Pertumbuhan Ekonomi Tinggi Dinilai Bisa Cepat Terealisasi

NERACA

Jakarta - Direktur Institute for Development of Economics and Finance, Enny Sri Hartati, mengatakan pertumbuhan ekonomi tujuh persen yang dicita-citakan pemerintahan baru bisa tercapai lebih cepat dalam setahun atau dua tahun.

"Saya optimistis kalau ada penyeimbang (koalisi politik) yang kuat, kerja akan semakin keras dan serius, sehingga setelah ada pemulihan ekonomi, pertumbuhan yang dijanjikan tujuh persen, setahun atau dua tahun bisa dicapai," katanya, dalam pemaparan Proyeksi Ekonomi Indonesia 2015 di Jakarta, Kamis (27/11).

Enny menjelaskan pemerintah bahkan bisa mengupayakan target pertumbuhan ekonomi tersebut lebih cepat, dan tidak perlu menunggu hingga lima tahun apabila ada tindakan untuk memperkuat struktur ekonomi dan mendorong kegiatan kepada sektor riil yang berbasis inovasi dan teknologi.

Namun, untuk 2015, Enny memprediksi ekonomi Indonesia hanya tumbuh pada kisaran 5,3%-5,6%, karena dampak kenaikan harga BBM akan menekan konsumsi masyarakat pada triwulan I dan triwulan II 2015 mendatang.

Selain itu, kenaikan suku bunga BI Rate sebagai respon bank sentral atas penyesuaian harga BBM bisa menyebabkan perlambatan pertumbuhan investasi, sehingga pertumbuhan ekonomi tidak bisa lari kencang mendekati enam persen.

"Dampak kenaikan harga BBM akan menekan konsumsi masyarakat, jadi pertumbuhan konsumsi akan rendah di triwulan satu dan dua. Ini masa konsolidasi, apalagi harga BBM langsung direspon dengan kebijakan moneter ketat, ini akan menekan investasi," ujar Enny.

Dalam kesempatan yang sama, Indef mengusulkan adanya transformasi ekonomi sebagai agenda prioritas untuk menjaga stabilitas perekonomian nasional, yaitu dengan memperkuat sektor pertanian dan sumber daya alam, menegakkan sektor industri serta menjaga sektor keuangan yang sehat serta tidak berpihak. [ardi]

BERITA TERKAIT

Pembatasan Kantong Plastik Dinilai Bukan Solusi Atasi Sampah

      NERACA   Jakarta - Asosiasi Industri Olefin, Aromatik dan Plastik Indonesia (Inaplas) menyambut baik langkah pemerintah derah…

Sarana Menara Rencanakan Buyback Saham 5% - Jaga Pertumbuhan Harga Saham

NERACA Jakarta – Berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB), emiten infrastruktur telekomunikasi PT Sarana Menara Nusantara Tbk.…

PERTUMBUHAN KREDIT CITI

kiri ke kanan. Director, Country Head of Corporate Affairs Citi Indonesia Elvera N. Makki, Chief Financial Officer Citi Indonesia Warren…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

BI Yakin Dapat Kendalikan Rupiah

  NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) yakin dapat mengendalikan pelemahan nilai tukar Rupiah, dimana Senin inimelemah hingga level…

Penyaluran KUR Di Papua Capai Rp703 Miliar

      NERACA   Jayapura - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Papua dan Papua Barat mengungkapkan hingga semester I…

Asbanda Ingin BPD Berdaya Saing - Gelar Seminar Nasional

  NERACA   Jakarta - Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) menggelar seminar nasional bertajuk Strategic Positioning Bank Pembangunan Daerah sebagai…