Perdagangan Saham Buana Listya Disuspensi

Belum adanya kepatuhan menyampaikan laporan keuangan, memaksa PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penghentian sementara (suspensi) perdagangan saham PT Buana Listya Tama Tbk (BULL) mulai perdagangan Jum’at akhir pekan kemarin.

Kepala Divisi Penilaian Perusahaan Group BE,I I Gede Nyoman Yetna mengatakan, sanksi tersebut diberikan menunjuk pada pengumuman suspensi efek perseroan di pasar reguler dan tunai pada 30 Juni 2014. Selain itu, juga merujuk pada surat persereoan pada 27 November 2014 dan 5 November 2014, serta mempertimbangkan proses restrukturisasi utang perseroan dengan Merril Lynch (Asia Pasific) Limited. Maka dengan pertimbangan itu, Bursa memutuskan untuk melakukan penghentian sementara perdagangan efek perseroan di pasar negosiasi terhitung sejak sesi I perdagangan efek Jum’at kemarin.

Asal tahu saja, sanksi ini dijatuhkan karena BULL berencana mengaudit laporan keuangan Juni 2014. Belakangan rencana berubah. Laporan keuangan yang akan diaudit adalah laporan keuangan interim September 2014. Hingga 4 November 2014, emiten jasa pelayaran ini belum juga menyerahkan laporan keuangan tengah semester tersebut. Padahal, batas waktu penyerahan laporan keuangan per 30 Juni 2014 yang tidak diaudit adalah 4 Agustus 2014.

BEI lalu menjatuhkan sanksi peringatan denda sebesar Rp 50 juta karena batas penyampaian laporan keuangan mulai hari kalender ke-31 hingga ke-61 sudah lewat. Otoritas bursa kemudian menambah denda menjadi Rp 150 juta karena peringatan tertulis III tidak juga diindahkan. Hingga hari kalender ke-90, perseroan belum juga menyetor laporan keuangan semester I-2014.

Berdasarkan ketentuan II.6.4 Peraturan Bursa Nomor I-H tentang Sanksi mengatur jika emiten tidak memenuhi kewajiban menyampaian laporan keuangan atau telah menyampaikan laporan keuangan tapi tidak memenuhi kewajiban membayar denda mulai hari kalender ke-91, BEI akan melakukan suspensi.

Alhasil BEI memperpanjang penghentian sementara perdagangan efek perseroan sejak sesi I perdagangan efek 6 November 2014. Terkait suspensi perseroan di pasar negosiasi tersebut, maka perdagangan efek perusahaan jasa transportasi laut itu telah dihentikan di seluruh pasar hingga pengumuman lebih lanjut. (bani)

BERITA TERKAIT

Waspadai Defisit Perdagangan

Data BPS mencatat neraca transaksi perdagangan Indonesia (NPI) pada akhir Desember 2018 defisit US$8 miliar lebih, kontras dengan periode akhir…

BPOM Perketat Aturan Perdagangan Obat dan Kosmetik Daring

BPOM Perketat Aturan Perdagangan Obat dan Kosmetik Daring NERACA Jakarta - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akan memperketat aturan…

Harga Saham Melorot Tajam - Saham Cottonindo Masuk Pengawasan BEI

NERACA Jakarta - Perdagangan saham PT Cottonindo Ariesta Tbk (KPAS) masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) karena mengalami…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Volume Transaksi Sepekan Tumbuh 1,47%

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat indeks harga saham gabungan (IHSG) sepekan kemarin ditutup dengan peningkatan sebesar…

Luncurkan Transaksi GOFX - BKDI Incar Transaksi US$ 200 Juta Perhari

NERACA Jakarta – Pacu pertumbuhan transaksi industri bursa berjangka, Indonesia Commodity & Derevatives Exchange (ICDX) atau PT Bursa Komiditi Derivatif…

BEI Optimis Target 100 Emiten Baru Tercapai

NERACA Jakarta – Penuhi tantangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menargetkan jumlah perusahaan yang melaksanakan penawaran umum saham perdana atau…