Lippo Cikarang Jadi "Magnet" Investor Asing

Jumat, 28/11/2014

NERACA

Jakarta – Kota Bekasi yang sempat di bully di media sosial lantaran dinilai tata kelola perkotaan yang tidak buruk dan tidak nyaman, seperti kemacetan dan infrastruktur yang jelek, rupanya tidak mempengaruhi bisnis bagi PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK). Pasalnya, beberapa proyek perseroan kini tengah menjadi magnet bagi investor asal Singapura yang tergabung dalam Forum Singapore Business Federation yang tertarik berinvestasi di sana.

Menteri Negara Bidang Perindustrian dan Perdagangan Singapura, Teo Ser Luck, menyatakan tujuannya ke perseroan untuk menjajaki investasi dan kerja sama serta tatap muka dengan manajemen Cellini yakni sebuah perusahaan furnitur besar yang berlokasi di Delta Silicon 2 Kawasan Industri Lippo Cikarang,”Saat ini Lippo Cikarang sedang mengembangkan Kawasan Industri Delta Silicon 8 (DS 8) seluas 266 hektare (ha) dalam bentuk Kerja Sama Operasi (KSO) dengan Mandiri Group, di mana penjualan tanah industri DS 8 ini di 2014 sudah mencapai Rp809 Miliar. Target 2015 dari DS 8 adalah sebesar Rp1 triliun,”kata Direktur Lippo Cikarang, Ju Kian Salim di Jakarta, kemarin.

Sementara President Director & CEO PT Lippo Cikarang Tbk, Meow Chong Loh mengakui, saat ini perseroan kebanjiran derasnya investasi yang masuk. Bahkan, perusahaan-perusahaan kaliber dunia menyatakan minatnya berinvestasi di kawasan yang dimiliki perseroan,”Lippo Cikarang berkembang pesat karena basis ekonomi industri yang kuat,”tuturnya.

Dia membeberkan, perusahaan besar berkaliber dunia seperti Toyota, Honda, Hyundai, Hankook, Danone, Coca-Cola, sampai Bridgestone telah menancapkan "kukunya" di kawasan industri tersebut. Asal tahu saja, sejak semester II-2012, investasi luar negeri semakin deras masuk ke Lippo Cikarang dan komunitas ekspatriat seperti Jepang, Korea, dan Taiwan menjadi lebih dominan di kawasan ini.

Diperkirakan, 60% output dari total perakitan kendaraan bermotor seperti mobil, motor dari Koridor Timur Wacana serta wacana pembangunan Sea Deep Port di Cilamaya dan Airport International di Karawang semakin membuat wilayah Koridor Timur berkibar.

Ke depan, tambahnya, Lippo Cikarang akan fokus pada pengembangan Orange County 322 hektare (ha) dengan nilai investasi Rp250 triliun yang akan menjadi center-hub di Koridor Timur Jakarta dan mensejajarkan kawasan ini dengan kota-kota dunia berstandar global yang terbaik.

Di sisi lain, pada 29 November, perseroan akan mengembangkan sayapnya dengan meluncurkan kondominium mewah Irvine Suites terdiri dari pilihan desain dengan luasan unit mulai 41 meter persegi hingga 128 meter persegi yang terdiri dari satu hingga tiga kamar tidur.

Sekadar informasi, rombongan investor Singapura ini terdiri dari 50 peserta yang dipimpin oleh Direktur SBF Alan Tan, didampingi oleh Menteri Negara Bidang Perindustrian & Perdagangan Teo Ser Luck, Delegasi BKPM Indonesia untuk Singapura Harri Santoso dan Delegasi Kadin Indonesia untuk Singapura Michael Goutama. Adapun sebelum delegasi Singapore Business Federation menyambangi perseroan, sudah datang berkunjung ke Lippo Cikarang Delegasi Investment Business Forum dari Jepang dan Taiwan. (bani)