JNE Bidik Dana IPO Rp 3 Triliun - Rencanakan Akuisisi

NERACA

Yogyakarta– Wacana perusahaan ekspedisi PT Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) untuk menawarkan sahamnya ke public atau initial public offering (IPO) kembali merebak. Namun kali ini, perseroan sesumbar rencana perseroan untuk go public pada tahun 2017 dan saat ini tengah dipersiapkan secara matang, berupa perbaikan dalam asset yang sudah ada.

Direktur Pelaksana JNE, Johari Zein mengungkapkan, perseroan berniat untuk go public dalam tiga tahun kedepan atau pada tahun 2017,”IPO masih dalam persiapan 2017 nanti, perbaikan dalam aset-aset yang sudah ada, meluruskan banyak hal karena ini awalnya perusahaan keluarga,”ujarnya di Yogyakarta, kemarin.

Dia menargetkan dana tambahan yang masuk dari IPO tersebut senilai Rp 2 triliun - Rp 3 triliun yang akan dialokasikan untuk membangun pusat distribusi barang di Cikampek atau Karawang, Jawa Barat. Selain itu, untuk menambah fasilitas kantor cabang dan memperkuat infrastruktur perusahaan sebagai aksi ekspansi di bidang logistik.

Pihaknya juga sudah mulai melirik perusahaan-perusahaan untuk diakuisisi, seperti perusahaan percetakan dan pengepakan. Kedepan, perseroan menargetkan akan menambah 15.000 jaringan hingga 2025 yang saat ini masih sekitar 3.500 jaringan tersebar di seluruh Indonesia. Perseroan pada tahun depan menargetkan pendapatan senilai Rp 3,9 triliun atau naik dari target tahun ini sebesar Rp 2,5 triliun.

Selama empat tahun terakhir, omzet pengiriman di seluruh Tanah Air naik 40% secara konsisten. Tentunya hal ini mendorong perseroan untuk meningkatkan kapasitas layanan hingga layanan distribusi ke seluruh pelosok nusantara dapat semakin lancar. Aksi korporasi dinilai merupakan pilihan tepat dalam mentransformasi perusahaan,”Melalui aksi korporasi, para stakeholder (pemangku kepentingan) JNE bisa memastikan akan adanya pengelolaan yang baik, terkontrol dan dikelola secara profesional," ujarnya.

Kata Johari, dirinya optimistis target 2015 akan terlampaui seperti target 2014 seiring dengan meningkatnya masyarakat kalangan menengah serta "e-commerce" yang semakin berkembang,”Ekonomi semakin membaik, 'delivery company atau perusahaan pengiriman barang, 'e-commerce' semakin berkembang," katanya.

Selain itu, lanjut dia, perkembangan angkutan transportasi yang semakin beragam juga mendorong industri pengiriman barang semakin tumbuh,”Sekarang banyak pesawat carter, dan kita juga banyak menggunakan itu, ke depannya pengiriman barang akan semakin tumbuh, meski sekarang belum terlihat barangnya, kita sediakan dulu angkutannya,”ungkapnya.

Untuk mencapai target tersebut, Johari berharap infrastruktur transportasi bisa segera terintegrasi antarpulau, sehingga menciptakan efisiensi dan menekan perbedaan biaya yang terlampau jauh antara wilayah Barat dan Timur.

Ke depannya dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), Johari akan memperluas jaringan ke luar negeri karena peluangnya sangat potensial. Asal tahu saja, JNE sempat merencanakan IPO pada tahun 2015 dengan saham yang dilepas ke publik maksimum 20%. Namun rencana itu molor karena masih memperkuat dan mengukuhkan logistik sebagai bisnis utamanya. (ant/bani)

BERITA TERKAIT

Marga Abhinaya Bidik Dana Rp 991 Miliar - Gelar Private Placement

NERACA Jakarta – Guna mengoptimalkan kinerja lebih baik lagi, emiten properti PT Marga Abhinaya Abadi Tbk (MABA) bakal mencari pendanaan…

Private Placement, CSAP Bidik Dana Rp 223,89 Miliar

Perkuat modal guna ekspansi bisnis, PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP) berencana menggelar penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih…

Guna Timur Raya Bakal Tambah 20 Unit Truk - Kantungi Dana IPO Rp34,5 Miliar

NERACA Jakarta – Debut perdana di pasar modal, perdagangan saham PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK) dibuka naik 49,57% ke…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Harum Energy Bagikan Dividen US$ 45 juta

Sukses membukukan kinerja positif dengan perolehan laba bersih melesat tajam, PT Harum Energy Tbk (HRUM) akhirnya memutuskan untuk membagikan dividen…

PTPN X Terbitkan MTN Rp 500 Miliar

PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X menerbitkan "Medium Term Notes" (MTN) atau surat utang jangka menengah tahun 2018 senilai Rp500 miliar,…

Mitra Investindo Masuk Pengawasan BEI

Lantaran terjadi peningkatan harga saham di luar kewajaran, perdagangan saham PT Mitra Investindo Tbk (MITI) masuk dalam pengawasan PT Bursa…