Aksi Beli Berlanjut Kembali Menopang IHSG

Jumat, 28/11/2014

NERACA

Jakarta – Seharian pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih mempertahankan penguatannya seiring sentiment positif yang masih bertahan sehinggan investor masih lanjutkan aksi beli. Mengakhiri perdagangan, IHSG ditutup menguat 12,279 poin (0,24%) ke level 5.145,315. Sementara Indeks LQ45 menguat 2,253 poin (0,25%) ke level 886,840.

Kata anals pasar modal Asjaya Indosurya Securities, William Suryawijaya, faktor investor asing yang mengambil posisi beli cukup terasa di pasar saham domestik sehingga menopang IHSG BEI,”Adanya ekspektasi positif terhadap data ekonomi Indonesia pasca dinaikkannya harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, menjadi salah satu penopang bagi IHSG BEI,”katanya di Jakarta, Kamis (27/11).

Dia menambahkan, secara teknikal, pola tren penguatan indeks BEI masih terjaga hingga mendekati diumumkannya rilis data ekonomi di awal bulan Desember yang disinyalir akan cukup bagus. Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) sedianya akan mengumumkan data ekonomi Indonesia pada awal Desember mendatang.

William memproyeksikan, indeks BEI Jum’at akhir pekan akan kembali melanjutkan penguatannya dan akan bergerak di kisaran 5.119-5.178 poin. Pada perdagangan kemarin, hanya dua sektor yang terkena pelemahan, yaitu infrastruktur dan perbankan. Investor asing masih mau berburu saham meski tidak terlalu semangat. Investor asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) cukup besar berkat aksi tutup sendiri (crossing) saham PT MNC Land Tbk (KPIG) senilai Rp 480 miliar di pasar negosiasi.

Transaksi bersih investor asing tercatat Rp 552,721 miliar. Perdagangan berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 201.264 kali dengan volume 6,603 miliar lembar saham senilai Rp 4,65 triliun. Sebanyak 124 saham naik, 124 turun, dan 95 saham stagnan. Bursa-bursa dia Asia menutup perdagangan dengan variatif. Kekhawatiran melambatnya ekonomi dunia membuat pelaku pasar lakukan aksi jual.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Tigaraksa (TGKA) naik Rp 500 ke Rp 2.900, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 450 ke Rp 69.950, Unilever (UNVR) naik Rp 400 ke Rp 32.000, dan Indo Kordsa (BRAM) naik Rp 400 ke Rp 4.550. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Siloam (SILO) turun Rp 575 ke Rp 13.450, Samudera Indonesia (SMDR) turun Rp 425 ke Rp 13.175, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 375 ke Rp 60.600, dan Asahimas (AMFG) turun Rp 175 ke Rp 7.475.

Menutup perdagangan sesi pertama, IHSG ditutup menguat tipis 4,587 poin (0,09%) ke level 5.137,623. Sementara Indeks LQ45 bertambah 0,980 poin (0,11%) ke level 885,567. Aksi beli selektif terjadi di saham-saham yang kemarin sudah terkoreksi. Saham-saham komoditas memimpin penguatan.

Perdagangan berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 100.340 kali dengan volume 2,91 miliar lembar saham senilai Rp 1,934 triliun. Sebanyak 145 saham naik, 110 turun, dan 84 saham stagnan. Bursa-bursa regional siang malah berjatuhan ke zona merah. Kekhawatiran melambatnya ekonomi dunia membuat pelaku pasar lakukan aksi jual.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Tigaraksa (TGKA) naik Rp 450 ke Rp 2.850, Indo Kordsa (BRAM) naik Rp 400 ke Rp 4.550, Astra Agro (AALI) naik Rp 250 ke Rp 24.425, dan Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 225 ke Rp 18.925. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Samudera Indonesia (SMDR) turun Rp 400 ke Rp 13.200, Trada Maritim (TRAM) turun Rp 146 ke Rp 439, Mayora (MYOR) turun Rp 125 ke Rp 25.375, dan Matahari (LPPF) turun Rp 125 ke Rp 15.300.

Diawal perdagangan, IHSG dibuka menguat tipis 1,66 poin atau 0,03% ke posisi 5.134,70 seiring dengan pergerakan bursa saham regional, sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) naik 0,41 poin atau 0,05% ke posisi 885,01.

Kata Kepala Riset Woori Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada, laju bursa saham global yang masih bergerak positif menjadi salah satu sentimen positif bagi IHSG sehingga kembali bergerak melanjutkan penguatan,”Sebagian pelaku pasar saham masih melakukan aksi beli sehingga IHSG bertahan di area positif meski terbatas, namun pasar saham domestik masih perlu dukungan sentimen positif tambahan untuk menjaga laju indeks BEI," paparnya.

Diharapkan, lanjut dia, transaksi asing kembali mencatatkan beli bersih sehingga dapat menjaga laju indeks BEI. Diproyeksikan bahwa pada perdagangan Kamis (27/11), IHSG BEI akan bergerak pada rentang 5.100-5.148 poin.

Head of Research Valbury Asia Securities Alfiansyah mengatakan, sentimen dari dalam negeri, terkait dengan pelarangan menteri menghadiri panggilan DPR yang telah menuai protes beberapa kalangan fraksi dapat mencemaskan pelaku pasar.

Di sisi lain, lanjut dia, pasar juga akan menyikapi perkembangan yang terjadi berkenaan dengan rencana hak interpelasi yang diusulkan oleh sejumlah anggota DPR,”Ketidakpastian dari sisi politik diperkirakan masih menghambat laju IHSG menuju teritori positif,”paparnya.

Tercatat bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng dibuka menguat 51,01 poin (0,21%) ke 24.162,99, indeks Nikkei turun 54,82 poin (0,32%) ke 17.328,76, dan Straits Times menguat 1,13 poin (0,03%) ke posisi 3.350,79. (bani)