Inovasi Produk Kunci Rebut Pasar di MEA - Astronacci Lakukan Rebranding

NERACA

Jakarta - Kalangan pasar modal di Indonesia harus gencar melakukan inovasi produk dan edukasi ke pelaku pasar dalam negeri jelang integrasi pasar modal ASEAN (ASEAN Capital Market Integration) yang merupakan bagian Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada 2015,”Jika tidak pandai menangkap peluang, market share kita makin tergerus oleh perusahaan asing," kata Presiden & Founder PT Astronacci International, Gema Merdeka Goeyardi di Jakarta, Kamis (27/11).

Dia mengatakan, perusahaan sekuritas atau hedge fund asing akan berlomba-lomba mengambil pasar di Indonesia. Jika perusahaan lokal tidak siap, maka Indonesia akan menjadi penonton di negeri sendiri. "Setelah mendapat investor lokal, dana mereka akan dibawa ke luar negeri," kata pemilik Astronacci yang merupakan market research and trading company ini.

Untuk mengantisipasi serbuan asing Gema mengatakan, Astronacci melakukan sejumlah langkah, salah satunya "New Branding Launching Astronacci" untuk memperkuat positioning sekaligus meningkatkan brand recall. "Setelah lima tahun aktif, kami melakukan beberapa perubahan," kata Gema.

Gema yang juga penemu metode analisis Astronacci pada tahun 2009 lalu mengatakan, secara umum Astronacci memiliki lima bidang usaha utama. Pertama, A-Club yakni sebuah komunitas yang dibentuk sebagai tempat bertemunya para member untuk belajar menganalisa, mengelola keuntungan dan risiko trading.

Kedua, Astronacci Institute yang memperkenalkan program sertifikasi analis dan trader Chartered Astronacci Trader (CAT). Hingga saat ini kedua layanan tersebut merupakan yang terfavorit dimana terbukti berhasil mencetak trader dan investor. Sebagai gambaran, CAT adalah program pendidikan intensif selama 12 bulan bagi calon trader.

Ketiga, Astronacci Research Center yang memberikan layanan analisis fundamental dan analisa waktu secara business to bussines untuk sekuritas, futures broker, asset management, dan lembaga institusi lainnya di Asia. Astronacci Research Center juga melayani high networth client untuk intensif portofolio monitoring."Target penambahan jumlah nasabah high networth sebesar 50 persen mencapai 300 orang di 2015," kata dia.

Keempat, Brokerage Business yang menyediakan sarana trading melalui galeri investasi UOB Kay Hian Securities gallery. "Menyambut pasar bebas ASEAN, Astronacci bekerja sama dengan Maxrich Group, Ltd Hong Kong melalui anak usahanya MRG Premiere New Zealand untuk faslitas sarana CFD (Contract For Difference) trading di futures dan commodity.

Terakhir, investment banking & strategic wealth management yang melayani corporate finance project mulai dari initial public offering (IPO), Pre-IPO, financial restructuring, private placement, dan berbagai macam raise fund lainnya.

Gema mengatakan, Astronacci memiliki diferensiasi dalam metode analisis yaitu dapat digunakan untuk menghitung waktu dan pergerakan harga serta arah tren di masa depan pada saham, mata uang dan komoditi. Astronacci juga memiliki filosofi dasar bahwa harga tidak bergerak secara acak, melainkan bergerak dalam sebuah rangkaian pengulangan dari siklus harga sebelumnya dan beputar dalam pola lingkaran.

Gema mengatakan, harga yang akan terjadi di masa mendatang baik resistance atau support hanya suatu pengulangan pola dari yang telah lalu, dan hal ini akan terjadi lagi pada suatu waktu tertentu yang dapat dihitung kapan terjadinya," kata dia. (bani)

BERITA TERKAIT

Garuda Optimis Bond Mampu Diserap Pasar - Dicatatkan di Singapura

NERACA Jakarta – Danai pelunasan utang, PT Garuda Indonesia (Persero) bakal menerbitkan global bond dan hingga US$ 750 juta. Aksi…

OJK Edukasi Pasar Modal Syariah di Bekasi

  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengintensifkan sosialisasi seputar pasar modal berbasis syariah guna meningkatkan pengetahuan dan penerimaan masyarakat seperti dilakukan…

Taitra Bawa 30 Perusahaan untuk Jajaki Pasar Indonesia

      NERACA   Jakarta - Taiwan External Trade Development Council (Taitra) bersama dengan Bureau of Foreign Trade (BOFT)…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BEI Bangun Kampung Investor di Bengkulu

Dalam rangka memasyarakatkan pasar modal atau mendorong minat masyarakat berinvestasi di pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana membangun…

Laba Bersih Acset Indonusa Tumbuh 27,14%

Di kuartal pertama 2018, PT Acset Indonusa Tbk (ACST) mencatat kenaikan laba bersih 27,14% menjadai Rp 38,92 miliar dibandingkan priode…

BEI Targetkan 2000 Investor di Sulawesi Utara

Sepanjang tahun ini, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Sulawesi Utara (Sulut) menargetkan sebanyak 2.000 investor.”Kami cukup optimis target investor ini…