BEI Delisting Saham Asia Natural Resources

PT Asia Natural Resources Tbk (ASIA) melakukan penghapusan pencatatan efek (delisting) dari pasar saham Indonesia dan berlaku efektif sejak 27 November 2014. Dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (27/11) PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan, dengan dicabutnya status perseroan sebagai perusahaan tercatat, maka perseroan tidak lagi memiliki kewajiban sebagai perusahaan tercatat.

P.H. Kepala Divisi Penilaian Perusahaan Non Group BEI, Irawati Widyaningtyas mengatakan, BEI akan menghapus nama perseroan dari daftar perusahaan tercatat yang mencatatkan sahamnya di BEI. Namun demikian, sepanjang perseroan masih merupakan perusahaan publik, maka perseroan tetap wajib memperhatikan kepentingan pemegang saham publik dan mematuhi ketentuan mengenai keterbukaan informasi dan pelaporan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dia menjelaskan, persetujuan penghapusan pencatatan efek perseran ini tidak menghapuskan kewajiban-kewajiban yang belum dipenuhi oleh perseroan kepada bursa. Jika perseroan ingin kembali mencatatkan sahamnya di BEI, maka prosesnya akan dapat dilakukan paling cepat enam bulan sejak dilakukan delisting oleh bursa sepanjang perseroan memenuhi syarat untuk dicatatkan kembali.

Asal tahu saja, pihak BEI dalam lima tahun terakhir sudah menghapus (delisting) 20 saham perusahaan yang tercatat di BEI. Bursa selalu mengawasi perusahaan tercatat dan jika ada pelanggaran langsung mengirimkan surat teguran untuk meminta penjelasan dari perusahaan tersebut. Akan tetapi, jika perusahaan tersebut mengalami kepailitan dan sudah lama disuspen (penghentian perdagangan sementara), pihak BEI akan men-delisting saham perusahaan tersebut. (bani)

BERITA TERKAIT

RI Dapat Topang Asia Jadi Garda Depan Transformasi Industri 4.0 - Terkait Kemajuan Digital

NERACA Jakarta – Implementasi industri 4.0 di kawasan Asia dinilai dapat membangkitkan kontribusi sektor manufaktur dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi bagi…

BEI Panggil Manajemen Lippo Grup - Kasus Suap Meikarta

NERACA Jakarta –Tersandung kasus suap proyek Meikarta menjadi bulan-bulanan terhadap harga saham properti milik Lippo Grup. Maka untuk mengantisipasi dampak…

BEI Taksir Indeks Bisa Capai Level 6000 - Peluang IHSG di Akhir Tahun

NERACA Jakarta – Geliat pertumbuhan industri pasar modal tetap terus tumbuh, meskipun dana asing keluar di pasar modal juga cukup…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Verena Multifinance Patok Rights Issue Rp140

PT Verena Multifinance Tbk (VRNA) menetapkan harga pelaksanaan penambahan modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau right…

Mandiri Kaji Terbitkan Obligasi US$ 1 Miliar

Perkuat modal guna memacu pertumbuhan penyaluran kredit, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) berencana menerbitkan instrumen utang senilai US$ 1 miliar.…

Realisasi Kontrak Baru PTPP Capai 66,22%

NERACA Jakarta - Sampai dengan September 2018, PT PP (Persero) Tbk (PTPP) berhasil mengantongi total kontrak baru sebesar Rp32,45 triliun.…