Bank Mayapada Rights Issue Rp 500 Miliar

NERACA

Jakarta –Guna memperkuat modal dan menunjang ekspansi bisnis, PT Bank Mayapada Tbk (MAYA) akan melakukan rights issue atau Penawaran Umum Terbatas VII kepada para pemegang saham dalam rangka Penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu sebanyak 434.789.775 saham seri B bernominal Rp100, dengan harga pelaksanaan Rp1.150 per lembar.

Dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (27/11), diebutkan, setiap pemegang 8 saham yang namanya tercantum hingga 9 Januari 2015 berhak atas 1 HMETD. Satu HMETD ini memiliki hak membeli 1 saham baru. Dengan demikian nilai penawaran ini mencapai Rp500.008.241.250.

Cum dan ex di pasar reguler/negosiasi 6 dan 7 Januari 2014, dan di pasar tunai 9 dan 12 Januari 2014 dengan periode perdagangan HMETD 13 Januari-19 Januari 2015. Perseroan akan menggelar RUPSLB pada 29 Desember 2014. Rencananya, dana hasil rights issue setelah dikurangi biaya-biaya, akan digunakan untuk memperkokoh permodalan dan ekspansi usaha serta meningkatkan aktiva produktif. Brilliant Bazar Pte Ltd dengan kesanggupan penuh akan mengambil bagian dan membeli saham yang masih tersisa dalam Penawaran Umum Terbatas tersebut.

Pada kuartal tiga tahun ini, perseroan membukukan laba bersih hanya tumbuh tipis 9,01% year on year atau hanya mencapai Rp 343,70 miliar. Dijelaskan, kecilnya pertumbuhan laba bersih perseroan disebabkan biaya dana (cost of fund) yang meningkat sepanjang tahun 2014 ini. Kemudian tingginya tingkat suku bunga deposito di pasar mau tak mau membuat Bank Mayapada terpaksa menaikkan suku bunga deposito agar likuiditas terjaga.

Hal itupun membuat cost of fund meningkat dan menggerus perolehan laba bersih. Padahal di tahun ini, Bank Mayapada menargetkan perolehan laba bersih bisa mencapai Rp 500 miliar atau tumbuh 20,08% secara yoy. Kemudian berdasarkan data Bank Indonesia (BI) per Agustus 2014, total kredit yang disalurkan bank milik PT Mayapada Karunia ini mencapai Rp 21,94 triliun, tumbuh 41,36% secara year on year (yoy) . Capaian tersebut jauh diatas pertumbuhan industri perbankan yang bertumbuh 13,94% secara yoy di akhir Agustus 2014.

Haryono Tjahjarijadi, Direktur Utama Bank Mayapada pernah bilang, tingginya pertumbuhan kredit Bank Mayapada bisa tercapai berkat kondisi likuiditas yang masih baik. Seperti diberitakan sebelumnya, ketersediaan likuditas yang besar itu dikarenakan Bank Mayapada "berani" membayarnya dengan bunga deposito yang tinggi. Dan buntutnya, biaya dana atau cost of fund membengkak sehingga menggerus perolehan laba bersih mereka. (bani)

BERITA TERKAIT

Bank Dunia Tawarkan Utang untuk Rekonstruksi Bencana

      NERACA   Bali - Bank Dunia menyiapkan bantuan pinjaman sebesar satu miliar dolar AS untuk membantu Indonesia…

Direktur CPL World Bank Kunjungi Damamaya Cyber Monitor - Sebut Denpasar Mampu Sediakan "Big Data" Perencanaan Pembangunan

Direktur CPL World Bank Kunjungi Damamaya Cyber Monitor Sebut Denpasar Mampu Sediakan "Big Data" Perencanaan Pembangunan NERACA Denpasar - Tiga…

CIMB Niaga Terbitkan Sukuk Rp 600 Miliar - Dukung Pembiayaan Syariah

NERACA Jakarta – Perkuat modal dalam rangka menunjang ekspansi bisnisnya di pembiayaan syariah, PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) menerbitkan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Investor Papua Didominasi Kaum Milenial

Kepala kantor perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Papua Barat, Adevi Sabath mengatakan, investor pasar modal di Papua Barat didominasi oleh…

BEI Suspensi Perdagangan Saham SURE

Setelah masuk dalam kategori saham unusual market activity (UMA) atau pergerakan harga saham di luar kebiasaan, kini PT Bursa Efek…

Volume Penjualan Semen Baturaja Naik 38%

Hingga September 2018, PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) mencatatkan penjualan semen domestik tumbuh 38% dibandingkan dengan periode yang sama…