Laju IHSG Diramalkan Akan Tembus 6.300 - Fundamental Ekonomi Positif

NERACA

Jakarta - Pergerakan positif seluruh indikator makro ekonomi di 2015 diperkirakan akan mendongkrak laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) untuk menembus level 6300 di pengujung tahun depan,”Pasca dikeluarkannya kebijakan fiskal maupun moneter yang dikeluarkan pemerintah dan Bank Indonesia, diyakini akan memperbaiki fundamental ekonomi yang lebih menyeluruh," kata Ketua Umum Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) Haryajid Ramelan di Jakarta, Kamis (27/11).

Dia mengatakan, perbaikan di hampir seluruh indikator makroekonomi domestik diperkirakan akan melambungkan laju IHSG di 2015 hingga menembus level 6.300. "Kalau sampai akhir 2014 ini, IHSG akan berada di 5.100. Sehingga, di sisa tahun ini indeks akan berfluktuasi pada range 5.050-5.100," jelasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, sejauh ini pasar sudah mengapresiasi positif kebijakan fiskal berupa kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi maupun kebijakan BI yang menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) ke level 7,75%. "Memang di akhir tahun ini inflasinya akan meninggi, pasca kenaikan BBM," imbuhnya.

Menurut Haryajid, respons BI dalam menanggapi potensi kenaikan inflasi akibat kebijakan BBM bersubsidi, justru mendapat apresiasi pasar meski kebijakan moneter ini berpotensi melemahkan laju pertumbuhan ekonomi. "Rupiah pun mengapresiasi positif dengan kebijakan fiskal moneter itu," tegas Haryajid.

Dia menjelaskan, meski secara umum dua kebijakan ini direspons positif, namun kondisi ini justru sedikit mengganggu kinerja sektor properti dalam timeframe jangka pendek. "Sektor properti yang akan melemah, tetapi pelemahannya paling lama sekitar 3-4 bulan saja," ucapnya.

Sementara untuk sektor properti yang akan melemah, tetapi pelemahannya paling lama sekitar 3-4 bulan. Kata Haryajid, ada 20% dari total 502 emiten di pasar modal domestik yang memiliki prospek sangat menjanjikan. "Mereka adalah emiten dari sektor infrastruktur, perbankan dan consumer goods,”ujarnya.

Bagi pengamat pasar modal Muhammad Al-Fatih, dirinya menilai, proyeksi IHSG tahun 2015 akan berada di level 5.500 -6.000 dengan sektor saham yang layak dikoleksi antara lain perbankan, infrastruktur dan energi,”Kalau untuk properti di tahan dulu, karena imbas dampak dari kenaikan BBM dan kenaikan suku bunga Bank Indonesia memacu kenaikan harga rumah dan membuat permintaan bakal terkoreksi,”ungkapnya.

Sebelumnya, PT Bahana Securities memproyeksikan IHSG pada 2015 akan mengalami peningkatan dibanding tahun ini. Level IHSG diperkirakan berada pada level 5.900 di akhir tahun depan,”Tahun ini, ekspektasi IHSG di level 5.300 dan 5.900 pada tahun depan,”kata Kepala Riset Bahana Securities, Harry Su.

Kinerja IHSG yang akan membaik di tahun depan, kata dia karena ditopang dari pertumbuhan earning per share (EPS) hingga level 11,6%. Harry menyebut, sektor telekomunikasi dan consumer menjadi tulang punggung dari pertumbuhan EPS, meskipun sektor lain diproyeksikan ikut menyumbang peningkatan ke pasar modal. (bani)

BERITA TERKAIT

KPK: Pemberi Gratifikasi Juga Akan Dipanggil

KPK: Pemberi Gratifikasi Juga Akan Dipanggil NERACA Palembang - Wakil Ketua Komisi Pemberatasan Korupsi Saut Situmorang mengatakan jika selama ini…

Bidang Asset Daerah Pemkot Sukabumi Akan Lelang Kendaraan dan Satu Bangunan

Bidang Asset Daerah Pemkot Sukabumi Akan Lelang Kendaraan dan Satu Bangunan   NERACA Sukabumi - Bagian Asset Daerah Pemkot Sukabumi…

IHSG PASCAKERICUHAN 22 MEI

Seorang wanita melintas di depan layar digital pergerakan saham di Jakarta, Kamis (23/5/2019). Pascakericuhan aksi 22 Mei, IHSG ditutup menguat…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pefindo Raih Mandat Obligasi Rp 52,675 Triliun

Pasar obligasi pasca pilpres masih marak. Pasalnya, PT Pemeringkat Efek Indonesia atau Pefindo mencatat sebanyak 47 emiten mengajukan mandat pemeringkatan…

GEMA Kantungi Kontrak Rp 475 Miliar

Hingga April 2019, PT Gema Grahasarana Tbk (GEMA) berhasil mengantongi kontrak senilai Rp475 miliar. Sekretaris Perusahaan Gema Grahasarana, Ferlina Sutandi…

PJAA Siap Lunasi Obligasi Jatuh Tempo

NERACA Jakarta - Emiten pariwisata, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) memiliki tenggat obligasi jatuh tempo senilai Rp350 miliar. Perseroan…