Ciputra Group Gelar Ground Breaking Citra Towers Kemayoran Business District

Senin, 01/12/2014

NERACA

Jakarta – Ciputra Group menggelar acara pemancangan tiang pancang pertama (ground breaking) sebagai penanda dimulainya pembangunan gedung perkantoran Citra Towers yang dibangun di kawasan Kemayoran, tepatnya di Jl. Benyamin Suaeb Kav. A6, Kemayoran, Jakarta Pusat. Proyek gedung perkantoran yang menelan investasi Rp2 triliun dan pembangunannya diperkirakan memakan waktu 4 tahun ini merupakan hasil kerjasama Ciputra Group dengan PT Pembina Sukses Utama.

Acara ground breaking dihadiri jajaran direksi dan manajemen Ciputra Group dan PT Pembina Sukses Utama. “Acara ground breaking ini juga sebagai wujud komitmen kami untuk sudah dimulainya pembangunan Citra Towers,” ujar Budiarsa Sastrawinata, President Director PT Ciputra Residence.

Citra Towers Kemayoran Business District terdiri atas dua tower gedung perkantoran dengan ketinggian masing-masing 25 lantai dan 1 mezzanine, lengkap dengan fasilitas lifestyle commercial area di atas lahan seluas 1,8 hektar. Dirancang dengan green development concept dan kualitas yang tinggi sebagai suatu workplace yang representatif dan memiliki fasilitas penunjang aktivitas bisnis yang lengkap. “Dengan kekuatan brand Ciputra kami harapkan pembangunan Citra Towers ini akan menjadi icon kawasan Kemayoran yang kuat,” kata Budiarsa.

Citra Towers dipasarkan strata title dengan harga Rp30 juta per m2. Sementara status kepemilikan sertifikatnya adalah hak guna bangunan (HGB) di atas hak pengelolaan lahan (HPL). Sama seperti HGB biasa dengan masa guna 30 tahun dan dapat diperpanjang ke BPN disertai surat rekomendasi dari Otoritas Kemayoran. Setiap 1 lantai terdiri dari 12 unit dengan luas 70 m2 sampai 174 m2. Pada tahap awal, dipasarkan tower pertama seluas 41 ribu m2 dan sampai saat ini sudah terjual 80%.

Komitmen Ciputra Group dalam membangun setiap proyeknya dengan berorientasi pada green environment. Konsep ini telah diimplementasikan pada sebuah program yang berorientasi kepada lingkungan, dinamakan EcoCulture. Program ini diluncurkan sejak 2010 lalu, yang dimulai pada perumahan skala kota di CitraRaya Tangerang dan CitraGarden City Jakarta. EcoCulture menjadi benchmark dalam concept design architecture produk - produk yang dipasarkan. Desain ini memanfaatkan fungsi ruang yang optimal, sehingga sirkulasi udara dan pencahayaan alami memberi keuntungan bagi lingkungan, serta penghuni di dalamnya.

Agus Surya Wijaya, Senior Director PT Ciputra Residence memaparkan, keunggulan yang dimiliki Citra Towers antara lain perkantoran ini akan memberikan kenyamanan bekerja kepada para professionalnya dengan fasilitas penunjang yang lengkap dan efisien. Lalu dengan green development concept menjadikan kompleks perkantoran ini kaya akan ruang sosial yang aktif serta sirkulasi udara alami yang memberikan kenyaman kepada user. Kemudian material bahan bangunan menggunakan material ramah lingkungan dan gedung dirancang dengan bukaan jendela yang optimal sehingga pencahayaan matahari dari luar diatur agar penggunaan AC tidak berlebihan, yang membuat Citra Towers hemat penggunaan energi listrik.

Citra Towers telah memperoleh sertifikat Excellence In Design For Greater Efficiencies (EDGE) dari International Finance Corporation (IFC) yang baru pertama kali diterima perkantoran di Indonesia. Penghargaan ini diberikan dengan melalui beberapa kategori, yaitu pada pemilihan material yang diproduksi secara hemat energi, penghematan dalam penggunaan air, dan penghematan pada penggunaan energi.

Budiarsa menuturkan, dipilihnya kawasan Kemayoran yang pada awalnya merupakan bandar udara internasional ini karena memiliki potensi sebagai kawasan alternatif central business distric (CBD) Jakarta. “Kami berencana ikut mengembangkan kawasan Kemayoran,” ujar Budiarsa.

Saat ini, Indonesia mempunyai satu-satunya CBD utama di kawasan segitiga emas Jakarta, yaitu Sudirman-Thamrin-Gatot Subroto. Melihat posisi lokasinya, selain dekat dengan pusat pemerintahan, kawasan Kemayoran juga relatif tidak terlalu jauh dari kawasan CBD yang ada sekarang ini dan dikelilingi oleh kawasan perdagangan mulai Mangga Dua, Pasar Baru, Senen, Kelapa Gading, dan Sunter. Selain itu memiliki akses langsung ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Pelabuhan Tanjung Priok, yang menjadikan kawasan terpadu ini menjadi salah satu gerbang international ibu kota DKI Jakarta.

“Dalam perkembangannya saat ini, di tengah semakin tingginya aktifitas bisnis di segitiga emas CBD Jakarta, kapasitas daya tampung infrastruktur yang ada mulai terbatas. Pelebaran CBD pun tidak dapat dihindari. Salah satunya ke kawasan Kemayoran yang memiliki banyak keunggulan sehingga berpotensi sebagai CBD baru dan dapat berkembang sebagai pesaing CBD segitiga emas saat ini,” papar Budiarsa. Di CBD Jakarta saat ini harga jual perkantoran sekitar Rp45-50 juta per m2, sementara di Citra Towers hanya Rp30 juta per m2.

Kemayoran sebagai salah satu pusat aktivitas bisnis (CBD) Jakarta, akan dikembangkan secara khusus sebagai sub sentra baru yang menampung kegiatan sektor perdagangan, perumahan, dan perkantoran. Kawasan Kemayoran adalah kawasan yang terencana dengan Rencana Induk/Master Plan pengembangan yang terpadu dimana berbagai aktivitas di atas terlayani oleh sarana/prasarana yang sangat memadai. Sebagai contoh infrastruktur jalan yang baik dan berkapasitas tinggi, aksesibilitas kepada infrastruktur kota yang mudah, serta fasilitas sosial yang memadai.

“Kami prediksikan Kemayoran akan melonjak menjadi Smart District yang modern, terpadu, nyaman, aman dan ramah lingkungan. Dengan perencanaan yang matang dan perancangan yang terintegrasi, kami yakin proyek ini akan memberikan capital gain dan added value yang sangat tinggi. Seluruh kualitas ini akan mendorong nilai jual kawasan di masa mendatang,” ujar Budiarsa.