Peran Industri Kreatif Vital Bagi Ekonomi Indonesia

Senin, 01/12/2014

NERACA

Jakarta - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia menyatakan industri kreatif telah banyak memberikan kontribusi serta telah menunjukkan diri sebagai sektor yang vital dalam aktivitas pelaku perekonomian di Indonesia."Peranan industri kreatif semakin vital dalam perekonomian nasional," kata Ketua Umum Hipmi DKI Jakarta, Rama Datau Gobel di Jakarta, Jumat (28/11), pekan lalu.

Menurut dia, hal itu terindikasi dari ekonomi kreatif yang menempati posisi ketujuh dari 10 sektor ekonomi nasional dengan menyumbang PDB sebesar 6,9 persen atau senilai Rp573,89 triliun dari total kontribusi ekonomi nasional.

Tak hanya itu, ujar Rama Datau Gobel, peranan industri kreatif dalam penciptaan lapangan kerja juga kian strategis, karena menempati posisi keempat dari 10 sektor ekonomi dalam kategori jumlah tenaga kerja pada tahun 2012.

"Ekonomi kreatif menyumbang 11.799.568 orang atau 10,65 persen pada total angkatan kerja nasional yang sebesar 110.808.154 orang," katanya.

Ia juga mengatakan, usaha di industri kreatif terdiri atas sekitar 10 persen dari total jumlah usaha di Indonesia saat ini, dan pada periode 2010--2013 industri kreatif rata-rata dapat menyerap tenaga kerja sekitar 10,6 persen dari total angkatan kerja nasional.

Hal tersebut juga dinilai Ketua Umum Hipmi DKI Jakarta karena didorong oleh petumbuhan jumlah usaha di sektor industri kreatif pada periode tersebut rata-rata sebesar satu persen per tahun.

Untuk itu, Hipmi juga mengusulkan selain pengusaha pemula, program Kredit Usaha Rakyat (KUR) juga disalurkan secara maksimal ke pengusaha yang bergerak di industri kreatif.

"Nasabah KUR ini sebenarnya sama persis dengan pengusaha kreatif yakni keduanya tidak punya aset fisik untuk dijaminkan, pabriknya industri kreatif itu ada di otak pengusahanya," ucapnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua UmumKadinBidang Ekonomi Kreatif dan MICE, Budyarto Linggowiyono, mengatakan Ekonomi kreatif memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu sektor penggerak yang dapat mewujudkan Indonesia yang mandiri, maju, adil dan makmur sesuai dengan visi pembangunan Indonesia hingga 2025 mendatang.

Kadinmencatat, secara umum kontribusi industri kreatif dalam perekonomian Indonesia terus meningkat. Pada tahun 2010 nilai Pertumbuhan Domestik Bruto (PDB) mencapai 185 triliun, jumlah ini terus meningkat dengan rata-rata pertumbuhan 5 persen per tahun dalam kurun waktu 2010 - 2013 sehingga pada tahun 2013 mencapai Rp 215 triliun.

Pada periode 2010 - 2013 industri kreatif rata-rata dapat menyerap tenaga kerja sekitar 10,6 persen dari total angkatan kerja nasional. Hal ini didorong oleh petumbuhan jumlah usaha di sektor industri kreatif pada periode tersebut sebesar 1 persen, sehingga jumlah industri kreatif pada tahun 2013 tercatat sebanyak 5,4 juta usaha yang menyerap angkatan kerja sebanyak 12 juta jiwa serta memberikan kontribusi terhadap devisa negara sebesar Rp 119 Triliun atau sebesar 5,72 persen dari total ekspor nasional.

Saat ini, ekspor karya kreatif Indonesia di tengah tahun mencapai Rp 63,1 Triliun atau tumbuh sebesar 7,27 dibandingkan periode yang sama pada 2013.

Namun demikian, setelah susunan Kabinet Pemerintahan baru diumumkan, informasi akan adanya perubahan rencana pembentukan Kementerian Ekonomi Kreatif menjadi hanya sebuah Badan Ekonomi Kreatif. “Informasi ini tentunya merisaukan dan memupuskan harapan besar adanya perhatian khusus dan komitmen kuat dari pemerintahan baru atas perkembangan industri kreatif dan MICE di Indonesia,” ungkap Budyarto.

Pihaknya menyesalkan pembentukan Kementerian Ekonomi Kreatif dalam struktur kabinet baru dihilangkan, karena ini dikuatirkan menjadi bukti berubahnya “komitmen” terhadap Ekonomi Kreatif yang potensinya sangat besar. [agus]