Mandiri Luncurkan Mobil Mitra Usaha

NERACA

Jakarta - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk meluncurkan Mobil Mitra Usaha (MobilMU) untuk memperkuat bisnis di segmen usaha mikro. MobilMU melayani pembukaan rekening, transaksi tabungan dan melayani permohonan kredit. MobilMU diresmikan oleh Direktur Micro and Retail Banking Bank Mandiri, Hery Gunardi di Plaza Mandiri Jakarta, Jumat (28/11), pekan lalu.

Bank Mandiri meluncurkan 2 jenis MobilMU masing masing untuk melayani daerah pedesaan dan perkebunan. Menurut Hery, MobilMU dapat mendukung layanan Branchless Banking Bank Mandiri karena dapat membantu pengelolaan likuiditas agen Branchless Banking yang ada di pelosok.

“MobilMU akan memudahkan kami untuk menjangkau pasar-pasar dan masyarakat di daerah-daerah pelosok yang membutuhkan akses layanan perbankan. Selain peningkatan bisnis, hal ini tentu dapat mendukung upaya kami untuk membuka akses perbankan yang lebih luas bagi masyarakat maupun pelaku usaha mikro di berbagai wilayah di Tanah Air,” kata Hery, usai peluncuran mobil layanan mikro mandiri.

Bank Mandiri, lanjut Hery, diharapkan sampai akhir 2014 dapat menyalurkan pembiayaan ke sektor usaha mikro sebesar Rp37 triliun. Jumlah tersebut tumbuh 37% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Tabungan mikro Bank Mandiri hingga kuartal III 2014 tumbuh menjadi 1,8 juta nasabah tabungan atau naik 38,5% dari periode yang sama tahun lalu.

Senior Vice President Micro Network Development Bank Mandiri, Maswar Purnama menambahkan, untuk meningkatkan bisnis di segmen mikro, Bank Mandiri terus memperluas jaringan kantor Mandiri Mitra Usaha di seluruh Indonesia. Hingga Oktober 2014, jaringan Mandiri Mitra Usaha telah mencapai 2.524 kantor yang terdiri dari 739 kantor cabang, 1.110 kantor unit, dan 754 kios Mandiri Mitra Usaha.

”Kami memiliki komitmen untuk mengembangkan sektor Usaha Mikro di Indonesia, selain membangun jaringan kantor, salah satu inovasi yang kami lakukan untuk menjangkau area terpencil adalah dengan MobilMU,” ujar Maswar. [ardi]

BERITA TERKAIT

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi NERACA Denpasar - Sebanyak 12 lembaga keuangan yang menghimpun dana masyarakat secara ilegal di…

Farad Cryptoken Merambah Pasar Indonesia

  NERACA Jakarta-Sebuah mata uang digital baru (kriptografi) yang dikenal dengan Farad Cryptoken (“FRD”) mulai diperkenalkan ke masyarakat Indonesia melalui…

OJK: Kewenangan Satgas Waspada Iinvestasi Diperkuat

NERACA Bogor-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengharapkan Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi dapat diperkuat kewenangannya dalam melaksanakan tugas pengawasan, dengan payung…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

CIMB Niaga Dukung Nasabah Wujudkan Ide Sosial

    NERACA   Jakarta - PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) kembali membuka pendaftaran kompetisi ide sosial bertajuk…

KNKS Dukung Penyusunan Roadmap Fintech Syariah

    NERACA   Jakarta - Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) mendukung adanya rencana penyusunan peta jalan atau roadmap untuk…

Masalah Bumiputera dan Jiwasraya Diharapkan Segera Selesai

    NERACA   Jakarta - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mengharapkan adanya solusi mendesak untuk mengatasi permasalahan likuiditas yang…