Pelajar di Kota Bogor Kurang Peduli Kebersihan

NERACA

Bogor – Aktifis Lingkungan Kota Bogor, M. Samhudi Tanara mengungkapkan, generasi penerus bangsa ( pelajar-red) kini terkesan tidak lagi peduli terhadap pemeliharaan kebersihan, baik di lingkungan sekolah, di lingkungan tempat tinggalnya apalagi tempat-tempat umum (ruang publik). Kalaupun ada, hanya segelintir pelajar saja yang peduli dan mengerti akan pentingnya kebersihan lingkungan.

Seperti halnya di Kota Bogor, lanjut dia kepada Neraca, belakangan ini tidak pernah lagi terlihat rombongan pelajar yang sengaja melakukan gerakan bahkati kebersihan di tempat-tempat umum. Padahal di era tahun 1980-an, pelajar Kota Bogor sangat dikenal sebagai pelajar yang peduli terhadap lingkungan.

Maka tidak heran kala itu, hampir disetiap bangunan sekolah, mulai Sekolah Dasar hingga Sekolah lanjutan bahkan di perguruan tinggi, terpampang sepanduk dukungan terhadap gerakan kebersihan kota. Dan pada akhirnya dukungan itu menyebar ke seluruh warga di Kota Bogor. Jadi tidak heran pada waktu itu Bogor dengan julukan Kota Hujan ini mendapat ADIPURA pertama di Indonesia dari Presiden. Adipura adalah penghargaan tertinggi tingkat nasional di bidang kebersihan untuk sebuah kota.

Walikota Bogor, Diani Budiarto, pada setiap kali ada kesempatan selalu mengajak kepada para guru dan Kepala Sekolah serta pelajar di Kota Bogor, agar senanatiasa memelihara kebersihan, baik di sekolah dan tempat tinggal masing-masing maupun di tempat-tempat umum lainya.

Namun sangat disayangkan, ajakan Walikota Bogor ini tidak digubris oleh para Kepala Sekolah dan guru. Hanya 25 sekolah saja di kota ini yang mengaplikasi ajakan walikota Bogor itu dalam bentuk Sekolah berbasis lingkungan dan bukan gerakan kebersihan kota secara holistik.

Partisipasi guru dalam bidang pemeliharaan kebersihan lingkungan sangat penting dan menjadi keharusan. Partisipasi dimaksud hendaknya ditafsirkan sebagai kesempatan kepada para guru dan kepala sekolah untuk memberi contoh tentang bagaimana memelihara kebersihan, baik disekolah mapun di luar sekolah.

Masalah Krusial

Sampah (baca : Kebersihan) di Kota Bogor, sejak puluhan tahun silam sudah menjadi masalah krusial dan butuh solusi holistik. Problem kebersihan lingkungan di Bogor membutuhkan keterlibatan serta kepedulian semua pihak tidak terkecuali para pendidik dan pelajar untuk mengatasinya.

Melihat kondisi lingkungan kota Bogor belakangan ini, ada sejumlah petinggi negeri yang merasa prihatin sekaligus sedih. Sebab, Kota yang pernah diproyeksi sebagai “Kota dalam taman” dan pernah mendapat ADIPURA ini, sempat menjadi kota terkotor dan tidak lagi mendapat penghargaan ADIPURA.

“Iya saya mah sedih mendengan kabar, Bogor sebagai Kota kotor, padahal Bogor pernah mendapat Adipura sebagai kota terbersih,” ujar Subhan, Direktur LSM Green Community Bogor.

Related posts