingati secara nasional dan dijadikan momentum untuk memperkuat pembangunan kelautan dan perikanan ke depan, termasuk untuk menyosialisasikan peningkatan konsumsi ikan,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti ketika membuka acara puncak Harkannas di Parkir Timur Senayan, Jakarta, Minggu (30/11).

Susi menjelaskan, peringatan ini bertepatan dengan peringatan hari ikan dunia yang dicanangkan WHO. Sedangkan HARKANNAS pertama yang bertemakan ‘ikan sebagai sumber ketahanan pangan dan gizi nasional’ ini juga menguatkan peran ikan dalam mewujudkan ketahanan pangan dan gizi nasional. Ke depan tema tersebut dapat berubah sesuai dengan fokus penyelenggaraan Hari Perikanan Dunia atau kepentingan pembangunan kelautan dan perikanan nasional, seperti misalnya pengawasan ikan, budidaya ikan, kelestarian sumber daya ikan dan lain sebagainya.

Peringatan Hari Ikan Nasional ini dikuatkan oleh Keputusan Presiden Nomor 3 Tahun 2014. Disebutkan pula dalam Keppres itu, bahwa sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki potensi perikanan yang perlu dimanfaatkan secara optimal dan lestari. Tak berlebihan rasanya, karena peringatan hari ikan nasional tidak semata milik pemerintah, lembaga, maupun pengusaha, tetapi ‘hari' milik semua publik yaitu seluruh elemen masyarakat Indonesia. Lantaran, saat ini Ikan sebagai nutrisi vitamin d dan omega 3 terbaik, nyatanya masih jarang dikonsumsi masyarakat Indonesia. Padahal ikan sebagai bahan pangan bernilai strategis mengandung protein berkualitas tinggi yang dapat menentukan kapasitas generasi penerus bangsa.

“Oleh karenanya semua elemen kita ingin mendorong bahwa anak kecil sejak kelahiran 1.000 hari dapat makan ikan. Karena memang secara produksinya ada tinggal daya serapnya saja dari masyarakat agar kebutuhan protein dan nutrisi masyarakat terpenuhi dengan baik," sambung Susi.

Untuk rangkaian kegiatan yang akan dilakukan KKP dalam Puncak Peringatan Harkannas terdiri atas 3 kegiatan utama yaitu: Festival Perikanan Nusantara, Ayo Kita Makan Ikan (AKMI), dan Pemecahan Rekor MURI serta Lomba Masak Serba Ikan yang akan menargetkan jumlah peserta sebanyak 7 ribu orang. Namun sebelumnya, berbagai rangkaian kegiatan telah diselenggarakan dalam seperti aksi simpatik dalam bentuk Street Campaign, menyosialisasikan Harkannas pada 16 November 2014 di area Car Free Day Jakarta, 21 November 2014 di Bundaran HI Jakarta, dan 23 November 2014 Lapangan Sempur dan GOR Padjajaran Bogor, serta telah dilaksanakan juga sosialisasi di berbagai media, baik on line, elektronik maupun cetak.

Atas penyelenggaraan Harkannas Perdana KKP berterimakasih atas peran serta para pemangku kepentingan yang terlibat aktif. Para pelaku tersebut antara lain diantaranya Masyarakat Perikanan Nusantara, Himpunan Alumni IPB, Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (FORIKAN), Asosiasi Perusahaan Jasaboga Indonesia (APJI) , TP-PKK, Konggres Wanita Indonesia (KOWANI), Muslimat NU, Aisiyah, Persatuan Wanita Republik Indonesia (PERWARI), Yayasan Jantung Indonesia, Persaudaraan Muslimah, Satuan Karya BAHARI, serta Badan Musyawarah Organisasi Wanita.

Ibarat air sungai yang sentiasa mengalir tidak akan berhenti, KKP terus mengkampanyekan Gerakan Memasyarakatkan Ikan (Gemarikan). Lewat program ini KKP menghimbau agar semua lapisan masyarakat Indonesia mengikutsertakan ikan dalam menu makanan sehari-hari. Tak ketingggalan, untuk memperkuat gaung Gemarikan, KKP Mengusung motto “Tiada hari Tanpa Makan Ikan”.

Tak hanya itu, KKP terus mendorong seluruh komponen bangsa baik pemerintah, swasta, perguruan tinggi dan masyarakat umum untuk membudayakan satu hari makan ikan atau one day full fish. “Pentingnya Hari Ikan Nasional dan Program Gemarikan ini, agar masyarakat selalu teringat dengan pentingnya makan ikan. Sehingga mampu menjadikan efek positif pada peningkatan pengelolaan ikan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Seiring dengan itu, untuk menjamin tersedianya pasokan ikan bagi konsumsi dalam negeri. KKP terus berupaya menjamin ketersediaan benih berkualitas, pakan terjangkau, teknologi pembudidaya ikan adaptif, serta akses pembiayaan dan pembudidaya ikan terampil. Sebab itu, KKP menargetkan produksi ikan nasional tahun ini akan mampu mencapai angka 20,95 juta ton atau meningkat 17,78 persen dari target tahun lalu sebanyak 17,49 juta ton. Adapun pada tahun lalu total produksi ikan nasional berada di atas target mencapai 19,56 juta ton.

Rinciannya, produksi perikanan berasal dari ikan tangkapan 6,08 juta ton dan ikan budidaya sekitar 13,97 juta ton. Sedangkan pada tahun 2015, pemerintah juga sudah menargetkan pada 2015, produksi ikan Indonesia bisa mencapai 24,82 juta ton dengan rincian, 6,23 juta ton berasal dari ikan tangkapan, sedangkan sisanya berasal dari perikanan budidaya.

Dengan demikian tak salah jika rasanya, KKP berkonsistensi memprioritaskan produksi domestik. Hal itu sebagai upaya mencapai ketahanan pangan dan untuk melindungi para pelaku usaha perikanan seperti nelayan, pembudidaya ikan dan pengolah hasil perikanan.