WOM Finance Bakal Naikkan Suku Bunga - Imbas Kenaikan BI Rate

NERACA

Jakarta - Kebijakan Bank Indonesia (BI) yang menaikkan suku bunga acuan (BI rate) sebesar 25 basis poin ke level 7,75% berdampak kepada suku bunga PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOMF). Dalam waktu dekat WOM Finance akan meningkatkan suku bunga pembiayaan kendaraan bermotor,”Kenaikan BI Rate 25 bsp membuat kita berencana naikkan suku bunga pembiayaan kendaraan bermotor,”kata Presiden Direktur WOMF, Djaja Suryanto Sutandar di Jakarta, kemarin.

Dia menjelaskan, dalam melihat besaran kenaikan suku bunga pembiayaan kendaraan bermotor, perseroan akan melihat lapangan langsung, khususnya kompetitor perusahaan pembiayaan. Kenaikan BI rate ini juga tidak secara keseluruhan kenaikannya dilimpahkan kepada pelanggan yang berada di WOM Finance.

Menurut Djaja, dengan kenaikan suku bunga pinjaman, dipastikan cost of fund perusahaan meningkat, dan laba perseroan pun kian tergerus. Sehingga dampaknya sangat terasa raihan kinerja keuangan hingga akhir tahun 2014,”Pendapatan tidak jauh dari raihan Rp1,17 triliun seperti di akhir 2013. Sedangkan pendapatan kuartal tahun ini sudah mencapai Rp1,23 triliun,”ujarnya.

Kata Djaja, perseroan mengalami penurunan laba bersih sebesar 8,1% menjadi Rp41 miliar di kuartal III/2014, jika dibanding periode yang sama sebelumnya sebesar Rp45 miliar. Dijelaskan, penurunan laba bersih diakibatkan karena beban operasional yang meningkat dan Bank Indonesia (BI) yang menaikkan suku bunga acuan (BI rate) sebesar 25 basis poin (bsp) ke level 7,75%, membuat laba bersih ikut terkoreksi.

Dirinya menjelaskan, memang laba bersih perseroan mengalami penurunan, tapi pendapatan perseroan naik 5% menjadi Rp1,23 triliun, dari raihan sebelumnya sebesar Rp1,17 triliun di kuartal III-2013. Volume penjualan pembiayaan motor baru dan bekas meningkat 11,7% menjadi 438 ribu unit, dari posisi sebelumnya sebesar 392 ribu unit.

Selain itu, dia menjelaskan, peningkatan kualitas pembiayaan tercapai dengan mengoptimalkan jaringan dealer-dealer yang terseleksi dengaan kontribusi penjualan didominasi oleh Green dan Blue dealer dengan total kontribusi sebesar 98% dan rasio Non Performing Loan-net dapat terjaga sebesar 1,24% selama sembilan bulan di tahun ini.

Dia menambahkan, total aset perseroan naik 28% menjadi Rp4,89 triliun dari posisi di akhir tahun 2013 sebesar Rp3,82 triliun. Adapun jumlah kewajiban menjadi Rp4,34 triliun, dari posisi sebelumnya Rp3,31 triliun. Selain itu, hingga September 2014, persoan membukukan pembiayaan syariah Rp 1 miliar. Angka ini sangat anjlok jika dibandingkan dengan Septembr 2013, yang membukukan pembiayaan syariah sebesar Rp 1,14 triliun.

Simon Tan Kian Bing, Direktur Marketing WOM Finance berujar, penurunan ini terjadi setelah aturan uang muka konvensional yang disamakan dengan pembiayaan syariah. Hal itu membuat kontribusi syariah di WOM Finance menjadi sangat kecil. Untuk memperbaiki kinerjanya itu, saat in direksi tengah meminta saran dari dewan syariah terkait karakteristik yang harus dimiliki produk pembiayaan syariah agar bisa bersaing dengan konvensional. (bani)

BERITA TERKAIT

BIPI Raup Cuan di Infrastruktur Tambang - Tren Kenaikan Harga Batu Bara

NERACA Jakarta –Keyakinan membaiknya harga batu bara di tahun depan, mendorong PT Benakat Integra Tbk (BIPI) menggenjot pendapatan dari bisnis…

Kebijakan Suku Bunga Bakal Dipengaruhi Dolar

    NERACA   Jakarta - Kebijakan suku bunga nasional mendatang dinilai sangat dipengaruhi nilai penguatan mata uang dolar Amerika…

BEI Bakal Tambah Tiga Sektor Saham Baru - Perbanyak Perusahaan Go Public

NERACA Jakarta – Dalam rangka meningkatkan likuiditas dan transaksi harian di pasar, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana menambah tiga…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Desa Nabung Saham Hadir di Monokwari

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mencanangkan "Desa Nabung Saham" di wilayah Kabupaten Manokwari, Papua Barat,”Desa Nabung Saham akan dibentuk…

BEI Suspensi Perdagangan Saham MNCN

Mengendus adanya transaksi yang mencurigakan melalui Nomura Sekuritas Indonesia, PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) mengajukan penghentian sementara (suspensi) perdagangan…

Link Net Targetkan 150 Ribu Pelanggan

Kebutuhan jaringan internet di Indonesia memacu PT Link Net Tbk (LINK) gencar ekspansi jaringan. LINK optimistis bisa memenuhi target 2,8…